MUI–KADIN Bergerak, Pemkot Bekasi Jangan Cuma Jadi Penonton Ekosistem Halal, Dinas Terkait Mana Geraknya?
bekasi-online.com | Rabu, 13 Mei 2026, 12:34 WIB | Why/DR
— KOTA BEKASI | Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Bekasi KH Saifuddin Siroj menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara ulama dan pelaku dunia usaha dalam mendorong lahirnya UMKM bersertifikasi halal di Kota Bekasi.
Hal itu disampaikan saat ditemui awak media BekasiOL pada kegiatan tasyakuran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bekasi, Rabu (13/5).
Menurut Saifuddin, kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Bekasi dan MUI Kota Bekasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas sekaligus daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.
Ia menjelaskan, sertifikasi halal saat ini tidak lagi dipahami semata sebagai kewajiban keagamaan, melainkan telah menjadi instrumen ekonomi yang mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM.
Melalui kerja sama tersebut, pelaku usaha yang tergabung dalam KADIN diharapkan memperoleh kemudahan akses pendampingan serta percepatan proses pengurusan sertifikasi halal.
Saifuddin Siroj menilai Kota Bekasi memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan industri halal, terutama pada sektor kuliner, makanan olahan, dan usaha rumahan.
Karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa edukasi, pembinaan, serta pendampingan teknis agar pelaku usaha mampu memenuhi standar sertifikasi halal secara optimal.
“Sinergi antara MUI dan Kadin penting agar UMKM di Kota Bekasi bisa naik kelas. Proses sertifikasi halal dipermudah sehingga masyarakat semakin yakin dan aman dalam mengonsumsi produk UMKM lokal,” ujarnya.
Melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara MUI Kota Bekasi dan KADIN Kota Bekasi, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM halal tumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah yang mampu meningkatkan kompetisi dan daya saing Kota Bekasi di tingkat regional maupun nasional. [■]
Reporter: Wahyu/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
Kolaborasi ulama dan pengusaha dinilai bisa membuka jalan baru bagi UMKM lokal. Namun warga menunggu keberpihakan nyata Pemkot Bekasi agar program halal tidak berhenti di seremoni dan spanduk kegiatan.
— KOTA BEKASI | Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Bekasi KH Saifuddin Siroj menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara ulama dan pelaku dunia usaha dalam mendorong lahirnya UMKM bersertifikasi halal di Kota Bekasi. Hal itu disampaikan saat ditemui awak media BekasiOL pada kegiatan tasyakuran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bekasi, Rabu (13/5).
Menurut Saifuddin, kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Bekasi dan MUI Kota Bekasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas sekaligus daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.
Ia menjelaskan, sertifikasi halal saat ini tidak lagi dipahami semata sebagai kewajiban keagamaan, melainkan telah menjadi instrumen ekonomi yang mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM.
Melalui kerja sama tersebut, pelaku usaha yang tergabung dalam KADIN diharapkan memperoleh kemudahan akses pendampingan serta percepatan proses pengurusan sertifikasi halal.
Saifuddin Siroj menilai Kota Bekasi memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan industri halal, terutama pada sektor kuliner, makanan olahan, dan usaha rumahan.
Karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa edukasi, pembinaan, serta pendampingan teknis agar pelaku usaha mampu memenuhi standar sertifikasi halal secara optimal.
“Sinergi antara MUI dan Kadin penting agar UMKM di Kota Bekasi bisa naik kelas. Proses sertifikasi halal dipermudah sehingga masyarakat semakin yakin dan aman dalam mengonsumsi produk UMKM lokal,” ujarnya.
Melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara MUI Kota Bekasi dan KADIN Kota Bekasi, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM halal tumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah yang mampu meningkatkan kompetisi dan daya saing Kota Bekasi di tingkat regional maupun nasional. [■]
Reporter: Wahyu/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
