contoh iklan header
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Hari Terakhir Jama’ah I’tikaf Masjid Al Ihsan Jakapermai Dihiasi Suasana Akrab dan Haru Tinggalkan Ramadhan

banner

Ketua DKM, Ust. Iman Ali Rahman, M.Pd.I Berikan Hadiah Khusus & Lepas Haru Para Jamaah I’tikaf Masjid Alihsan

bekasi-online.com, Selasa 09 April 2024, 06:13 WIB

JAKAPERMAI, BksOL - Tak terasa bulan Ramadhan 1445 H kali ini berlalu dengan cepat, bukan karena perbedaan hari pertama bulan puasa antara pihak Muhammadiyah dengan pihak pemerintah, sehingga penentuannya menimbulkan perbedaan hari.



Namun entah bagaimana, hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H, alhamdulillah di antara sesama muslim dan pemerintahan sepakat jatuh pada hari Rabu 10 April 2024.


Untungnya di antara jamaah i’tikaf tidak ada yang mengikuti faham Kyai Benu pemimpin jamaah Aolia Gunung Kidul, yang lebarannya lebih duluan, Jumat 05 April 2024 lalu.

Kegiatan sunnah di masjid jami’e Al Ihsan Jakapermai memang bisa dibilang lengkap dan tersusun rapih mulai dari hari pertama bulan Ramadhan hingga dimulai serius jamaah berdatangan dari berbagai daerah di Jumat malam tanggal 20 Ramadhan 1445 H atau 29 Maret 2024 lalu.


Kelengkapannya mulai dari hari pertama bulan puasa Ramadhan adalah penyediaan takjil untuk berbuka puasa dan makan malam sebelum Isya.

Lalu ketika memasuki hari pertama 10 hari terakhir barulah ditambah dengan menyediakan makan sahur, dan ada tambahan minuman ringan seperti teh celup, kopi baik sasetan maupun sudah siap saji hingga beberapa termos air panas.


Tak jarang ada saja jamaah muhsinin (mereka yang berbuat baik berharap ridha Allah) ditambah para muzakki (para pembayar zakat, baik zakat mal maupun zakat lainnya) yang ikhlas sediakan takjil, minuman dingin mulai dari capucino cincau dingin, cendol, es buah dan lainnya.

Termasuk untuk makan malam setelah para jamaah mendapatkan takjil dan selesai sholat Maghrib berjamaah, juga sahur dalam bentuk nasi kotak atau paket nasi rames, dan juga nasi bungkus.


Tak jarang sahur pun para jamaah bisa menikmati makan dengan paket nasi berkuah seperti nasi soto daging, nasi gulai ayam, juga nasi beriyani. Belum lagi setelah Isya, tak jarang ada saja jamaah yang memberikan sate kambing, sate ayam bahkan juga gulai kepala kambing dengan nasi kebuli.

Bersama Syaikh Muhammad dari Gaza Palestine sebagai imam sekaligus berikan pesan pangsung dari Palestina, tentang saudara kota muslim di sana. Jama’ah masjid AlIhsan berhasil kumpulkan bantuan hingga 27juta rupiah lebih belum termasuk shadaqoh sesaat itu juga.

Namun jama’ah i’tikaf masjid jami’e Al Ihsan Jakapermai bukan cuma dimanja dengan beragam nikmat dan kemudahan serta pelayanan para marbot yang kebanyakan dari para ikhwan. Selalu ada saja jamaah akhwat dari kalangan ibu-ibu yang membantu panitia dengan sukarela.

Yang paling utama dari giat itikaf yang isinya bukan hanya sekadar tarawih setelah sholat jamaah rawatib, tapi juga menegakkan qiyamul lail (sholat malam tahajjud), yang diimami oleh para hafidzul Quran dengan penjadwalan lumayan tertib.

Sesaat tarawih bersama yang dihadiri Ustadz H. Ahmad Syaikhu, presiden PKS yang mengisi tausiah Tarawih di 10 hari terakhir Ramadhan.

Meskipun ada keluhan dari jamaah ibu-ibu yang menyatakan, bahwa terkadang bacaan surat Al Quran nya saat sholat tarawih maupun qiyamul lail terlalu panjang, namun hal tersebut dijawab santai oleh Ketua DKM, Ustadz Iman, “Mungkin krena belum terbiasa saja ya Bu?!”

Sebagai catatan saja, baginda Rasulullah ketika tarawih maupun tahjjud sholat malam sampai kakinya bengkak karena bacaannya biasanya Surat Al Baqarah hingga Al Imran, yang termasuk kategori surat terpanjang.


“Jadi kalau dibandingkan dengan ibadah sunnah yang dicontohkan Nabi, sunnah tarawih dan tahajjud yang digiatkan oleh panitia penyelenggara termasuk gak terlalu lama dan panjang. Ini masalah kebiasaan saja ya Bu? Tahun depan kalau bisa ikut lagi, mungkin gak akan terasa lama!”

Semoga saja para jamaah bisa jumpa dengan Ramadhan tahun depan. Tapi dari sekian kegiatan yang paling membuka hati dan wawasan ilmu adalah pengisian kajian yang terbilang lengkap dan penuh diadakan oleh DKM Alihsan.


Para jamaah masjid Alihsan yang sering dipanggil sebagai sahabat Al Ihsan ini bisa mengikuti beragam kajian ilmu syariat, mulai dari ceramah tarawih, kuliah Shubuh, kuliah Dhuha bahkan tak jarang kuliah ba’da Zhuhur.

Dan hampir kesemua pengisi kajian dari berbagai kalangan sepanjang masih berfaham Islam Sunnah wal Jama’ah, baik dari Muhammadiyah, NU, PERSIS, Ikhwanul Muslimin yang diwakili oleh tokoh penting PKS, lalu para asatidz Salafi, dan juag cendekiawan muslim seperti Dewan Dakwah dan yang lainnya.


Intinya semuanya membawakan syariat dan pemahaman dengan aqidah yang sama, bahwa Allah berada di atas Arsy, tidak berada dimana-mana, tapi mengawasi kemana-mana. 

Belum lagi dengan tambahan tadarusan dari juz pertama hingga juz ‘amma (juz terakhir). Tak lupa ada juga kajian tahsin untuk memperbaiki bacaan AlQuran para jamaah dari sang Ketua DKM sendiri, Ustadz Iman.

Secara keseluruhan pelayanan para marbot, juga panitia i’tikaf yang diadakan oleh DKM Alihsan termasuk lumayan memuaskan, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, para jamaah kebanyakan memaklumi. Itulah sebabnya pada hari terakhir program i’tikaf, ketua panitia dan sekaligus Ketua DKM Al Ihsan memberikn hadiah kenang-kenangan kepada semua jamaah yang terlibat dengan beragam kategori.


Mulai dari yang pertama kali hadir di awal bulan Ramadhan untuk i’tikaf, hingga yang berapa kali khatam AlQuran, atau hamaah yang tak pulang-pergi ke rumah atau keluar masjid, hingga hamaah yang paling kuda maupun jamaah yang paling sepuh, dengan usianya 83 tahun lebih.

Apakah kita akan jumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan?! Semoga insyaa Allah.

Taqaballahu minna waminkum, shiamana wa shiamakum. Taqabbal yaa Kariim. [■]

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur bksOL

أحدث أقدم
banner