Mukota VI Jadi Momentum Rekonsiliasi Pengusaha Setelah Efek Gempa Politik Organisasi dari Pusat Sampai Daerah
Musyawarah Kota VI KADIN Kota Bekasi terasa seperti reuni keluarga besar yang lama bertengkar gara-gara rebutan remote TV. Setelah konflik dualisme sejak 2024 yang ikut menyeret banyak daerah, para pelaku usaha akhirnya memilih berdamai dan kembali fokus pada urusan ekonomi. Qadar Ruslan Siregar ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua baru, sementara pemerintah berharap KADIN tak lagi sibuk adu stempel organisasi.
— KOTA BEKASI | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi, Qodar Ruslan Siregar, yang akrab dipanggil Bang QRS menegaskan bahwa proses rekonsiliasi internal organisasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat peran dunia usaha terhadap pembangunan daerah.Ia menyampaikan, KADIN Kota Bekasi kini telah memiliki struktur pengusahaan yang solid, kuat, dan tangguh sebagai prasyarat utama membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya.
Lihat juga: Andi Zabidi: Ini Kronologis Kenapa Konflik Internal KADIN di Tiap Daerah Khususnya Kota Bekasi Akhirnya Bisa Selesai Damai?
Menurutnya, dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, Kota Bekasi menjadi satu-satunya daerah yang berhasil menuntaskan rekonsiliasi antar unsur organisasi Kadin di tingkat lokal.
Baca juga: Calon Tunggal, Tapi Bukan Kaleng-Kaleng! QRS Siap ‘Gas’ Satukan Pengusaha Bekasi
Pencapaian tersebut dinilai sebagai langkah besar yang tidak mudah, karena membutuhkan kepemimpinan yang matang, jiwa besar, serta kesabaran dalam menyatukan berbagai kepentingan yang sebelumnya berjalan terpisah.
Baca juga: Jawadul Akbar: Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Bekasi yang Naik Kelas
QRS menjelaskan, rekonsiliasi bukan sekadar penyatuan struktur organisasi, tetapi juga proses membangun kembali kepercayaan dan komitmen bersama demi menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Struktur organisasi yang telah disepakati kini menjadi landasan bagi penguatan peran Kadin sebagai mitra strategis pembangunan Kota Bekasi.
Dalam rangka memastikan keberlanjutan proses tersebut, Kadin Kota Bekasi juga membentuk kepengurusan prematur dengan komposisi yang mengakomodasi berbagai unsur dan kekuatan organisasi.
Baca juga: Dari UMKM sampai Konglomerat Diajak Ngumpul Satu Meja, Dualisme Bubar—KADIN Bekasi Siap Naik Kelas!
Ia menilai keberagaman komposisi tersebut menjadi modal sosial penting untuk menjaga stabilitas organisasi sekaligus memperkuat pelayanan terhadap pelaku usaha.
Rekonsiliasi yang telah tercapai diharapkan mampu mendorong Kadin hadir lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Ke depan, QRS optimistis dalam lima tahun mendatang Kadin Kota Bekasi akan tampil lebih solid dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Penguatan organisasi diyakini akan berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan komunitas pengusaha di Kota Bekasi. [■]
Reporter: Wahyu/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
Baca juga: Waka KADIN Jabar Minta KADIN Kota Level Up, Buka Akses UMKM & Stop Kesan Proyek “Muter-Muter Doang!"
Penguatan organisasi diyakini akan berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan komunitas pengusaha di Kota Bekasi. [■]
Reporter: Wahyu/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
Tags
Bekasi
Daerah
KADIN
KADIN Kota Bekasi
Ketua KADIN
Ketua KADIN Kota Bekasi
Kota
Kota Bekasi
Qadar Ruslan Siregar
QRS

