iklan banner AlQuran 30 Juz iklan header 1 iklan header2 iklan header banner3
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Bus TransPatriot Dilelang, Isinya Tinggal Rumput, Rongsokan dan Utang

banner

Dirut PTMP Buka Fakta 29 Bus TransPatriot Mangkrak, Lebih Mirip Besi Tua Ketimbang Armada


Polemik pelelangan bus TransPatriot akhirnya dibedah tuntas oleh Direktur Utama PT Mitra Patriot yang mengungkap bahwa armada kebanggaan itu sudah lama mangkrak, kehilangan onderdil, bahkan ditumbuhi rumput, sementara perusahaan justru menanggung utang dan beban keuangan warisan manajemen lama.

 — KOTA BEKASI | Direktur Utama PT Mitra Patriot (Dirut PTMP), David Rahardja, menegaskan bahwa pelelangan armada Bus TransPatriot dilakukan setelah pergantian manajemen sebagai langkah penyelamatan aset dan penyehatan keuangan perusahaan.

Manajemen baru, kata David, menerima kondisi perusahaan dalam keadaan berat, mulai dari armada bus yang tidak terawat dan hampir mangkrak, hingga beban utang dan kerugian yang menekan keuangan BUMD tersebut.

Menurut David, keputusan melelang bus bukan langkah instan, apalagi berbasis kepentingan pribadi. Pelelangan justru dipilih sebagai solusi paling rasional untuk mencegah kerugian yang terus membesar akibat aset yang tak lagi produktif.

Prosesnya dilakukan melalui balai lelang swasta karena dinilai lebih efisien dan berbiaya lebih rendah dibandingkan badan lelang negara, tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan kepatuhan terhadap aturan.

Manajemen PTMP, lanjut David, juga telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Walikota Bekasi selaku pemegang saham sebagai bentuk koordinasi dan persetujuan sebelum proses lelang berjalan.


Pernyataan ini disampaikan David di tengah polemik publik terkait pelelangan 29 unit bus TransPatriot yang belakangan ramai disorot.

Ia pun membantah keras tudingan adanya penyimpangan maupun keuntungan pribadi dalam proses tersebut.

"Saya jamin, saya pastikan, manajemen Mitra Patriot zaman saya, tidak ada mengambil satu rupiah pun terkait dari penjualan nilai lelang," tegas David.

Warisan Masalah dari Manajemen Lama
David menjelaskan, sejak resmi menjabat pada Juli 2025, ia tidak mewarisi aset positif, melainkan sederet persoalan lama yang harus segera ditangani.

Di antaranya utang ke DAMRI senilai Rp 840 juta, tunggakan gaji karyawan manajemen sebelumnya, kewajiban pajak, serta biaya sewa lahan.

"Bus itu faktanya sudah mangkrak sejak 2023 di era manajemen lama. Begitu saya menjabat, langkah pertama adalah pengecekan aset," ujarnya.

Hasil pengecekan menunjukkan kondisi armada jauh dari layak. Dari total 29 unit bus yang tersebar di Bantar Gebang, Teluk Pucung, dan Kemayoran, lebih dari 70 persen dalam kondisi rusak berat.

Sejumlah komponen vital seperti aki, speedometer, gardan, hingga as roda diketahui hilang. Bahkan, pada beberapa unit, bagian dalam bus sudah ditumbuhi rumput.

"Sepintas saya melihat sudah seperti besi tua. Tapi biar bagaimanapun ini aset BUMD yang harus diselamatkan," kata David.

Proses Lelang dan Penurunan Nilai Aset
David menuturkan, tahapan pelelangan telah dilalui sesuai prosedur.

Setelah izin dari Walikota dan rapat lintas OPD, PTMP juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan mengingat bus tersebut merupakan hibah tahun 2018.

"Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan mengingat bus tersebut merupakan hibah tahun 2018. Kemenhub menyatakan masa hibah sudah selesai sehingga tidak perlu mengeluarkan surat persetujuan," jelas David.

Penilaian aset dilakukan melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dengan nilai appraisal awal di kisaran Rp 170–175 juta per unit.

Namun saat balai lelang iBid Astra melakukan pengecekan lapangan, nilai bus justru turun menjadi sekitar Rp 150 juta per unit akibat kondisi detail yang jauh lebih parah dari perkiraan awal.

"Ada semua videonya kalau mau. As roda hilang, baut-baut hilang, aki hilang, speedometer dicopot, gardan dicopot. Di dalam mobilnya sudah tumbuh rumput," paparnya.

Laku 10 Unit, Sisanya Masih Menunggu Pembeli
Sejak dilelang pada November hingga Desember 2025, dari 29 unit bus yang ditawarkan, baru 10 unit yang berhasil terjual, dengan 9 unit di antaranya sudah lunas dibayar. Sementara 19 unit lainnya masih belum laku meski sudah 12 kali tayang lelang.

"Menurut pembeli, sparepartnya susah dicari. Mereka juga hitung-hitungan biaya perbaikan. Kalau beli Rp 150 juta, perbaikan Rp 60 juta, jadi modal Rp 210 juta," ujarnya.

Hasil penjualan 9 unit bus yang telah dibayar, sekitar Rp 1,35 miliar, digunakan untuk melunasi utang Damri sebesar Rp 840 juta.

Sisa dana dialokasikan untuk membayar tunggakan gaji mantan karyawan manajemen lama yang totalnya mencapai sekitar Rp 900 juta untuk 10 orang.

Namun David menegaskan, pembayaran dilakukan secara selektif dan memprioritaskan karyawan level bawah seperti OB, sopir, dan admin, dengan catatan dapat membuktikan status kepegawaian serta kehadiran kerja.

Bantah Isu Gaji dan Tuduhan Hoaks
David juga menepis isu yang menyebut gaji karyawan aktif PTMP saat ini tertunggak. Ia menegaskan, pembayaran gaji selalu dilakukan sebelum akhir bulan dan bahkan sempat dimajukan menjelang libur Natal dan Tahun Baru.


"Kalau ada yang bilang gaji karyawan tertunggak di manajemen saya, itu fitnah. Saya bahkan menalangi BPJS hampir Rp 200 juta dan gaji karyawan bulan Juli-September dari kantong pribadi," ungkapnya.

Menanggapi tudingan bahwa pelelangan dilakukan secara tidak transparan, David menyebut isu tersebut sebagai informasi keliru yang berkembang akibat ketidakpuasan sejumlah pihak terhadap susunan manajemen baru.

Menurutnya, kondisi PTMP saat ini menuntut personel yang siap bekerja di tengah keterbatasan dan beban masa lalu, sehingga tidak semua pihak mampu atau siap menjalankan tugas di perusahaan tersebut.

"Tolong dong diapresiasi. Saya bukan anti kritik, tapi faktanya harus diketahui dulu. Bukan tahu-tahu ada penjualan, langsung dituduh ada cuan-cuan. Tidak ada satu rupiah pun masuk kantong pribadi," tegasnya.

David berharap, langkah pelelangan dan penyelesaian kewajiban lama dapat menjadi titik balik bagi PT Mitra Patriot untuk keluar dari keterpurukan dan mulai fokus mengembangkan usaha sesuai penyertaan modal yang diterima dari Pemerintah Kota Bekasi. [■] 

Reporter: Wahyu / SitiAminah Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
👁️ Artikel ini telah dilihat oleh : 0 views.

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post
banner iklan BksOL