Bukan Sekadar Masak: Chef Affan Ajak Relawan MBG Lulus Ujian Higiene, Biar Dapur Aman & Perut Tenang
bekasi-online.com | Sabtu, 14 Maret 2026, 13:05 WIB | Why/DR
Kalau seorang chef atau helper sudah memiliki sertifikasi, mereka biasanya lebih percaya diri dan lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Sertifikat itu menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami standar keamanan pangan
— BEKASI | Kegiatan pelatihan dan sertifikasi sanitasi higiene bagi relawan dapur MBG (Mitra Bantu Gizi) sukses dilaksanakan dengan lancar di Lantai 5, Hotel Amaroossa Grande Kota Bekasi, Sabtu (14/3/2026) hingga Ahad (15/3/2026).Kegiatan ini diikuti oleh hampir 10 peserta yang terdiri dari chef dan helper dapur, dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai standar kebersihan, keamanan, dan pengolahan pangan yang baik di dapur pelayanan masyarakat.
Pelatihan ini memberikan pembekalan kepada para peserta terkait prinsip-prinsip sanitasi dan higiene pangan, mulai dari pengelolaan bahan baku, pengendalian suhu makanan, hingga prosedur penanganan makanan yang aman.
Pelatihan ini memberikan pembekalan kepada para peserta terkait prinsip-prinsip sanitasi dan higiene pangan, mulai dari pengelolaan bahan baku, pengendalian suhu makanan, hingga prosedur penanganan makanan yang aman.
Materi tersebut dinilai sangat penting mengingat masih ditemukannya sejumlah kejadian yang tidak diinginkan terkait keamanan pangan di berbagai daerah.
Salah satu penggerak kegiatan ini, Chef Affan yang akrab disapa Babe Uban, menegaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah penting untuk memastikan dapur MBG mampu menjalankan standar keamanan pangan secara profesional.
Menurutnya, pelatihan ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga agar para peserta mampu menularkan pengetahuan tersebut kepada para relawan lain di dapur MBG.
“Alhamdulillah hari ini pelatihan dan sertifikasi berjalan lancar dengan peserta hampir 10 orang. Tujuan utamanya agar para sahabat MBG, baik chef maupun helper, memahami dan menjalankan standar sanitasi higiene pangan dengan baik." kata Chef Affan.
Salah satu penggerak kegiatan ini, Chef Affan yang akrab disapa Babe Uban, menegaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah penting untuk memastikan dapur MBG mampu menjalankan standar keamanan pangan secara profesional.
Menurutnya, pelatihan ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga agar para peserta mampu menularkan pengetahuan tersebut kepada para relawan lain di dapur MBG.
“Alhamdulillah hari ini pelatihan dan sertifikasi berjalan lancar dengan peserta hampir 10 orang. Tujuan utamanya agar para sahabat MBG, baik chef maupun helper, memahami dan menjalankan standar sanitasi higiene pangan dengan baik." kata Chef Affan.
"Harapannya mereka juga bisa mengarahkan para relawan di dapur agar terhindar dari keracunan makanan atau kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Chef Affan yang juga merupakan perwakilan dari ICA (Indonesian Chef Association).
Ia juga menambahkan bahwa kepemilikan sertifikasi memberikan dampak positif terhadap profesionalitas para pelaku dapur.
Ia juga menambahkan bahwa kepemilikan sertifikasi memberikan dampak positif terhadap profesionalitas para pelaku dapur.
“Kalau seorang chef atau helper sudah memiliki sertifikasi, mereka biasanya lebih percaya diri dan lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Sertifikat itu menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami standar keamanan pangan,” tambahnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diingatkan kembali mengenai berbagai standar teknis penting, seperti batas suhu makanan, penanganan bahan baku, serta prosedur penyimpanan yang benar.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diingatkan kembali mengenai berbagai standar teknis penting, seperti batas suhu makanan, penanganan bahan baku, serta prosedur penyimpanan yang benar.
Hal-hal tersebut kerap menjadi tantangan bagi para relawan karena banyaknya detail teknis yang harus diingat.
“Biasanya tantangannya ada di hafalan, misalnya soal suhu makanan atau bahan baku. Tapi dengan pelatihan ini mereka diingatkan kembali sehingga lebih ringkas dan mudah dipahami,” jelasnya.
Chef Affan juga mengimbau kepada para relawan dapur MBG yang belum memiliki sertifikasi untuk segera mengikuti pelatihan serupa.
“Biasanya tantangannya ada di hafalan, misalnya soal suhu makanan atau bahan baku. Tapi dengan pelatihan ini mereka diingatkan kembali sehingga lebih ringkas dan mudah dipahami,” jelasnya.
Chef Affan juga mengimbau kepada para relawan dapur MBG yang belum memiliki sertifikasi untuk segera mengikuti pelatihan serupa.
Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan bukti bahwa seseorang memiliki kompetensi dalam menjaga sanitasi dan higiene pangan.
“Saya berharap teman-teman chef dan relawan yang belum memiliki sertifikasi segera mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi profesi." ungkap Chef Affan.
“Saya berharap teman-teman chef dan relawan yang belum memiliki sertifikasi segera mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi profesi." ungkap Chef Affan.
"Ini penting bukan hanya untuk kegiatan dapur MBG, tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari. Sertifikat itu menandakan bahwa kita sudah menguasai materi tentang sanitasi dan higiene pangan,” tuturnya lagi.
Melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan pengelolaan dapur MBG dapat berjalan lebih profesional, aman, dan mampu memberikan layanan pangan yang berkualitas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen para relawan dalam menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan. [■]
Reporter: Wahyu - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
Melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan pengelolaan dapur MBG dapat berjalan lebih profesional, aman, dan mampu memberikan layanan pangan yang berkualitas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen para relawan dalam menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan. [■]
Reporter: Wahyu - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
