Dirut BUMD Bongkar Isi Proyek Kuliner Kalimalang: Bukan Sekadar Lapak, Ada Standar Ketat & Kuota Warga Lokal
Tak ingin proyeknya dicap hanya jual sewa lapak, Direktur Utama PT Mitra Patriot (Perseroda) David Raharja buka-bukaan soal konsep Wisata Kuliner Kontainer Kalimalang. Dalam percakapan via telepon, ia beberkan penerapan SOP ketat, program pendampingan UMKM, hingga kuota khusus bagi pengusaha dan tenaga kerja warga sekitar.
Percakapan ini tindak lanjut dari agenda pertemuan David dengan sejumlah Anggota DPRD Kota Bekasi sehari sebelumnya, Kamis (22/01/2026), usai ia presentasikan rencana pengembangan Wiskul (Wisata Kuliner) Kontainer di Jalan KH Noer Ali (Kalimalang).
Dalam penuturannya, David membuka pembicaraan dengan menegaskan bahwa proyek tersebut tidak sekadar menyewakan lahan atau kontainer usaha.
Menurutnya, kawasan kuliner Kalimalang dirancang sebagai ruang ekonomi baru yang berstandar, tertata, dan memberi dampak langsung bagi warga sekitar.
BekasiOL kemudian menanyakan, bagaimana PT Mitra Patriot memastikan mutu produk dan keamanan pangan di kawasan kuliner tersebut.
David menjawab bahwa aspek kualitas dan higienitas menjadi perhatian utama manajemen. Ia menyebut, sejak tahap perencanaan, PT Mitra Patriot telah menyiapkan sistem pengendalian yang ketat bagi seluruh tenant yang akan beroperasi.
"PT Mitra Patriot telah menetapkan sistem pengendalian yang komprehensif untuk memastikan semua usaha kuliner di kawasan mengikuti standar yang berlaku," kata Dirut PTMP, David Raharja kepada bekasiOL lewat Kontak WhatsApp, Jumat (23/01/2026).
Ia kemudian bertutur bahwa sistem tersebut tidak bersifat simbolik. Manajemen akan melakukan pemantauan operasional tenant secara berkala, menyelenggarakan pelatihan khusus terkait keamanan pangan (food safety), serta menyusun panduan operasional standar (SOP) yang wajib dipatuhi seluruh pengusaha kuliner di kawasan itu.
Standarisasi ini, lanjut David, bukan hanya untuk melindungi konsumen, tetapi juga untuk membangun kepercayaan publik terhadap Wisata Kuliner Kalimalang sebagai destinasi yang aman, nyaman, dan layak menjadi ikon baru Kota Bekasi.
Percakapan berlanjut pada pertanyaan BekasiOL terkait dukungan PT Mitra Patriot terhadap pelaku UMKM. Apakah proyek ini hanya menyediakan fasilitas fisik, atau ada program lanjutan bagi para pengusaha?
Menanggapi hal itu, David menegaskan bahwa PT Mitra Patriot tidak berhenti pada penyediaan kontainer usaha yang estetik.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya juga menyiapkan program inkubasi bisnis agar UMKM benar-benar naik kelas dan berdaya saing.
"Kami tidak hanya menyediakan tempat usaha, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas para pengusaha," tegas David.
Ia lalu menguraikan bentuk dukungan tersebut, mulai dari penyelenggaraan lokakarya kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi kemitraan dengan brand lokal terkemuka.
Selain itu, pembinaan pengembangan produk juga disiapkan agar pelaku UMKM mampu menyesuaikan diri dengan selera pasar dan standar industri kuliner.
BekasiOL juga menyinggung isu sosial yang kerap muncul dalam proyek pengembangan kawasan usaha: sejauh mana masyarakat sekitar dilibatkan dan mendapat manfaat langsung.
Menjawab hal tersebut, David sebutkan bahwa sejak awal pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat di lingkungan sekitar Kalimalang.
Baginya, keberadaan Wisata Kuliner Kontainer harus memberi multiplier effect bagi warga di tingkat RT dan RW.
"Kami akan memberikan kuota khusus bagi pengusaha kuliner lokal dan prioritas pekerjaan bagi warga sekitar." tambahnya.
Menurut David, kebijakan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus upaya menjaga kondusivitas lingkungan.
David juga memastikan pembangunan kawasan Wisata Kuliner Kalimalang akan menyediakan 87 unit kontainer usaha guna menghidupkan sektor ekonomi kreatif di Kota Bekasi.
Proyek strategis sepanjang 1,5 kilometer ini bertujuan untuk mentransformasi bantaran sungai menjadi destinasi wisata kuliner unggulan yang terintegrasi dengan pelaku UMKM lokal.
Pengelola membagi alokasi unit tersebut menjadi dua kategori, yakni 75 unit untuk penyewa reguler (jenama besar) dan 12 unit khusus bagi pelaku UMKM dengan rekam jejak yang teruji.
Warga Bekasi pun diajak untuk mendukung UMKM lokal dengan berwisata kuliner di dalam kota—dari Bekasi, oleh Bekasi, untuk Bekasi. [■]
Menutup perbincangan, David menekankan bahwa Wisata Kuliner Kontainer Kalimalang diproyeksikan menjadi ikon wisata kuliner baru di Kota Bekasi, yang bukan hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sinergi antara BUMD, pelaku usaha, dan masyarakat, kata dia, menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini.
Warga Bekasi pun diajak untuk mendukung UMKM lokal dengan berwisata kuliner di dalam kota—dari Bekasi, oleh Bekasi, untuk Bekasi. [■]

