Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Dari Wajan ke Sertifikat: Chef BNSP Siap Buktikan Masak Itu Ada Ilmunya

iklan banner AlQuran 30 Juz

Pelatihan & Sertifikasi Chef BNSP Dorong Standarisasi Kompetensi Program Gizi di Setiap Dapur SPPG

bekasi-online.com | Ahad, 15 Maret 2026, 13:44 WIB | Why/Her

BEKASI | Upaya meningkatkan profesionalisme tenaga dapur terus dilakukan melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bekerja sama dengan Pasatama Institute.

Kegiatan yang berlangsung di Amaroossa Grande Hotel Kota Bekasi, Minggu (15/3), ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai daerah dengan latar belakang profesi kuliner yang beragam.

Program pelatihan dan sertifikasi tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya standarisasi kompetensi tenaga dapur, sekaligus memastikan para pelaku kuliner memiliki kemampuan yang terukur dan diakui secara nasional.

Melalui proses asesmen dan pelatihan yang sistematis, para peserta dibekali pengetahuan serta praktik kerja dapur yang mengedepankan prinsip higienitas, keamanan pangan, manajemen dapur, serta teknik pengolahan makanan yang sesuai standar industri.

Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kuliner, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung berbagai program pelayanan publik yang berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat.

Dengan adanya tenaga dapur yang tersertifikasi, kualitas pengelolaan makanan diharapkan semakin profesional, terstandarisasi, dan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara lebih baik.

Salah satu peserta yang mengikuti pelatihan tersebut adalah Usep Warman, tenaga dapur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Dia mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi pelatihan hingga proses uji kompetensi yang menjadi bagian dari sertifikasi profesi.

Menurut Usep, pelatihan ini memberikan banyak pengetahuan baru terkait tata kelola dapur yang baik dan benar, terutama dalam hal menjaga kebersihan, keamanan bahan pangan, serta teknik pengolahan makanan yang sesuai standar kesehatan.

Ia menilai sertifikasi chef tidak hanya menjadi pengakuan terhadap keterampilan individu, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab profesional dalam menjalankan program pelayanan kepada masyarakat.

Melalui sertifikasi chef ini kita menunjukkan bahwa para pelaksana di lapangan memiliki kompetensi yang jelas dan terukur. Ini menjadi bukti bahwa kita mampu menjalankan program negara dengan baik serta memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat,” ujar Usep.

Lebih lanjut, Usep menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia di dapur pelayanan gizi merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan berbagai program pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program gizi tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan makanan, tetapi juga pada kemampuan tenaga dapur dalam mengolah dan menyajikan makanan yang sehat, aman, dan memenuhi standar nutrisi.

Karena itu, ia mendorong para tenaga dapur SPPG di berbagai daerah agar memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang difasilitasi oleh lembaga resmi seperti BNSP. 

Dengan semakin banyaknya tenaga dapur yang tersertifikasi, diharapkan sistem pelayanan gizi masyarakat dapat berjalan lebih profesional, tertata, dan berkelanjutan.

Bagi rekan-rekan yang belum mengikuti sertifikasi, saya mengajak untuk ikut serta dalam program ini. Sertifikasi menjadi salah satu bentuk komitmen profesional kita dalam mendukung program negara sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi chef ini juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat ekosistem profesi kuliner di Indonesia.

Melalui standarisasi kompetensi yang jelas, para pelaku usaha dan tenaga dapur diharapkan mampu bersaing secara profesional sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan pangan, baik di sektor industri maupun dalam program-program sosial pemerintah.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak tenaga kuliner yang memiliki sertifikasi kompetensi resmi, sehingga kualitas pengelolaan dapur, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan gizi masyarakat, dapat terus meningkat secara berkelanjutan. [■]

Reporter: Wahyu/Hery - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post