Dari Eko Patrio, Pasha Ungu & Alex Ziblo Turun ke Lapangan, Bukan Kampanye Tapi Urus Masa Depan Anak2 Bekasi
Yang datang ke Bekasi International Soccer Field setidaknya ada yang berharap dengar lagu “Ungu”, eh malah dapat tontonan laga legenda dan peluncuran program sepak bola usia dini. Dari politisi sampai PSSI, semua tumplek blek demi satu tujuan: masa depan sepak bola anak-anak Bekasi.
Bukan cuma pelatih SSB yang hadir, deretan tokoh lintas sektor juga turun gunung—dari politisi sampai legenda sepak bola.
Ada Eko Patrio, Lukman Hakim, yang akrab dipanggil Alex Ziblo, lalu hadir pula Wakil Ketua Umum PAN Pasha Ungu, sampai Arya Sinulingga dari PSSI dan uniknya ada MC terkenal Rico Ceper. Semua lengkap. Tinggal wasit sama tukang cilok belum kelihatan.
Kegiatan coaching clinic Sekolah Sepak Bola (SSB) ini bukan sekadar teori sambil kipas-kipas.
Para pelatih dan pengelola SSB digembleng serius demi satu misi mulia: mencetak bibit pesepak bola sejak usia dini, bukan bibit utang atau bibit konflik. Kolaborasi strategis pun digelar, dengan Bekasi ditunjuk sebagai titik start-nya.
Suasana makin panas (dalam arti positif) saat laga ekshibisi mempertemukan Tim MaPAN FC kontra Tim Liga Indonesia Legend.
Pertandingannya atraktif, penuh tawa, nostalgia, dan tentu saja—teriakan penonton yang sebagian masih berharap bisa masuk lapangan meski cuma jadi ball boy dadakan.
Bukan jargon, tapi program nyata biar anak-anak punya akses olahraga sejak dini. Biar yang dikejar itu bola, bukan gadget melulu.
“Hari ini kami meluncurkan Program Satu Anak Satu Bola sebagai bagian dari penguatan pembinaan sepak bola usia dini. Program ini mendapat dukungan Fraksi PAN dan akan diperluas ke berbagai kota,” ujar Eko Patrio, disambut anggukan optimistis para pelatih dan orang tua.
Coaching Clinic ini sekaligus jadi peluit awal rangkaian program pembinaan yang dimulai dari Kota Bekasi dan siap touring ke daerah lain.
Program ini juga disinergikan langsung dengan sistem pembinaan PSSI di tiap wilayah, supaya metode latihan sejalan dengan standar nasional dan ekosistem sepak bola usia dini bisa tumbuh konsisten—bukan musiman kayak tren diet.
Bekasi pun kembali membuktikan diri: bukan cuma jago soal macet dan banjir, tapi juga siap jadi ladang subur lahirnya calon-calon bintang lapangan hijau masa depan. ⚽🔥 [■]

