Air Datang Tak Diundang, Bantuan Datang Bikin Haru: Cerita Polos Pak Mamat dari Muara Gembong, Bekasi Utara
Banjir boleh merendam rumah, tapi tak merendam rasa syukur warga. Salah satu warga, Pak Mamat (54) yang terharu saat Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri turun langsung membagikan sembako ke kawasan terdampak.
Pak Mamat (54), warga terdampak banjir di kawasan pesisir Bekasi Utara, mengaku kaget sekaligus terharu saat menerima bantuan sembako dari jajaran Polda Metro Jaya. Dengan logat Betawi pinggiran dan kepolosannya, ia berkali-kali mengucap syukur.
“Ya Allah… saya mah orang kecil, Pak. Rumah kebanjiran, kerja juga kehambat. Pas dapet sembako dari Pak Kapolda, rasanya kaya diperhatiin banget. Terima kasih, Pak Polisi…,” ucapnya polos, matanya masih sembab menahan haru.
Bagi Pak Mamat, bantuan tersebut bukan semata soal isi paketnya, tapi tentang rasa hadirnya negara di tengah kesusahan rakyat. Ia bercerita, sejak banjir datang, aktivitas warga lumpuh. Banyak yang tak melaut, tak berdagang, bahkan sekadar masak pun kesulitan.
“Kalo air naik, kita mah bingung. Mau kerja susah, mau belanja juga susah. Jadi bantuan begini mah ngebantu banget, Pak,” tambahnya.
Kisah Pak Mamat menjadi potret kecil dari rangkaian kegiatan sosial yang dilakukan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, saat turun langsung membagikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di wilayah pesisir Bekasi, termasuk di Kampung Bagedor, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Rabu (4/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda menyusuri permukiman warga yang tergenang, menyerahkan bantuan secara langsung dengan pendekatan humanis.
Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan memastikan warga benar-benar merasakan perhatian di tengah musibah.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap merasakan kehadiran negara, khususnya saat menghadapi kondisi sulit akibat banjir. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga,” ujar Asep Edi Suheri di sela kegiatan.
Selain pembagian sembako, Kapolda juga meninjau kawasan tambak udang di Muara Gembong yang menjadi bagian dari ekosistem rantai pasok bahan baku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Metro Jaya.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga, meski wilayah pesisir sempat diterjang banjir. Menurutnya, sektor perikanan memang terdampak, namun para pengelola tambak telah melakukan langkah antisipasi, seperti pemasangan jaring pembatas agar ikan dan udang tidak lepas.
Hasil panen dari tambak itu nantinya akan didistribusikan untuk mendukung pasokan pangan program ketahanan gizi Polda Metro Jaya.
Sementara bagi warga seperti Pak Mamat, urusan tambak, rantai pasok, atau program ketahanan pangan mungkin terdengar jauh. Yang ia tahu sederhana saja: saat air datang membawa susah, ada tangan yang datang membawa bantuan.
“Pokoknya saya doain sehat terus buat Pak Kapolda sama polisi semua. Moga berkah… soalnya kami yang kebanjiran ini ngerasa ditemenin,” tutupnya lugu.
Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya kering, ucapan polos Pak Mamat menjadi pengingat — bahwa bagi warga terdampak, empati kadang lebih berharga dari sekadar bantuan itu sendiri.
[■]
Tags
Aksi Sosial
Bansos
Bekasi Utara
Bencana
Bencana Banjir
Irjen Pol Asep Edi Suheri
Kapolda Metro Jaya
