iklan banner
iklan header banner
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Bekasi Utara & Medan Satria 2026

iklan banner AlQuran 30 Juz

Musrenbang Bekasi Utara–Medan Satria: Saat Warga Menitip Harap, DPRD Diminta Tak Sekadar Mendengar


Kehadiran Ketua DPRD Kota Bekasi Dr. Sardi Efendi jadi penegas bahwa usulan warga bukan sekadar daftar, tapi janji pembangunan yang harus dikawal hingga anggaran. Bagi warga Bekasi Utara dan Medan Satria, Musrenbang bukan seremoni tahunan, melainkan ruang menitipkan kebutuhan riil—dari jalan rusak, banjir, hingga fasilitas publik—yang kini ditunggu realisasinya.

 — BEKASI | Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Kecamatan Bekasi Utara dan Medan Satria yang digelar di BSI Convention Center, Rabu (4/2/2026), kembali menjadi panggung harapan bagi warga di dua wilayah padat tersebut.
Bagi masyarakat, forum ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan ruang strategis untuk memastikan kebutuhan dasar lingkungan mereka benar-benar masuk dalam daftar prioritas pembangunan kota.


Kehadiran Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M, memberi pesan tersendiri: bahwa aspirasi warga yang disampaikan melalui Musrenbang tidak berhenti di meja notulen, tetapi harus dikawal hingga meja penganggaran.

Dalam forum yang mempertemukan unsur pemerintah, legislatif, dan masyarakat itu, Sardi menekankan pentingnya kejelasan penetapan usulan prioritas dari masing-masing kecamatan.


Perlu dipastikan, apakah yang ditetapkan itu 10 atau 20 usulan prioritas. Jika sudah diputuskan 20, silakan segera disampaikan ke DPRD agar dapat kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Di mata warga Bekasi Utara dan Medan Satria, kejelasan angka prioritas sangat menentukan nasib usulan—apakah benar-benar dikerjakan, ditunda, atau hilang dalam tumpukan dokumen perencanaan.

Selama ini, persoalan klasik seperti banjir lingkungan, perbaikan drainase, kemacetan jalan penghubung, hingga kebutuhan ruang terbuka dan fasilitas pendidikan masih menjadi daftar panjang aspirasi masyarakat.


Karena itu, menurut Sardi, konsistensi antara jumlah usulan yang disepakati di tingkat kecamatan dengan dokumen yang diajukan ke DPRD menjadi krusial.

Dengan data yang terstruktur dan skala prioritas yang jelas, DPRD dapat mengawal usulan tersebut secara optimal, baik dalam pembahasan rencana kerja pemerintah daerah maupun dalam penetapan anggaran.

Ia juga mendorong percepatan koordinasi antara pemerintah kecamatan dan legislatif. Langkah ini dinilai strategis agar proses perencanaan tidak berlarut, sementara kebutuhan warga terus mendesak untuk segera direalisasikan.


Sinergi yang kuat, lanjutnya, diharapkan mampu melahirkan program pembangunan yang tidak hanya tertulis rapi di dokumen, tetapi juga benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Bagi warga Bekasi Utara dan Medan Satria, Musrenbang tahun ini menyisakan satu harapan sederhana: agar setiap usulan yang diperjuangkan dari tingkat RW hingga kecamatan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjelma jadi pembangunan nyata di lingkungan mereka. [■] 

Reporter: Wahyu / Hery / NMR Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post