iklan banner AlQuran 30 Juz
iklan banner gratis
iklan header iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Musim Banjir, Warga Bekasi Waspada Hewan Berbisa

Aktivis Lingkungan Bongkar Mitos Garam, Bahas Ular Mematikan, dan Kesalahan Warga yang Sering Berujung IGD


Firman Ugama: Kalau Anda melihat ular di rumah saat banjir, jangan dulu panik dan jangan sok berani. Ini bukan cerita horor WhatsApp Group RT, tapi fenomena alam yang setiap tahun menelan korban. Sayangnya, banyak warga Bekasi masih salah kaprah menghadapi ular berbisa—dan itu bisa berakhir fatal.

 — KOTA BEKASI | Musim hujan yang memicu banjir di sejumlah wilayah Kota Bekasi turut meningkatkan munculnya hewan berbisa, khususnya ular, di permukiman warga.

Kondisi ini sejalan dengan siklus alam karena periode Januari hingga Maret merupakan musim menetasnya ular.

Aktivis lingkungan sekaligus Humas Patriot Fauna, Firman Ugama, menyebut kemunculan ular saat banjir adalah hal wajar.

Habitat mereka terganggu. Saat air naik, ular mencari tempat yang lebih kering, termasuk rumah warga,” jelasnya saat memberikan edukasi kepada masyarakat, Sabtu (24/01).

Kenali Jenisnya, Jangan Panik

Firman menegaskan tidak semua ular berbahaya. Piton (python) tidak berbisa, berbeda dengan kobra yang memiliki bisa mematikan dan perlu kewaspadaan ekstra.

Yang sering menimbulkan korban itu kobra. Jadi penting mengenali jenisnya,” ujarnya.

Mitos Garam Dipatahkan

Ia juga meluruskan mitos yang masih beredar. “Menabur garam untuk mengusir ular itu mitos. Ular tidak bereaksi terhadap garam,” tegas Firman.

Cara Aman Jika Ular Masuk Rumah

Firman mengimbau warga tidak bertindak gegabah:
  • Jika situasi aman dan ular kecil: gunakan sapu dan ember untuk menggiring keluar, lalu hubungi komunitas rescue.
  • Jika ular besar (terutama piton): jangan mencoba menangkap sendiri, segera hubungi Damkar.

Jangan Bunuh Biawak

Perburuan biawak justru memperparah masalah.

Biawak adalah predator alami ular—pemakan telur dan anak ular. Jika diburu, populasi ular bisa tak terkendali,” katanya.

Data Nasional Mengkhawatirkan

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, tercatat lebih dari 8.700 kasus gigitan ular di Indonesia dengan 25 korban meninggal dunia.

Lebak, Banten mencatat 62 kasus (11 meninggal), sementara Kabupaten Sukabumi mencatat 44 kasus dalam dua tahun terakhir.

Minimnya edukasi dan keterbatasan serum antibisa (polivalen)—yang belum tentu tersedia di semua rumah sakit—menjadi faktor risiko utama.

Pemerintah Diminta Hadir

Firman mendorong pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk turun langsung ke kelurahan dan kecamatan melakukan edukasi.

Jangan hanya komunitas yang bergerak. Pemerintah harus hadir dan serius,” ujarnya.

Sebagai catatan, Firman memiliki rekam jejak kuat di konservasi reptil. Pada 2011, ia tercatat berhasil mengembangbiakkan African Rock Python untuk pertama kalinya di Indonesia, dilakukan di Kota Bekasi.

Untuk edukasi dan konsultasi, masyarakat dapat menghubungi akun komunitas resmi atau Instagram: @Firmanugamaa[■] 

Reporter: NMR Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL

Chief Editor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post