Panitia Bersama: DKM Al-Ikhlas, DKM Al-Muhajirin & DKM An-Nur Durenjaya Total Raih Zakat Total Nyaris Rp 100 juta
Seribuan Warga Durenjaya Padati Lapangan PATRIOT Blok B, Sholat Ied Berlangsung Khusyuk—Takbir Menggema, Hati Ikut Bergetar (dan Sedikit Laper Opor). Imam Sholat Ied, Ustadz Haidar Hasan dan Khatib Sholat Iedul Fitri, KH. Maulana Al Hamdani, dengan panitia gabungan DKM AlMuhajirin dan DKM Al Ikhlas.
Sejak matahari belum benar-benar “on duty”, arus warga sudah mengalir menuju Lapangan PATRIOT Blok B. Bukan buat senam atau jogging, tapi untuk menunaikan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Dari pantauan di lokasi, jumlah jamaah diperkirakan nyaris menyentuh angka seribuan orang jamaah. Bahkan Ara jamaah yang tidak dapat masuk ke dalam lapangan Patriot Blok B Perum Durenjaya, mengambil shaf di jalan sekeliling lapangan olahraga warga Durenjaya.
Ketua panitia pelaksana Sholat Ied 1447H, Sabtu 21/3/2026
Berdasarkan laporan Ketua Panitia Sholat Ied 1447H/2026M, perolehan zakat fitrah dan zakat mal dari gabungan tiga masjid, yakni masjid Al-Muhajirin, masjid Al-Ikhlas dan masjid An-Nur, nyaris menyentuh angka 100 juta rupiah, jika nilai total volume beras zakat dikonversi ke rupiah.
Lapangan yang biasanya cukup lega, pagi itu berubah jadi “full house”—bahkan beberapa jamaah harus rela sedikit geser-geser sajadah, konsepnya mirip parkiran minimarket di jam pulang kerja: rapat, tapi tetap rapi.
Panitia pelaksana bersama gabungan dari Masjid Jami’ Al Ikhlas dan Masjid Jami’ Al Muhajirin pada sholat Ied kali ini usung tema khutbah: “Idul Fitri Momentum Menguatkan Ukhuwah dan Solidaritas Umat di Tengah Krisis Kemanusiaan Dunia.”
Bertindak sebagai imam, Ustadz Haidar Hasan, S.Sos.I, memimpin jalannya sholat dengan khusyuk.
Sementara khutbah disampaikan oleh khatib Drs. KH. Maulana Al Hamdani yang dengan penuh semangat mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan, empati, dan kepedulian sosial—terutama di tengah berbagai persoalan kemanusiaan global yang makin kompleks.
Menariknya, di tengah lautan jamaah yang duduk bersaf-saf rapi, terlihat kombinasi unik khas Bekasi: dari anak kecil yang masih sesekali nengok kanan-kiri, remaja yang berusaha khusyuk sambil nahan kantuk, sampai bapak-bapak yang sudah “mode hening total”—antara khusyuk atau memang belum sempat minum kopi.
Khutbah Id yang dibawakan berlangsung hingga menjelang pukul 07.37 WIB.
Dari beberapa sudut, masih terdengar lantunan takbir yang menggema pelan, seperti belum rela melepas momen sakral pagi itu.
Takbir yang dilantunkan lamat-lamat itu justru memberi sentuhan emosional tersendiri.
Khusyuknya dapat, harunya juga kena. Ditambah lagi senyum-senyum kecil warga yang mulai saling bersalaman—meski dalam hati mungkin sudah ada yang membisik: “Abis ini makan di rumah siapa dulu ya?”
Sholat Id di Lapangan PATRIOT Blok B tahun ini tak hanya menjadi ajang ibadah tahunan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antarwarga.
Di tengah padatnya aktivitas dan dinamika kehidupan perkotaan, momen seperti ini jadi semacam “refresh button”—gratis, tanpa perlu WiFi, dan sinyalnya langsung ke hati.
Dan seperti tradisi yang tak pernah absen, setelah semua selesai, satu hal yang pasti: Bekasi Timur hari itu bukan cuma dipenuhi gema takbir… tapi juga aroma opor ayam yang mulai mengudara dari dapur-dapur warga. [■]
Tags
Sholat Ied






