Walimatussafar ASN Digelar, Ibadah Haji Diharapkan Perkuat Etos Pengabdian ASN
bekasi-online.com | Rabu, 6 Mei 2026, 19:57 WIB | Why/DR
— KOTA BEKASI | Suasana haru, khidmat, sekaligus penuh harapan dan doa menyelimuti Plaza Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Rabu (6/5/2026) malam. Ba'da sholat Isya' berjamaah para ASN dan pejabat OPD beserta jamaah wanita di shaf sebelah kiri, termasuk wakil walikota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe di shaf terdepan sholat berjamaah, sementara walikota Bekasi masih dalam perjalanan di ruang kerjanya.
Momentum ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan menjadi simpul doa, harapan, dan tanggung jawab kolektif—baik bagi para ASN yang akan berhaji maupun bagi jalannya roda pemerintahan selama kepala daerah menunaikan ibadah.

Di tengah gelaran Walimatussafar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) calon jamaah haji, perhatian juga tertuju pada keberangkatan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahjono bersama sang istri, Wiwiek Hargono alias Dwi Setyowati, ke Tanah Suci.

Di sisi lain, Wakil Walikota Bekasi Abdul Harris Bobihoe bersama jajaran pejabat eselon menegaskan kesiapan mereka untuk tetap menjaga stabilitas pelayanan publik.
Para ASN menyadari bahwa kepergian Walikota ke Tanah Suci bukanlah jeda pemerintahan, melainkan ujian profesionalitas birokrasi.
“Ini menjadi momentum pembuktian bahwa sistem pemerintahan tetap berjalan solid. Kami memastikan seluruh pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujar salah satu pejabat eselon yang hadir dalam kegiatan tersebut.
"Kan gak bisa juga kalau kami berdua berangkat haji bersama. Gak boleh lah, pimpinan puncak bersama-sama ke tanah suci," jelas H. Abdul Harris Bobihoe saat ditanya awak media, kenapa tidak ke tanah suci tahun ini bersama walikota.
Walimatussafar sendiri berlangsung selepas salat magrib hingga malam hari, dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan.
Tausiyah yang disampaikan KH Zidan Fikri memperkuat dimensi spiritual acara, mengingatkan para calon jamaah tentang pentingnya niat, kesabaran, dan tanggung jawab moral sebagai representasi pemerintah daerah.
Seluruh peserta yang hadir mengenakan busana muslim berwarna putih—sebuah simbol kesederhanaan sekaligus pengingat akan kesucian niat dalam menjalankan rukun Islam kelima.
Bagi kalangan ASN, kegiatan ini memiliki makna lebih dalam. Selain sebagai pembekalan rohani, Walimatussafar juga menjadi refleksi tentang integritas dalam bekerja.
Harapannya, sepulang dari Tanah Suci, para ASN dapat membawa nilai-nilai spiritual yang lebih kuat dalam pelayanan publik.
Sementara itu, doa mengalir tidak hanya untuk para ASN calon jamaah haji, tetapi juga secara khusus untuk Walikota Bekasi.
Berbagai lapisan masyarakat Kota Bekasi—mulai dari tokoh agama, komunitas, hingga warga biasa—menyampaikan harapan agar perjalanan ibadah Tri Adhianto Tjahjono dan keluarga diberikan kelancaran serta memperoleh predikat haji yang mabrur.
“Semoga beliau dan seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan, serta kembali membawa keberkahan bagi Kota Bekasi,” ujar master ceremony yang kemudian dilanjutkan dengan dzikir bersama dipimpin oleh KH. Abubakar Rahziz, kemudian dilanjutkan dengan hiburan marawis Tim Hadroh Al Bahri.
Di tengah nuansa religius ini, tersirat pesan kuat: pemerintahan yang baik tidak hanya ditopang oleh struktur dan sistem, tetapi juga oleh nilai spiritual, keikhlasan, dan kebersamaan.
Ketika pemimpin menjalankan ibadah, aparatur tetap menjaga amanah. Dan ketika doa dipanjatkan, harapan akan Kota Bekasi yang lebih baik ikut disematkan.
Dalam sambutannya Tri Adhianto katakan, bahwa jika berjumpa dengan dirinya di tanah suci, tak perlu lagi memanggilnya "Pak Wali...!"
"Jangan nanti ketemu saya di tanah suci, jangan lagi panggil saja Pak Wali. Cukup 'Hajji... Atau Hajja... Hajja... Harik.. Harik..!' dikarenakan kita di sana akan sama-sama mengenakan ihram sebagai hamba untuk menunaikan ibadah haji!" ujar Tri Adhianto.
Ucapannya berdasarkan pengalamannya ke tanah suci sebelumnya, dimana setiap jamaah dipanggil oleh Asykar dengan sebutan Hajji dan diminta segera bergerak jangan hanya duduk diam di tengah jalur thawaf, dengan perintah "Harik...! Yaa Hajj, Harik!" artinya, wahai Jamaah haji, bergerak- bergerak!"
Selanjutnya setelah sambutan Walikota Tri diikuti ceramah nasihat dari KH. Zidan Fikri, SS. MA. "Itu bagian terpal yang jamaah kosong di belakang, semoga diisi oleh jamaah malaikat..." buka Zidan Fikri memulai tausiyahnya. [■]
