Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Dari Nahan Lapar ke Bagi Berkah: Aksi As-Sakinah Ini Bikin Santri Auto Bahagia!

iklan banner AlQuran 30 Juz

Majelis Ta’lim As-Sakinah Berbagi Takjil dan Santunan di Pesantren Ash-Shogiri Baituttaqwa 3 Durenjaya, Bekasi Timur

bekasi-online.com | Ahad, 8 Maret 2026, 18:05 WIB | HendrI/DR

Ahad sore di Kampung Mede mendadak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena diskon besar-besaran, melainkan “serbuan” takjil dari Majelis Ta’lim As-Sakinah yang sukses bikin para santri tersenyum lebar—dan mungkin pengen nambah seporsi lagi, karena saking enaknya takjil.

 — KOTA BEKASI | Suasana hangat Ramadhan terasa lebih lengkap di Pesantren Ash-Shogiri Baituttaqwa 3, Kampung Mede, Bekasi Timur, Ahad (8/3/2026).

Bukan hanya karena menu berbuka yang menggoda iman (dan perut), tetapi juga karena hadirnya rombongan Majelis Ta’lim As-Sakinah Duren Jaya yang membawa takjil sekaligus bantuan bagi para santri.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap perjuangan Ustadz Ahmad Mursyadih, pimpinan pesantren, yang sejak 2010 konsisten mendidik dan membina anak-anak yatim, fakir miskin, dan dhuafa.

Di tengah keterbatasan, pesantren ini tetap berdiri kokoh—ibarat warung kecil yang tak pernah tutup, selalu ada untuk siapa saja yang membutuhkan.


Pimpinan Majelis Ta’lim As-Sakinah, Ustadz Nur Iskandar Zulkarnain mengungkapkan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa kagum jamaahnya terhadap dedikasi sang pimpinan pesantren.

"Kami ingin menyisihkan sebagian rezeki kami untuk berbagi makan berbuka puasa dan uang kepada para santri di sini," katanya.

Tak sekadar berbagi takjil, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang hangat. Para santri tampak antusias, mungkin karena selain mendapat santunan, menu berbuka kali ini sedikit lebih “spesial edition” dibanding hari biasa—yang jelas, senyum mereka tidak perlu tambahan gula lagi.


Sementara itu, Ustadz Ahmad Mursyadih menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang terus mengalir dari berbagai pihak.

"Alhamdulillah, anak-anak yang kami rawat layaknya anak sendiri telah dididik dengan ilmu agama dan banyak yang telah menjadi da'i, bekerja, dan melanjutkan pendidikannya," ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa pesantren yang dipimpinnya selama ini tidak berjalan sendiri. Berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian, mulai dari donatur, jajaran RW, lurah, camat, hingga dukungan dari TNI dan kepolisian.

Bantuan tersebut tak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga melalui kegiatan bakti sosial dan perbaikan fasilitas pesantren.

Kehadiran banyak pihak ini seolah menjadi bukti bahwa gotong royong masih jadi “mata uang sosial” yang berlaku kuat di tengah masyarakat.

Dan di bulan Ramadhan, nilainya terasa berlipat—bukan karena kurs rupiah, tapi karena ketulusan yang menyertainya.

Menurut Ketua Bidang Dakwah majelis taklim As-Sakinah, Hendrawan Irawansyah, SE. bahwa donasi yang diberikan langsung kepada anak yatim berasal dari sumbangan beberapa Muhsinin yang ingin ikut berbagi, dan tak mau disebut namanya.


"Ini donasi terkumpul dari beberapa muhsinin dan kami hanya ikut menyalurkan kepada yang berhak di antaranya anak yatim dan dhuafa yang jadi santri di Yayasan ponpes Ash-Shogiri ini." jelas Hendra.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri semakin termotivasi untuk terus belajar dan berkembang, menjadi generasi mandiri yang kelak mampu memberi manfaat bagi sesama.

Karena sejatinya, dari tempat sederhana seperti inilah sering lahir pribadi-pribadi luar biasa. [■]

Reporter: HendrI Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post