Coach Arsyam: Lomba Menu Sehat Itu Prioritas, Tapi Kompetensi Dapur MBG Harus Jadi Fondasi bagi Walikota
bekasi-online.com | Ahad, 12 April 2026, 11:11 WIB | Why/Her/DR
— KOTA BEKASI | Dorongan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadirkan menu yang sehat, lezat, dan menarik bagi anak-anak mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk dari dunia sertifikasi profesi dan keamanan pangan.
Di tengah antusiasme lomba menu sehat yang digelar di Plaza Patriot Chandrabhaga dalam rangkaian Car Free Day (CFD), perhatian publik tidak hanya tertuju pada tampilan sajian dan kreativitas menu, tetapi juga pada satu pertanyaan mendasar: siapa yang memastikan seluruh proses dapur telah ditangani oleh SDM yang benar-benar kompeten?
Menurutnya, dapur MBG tidak bisa lagi diperlakukan sebagai dapur biasa. Dapur MBG adalah pusat layanan publik strategis.
Program tersebut mencakup:
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah akan mempercepat pemerataan standar mutu.
Tanpa pelatihan yang memadai, titik rawan justru sering muncul pada tahapan ini.
Momentum CFD dan lomba menu sehat dinilai menjadi titik ideal bagi Pemkot Bekasi untuk meluncurkan kebijakan besar standarisasi dapur MBG. Pasatama Institute Dorong Uji Kompetensi dan Sertifikasi Menyeluruh bagi Seluruh Pelaku Dapur SPPG dan Relawan MBG
Di tengah antusiasme lomba menu sehat yang digelar di Plaza Patriot Chandrabhaga dalam rangkaian Car Free Day (CFD), perhatian publik tidak hanya tertuju pada tampilan sajian dan kreativitas menu, tetapi juga pada satu pertanyaan mendasar: siapa yang memastikan seluruh proses dapur telah ditangani oleh SDM yang benar-benar kompeten?
Menjawab hal tersebut, Ketua Assesor Kompetensi dan Sertifikasi sekaligus Direktur Utama Pasatama Institute, Coach Arsyam Dwi Samto, menyampaikan pandangan strategis kepada Pemerintah Kota Bekasi.
Menurut Coach Arsyam agar penguatan program MBG tidak berhenti pada aspek menu, melainkan diperluas hingga standarisasi kompetensi seluruh pemilik, pengelola, pekerja, dan relawan Dapur SPPG.
Menurutnya, gagasan Tri Adhianto yang menekankan rasa, gizi, dan penyajian kreatif adalah langkah yang sangat tepat, namun akan lebih kokoh jika ditopang oleh program uji kompetensi dan sertifikasi profesi yang terstruktur.
“Program MBG bukan hanya soal makanan tersaji di meja anak-anak, tetapi bagaimana seluruh rantai prosesnya dijalankan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi teruji, mulai dari pemilik dapur, chef, food handler, pengawas mutu, hingga relawan lapangan,” ujar Coach Arsyam.
Dari Lomba Menu ke Standar Dapur
Coach Arsyam menilai, lomba menu sehat yang digelar Pemkot Bekasi merupakan momentum yang sangat baik untuk mendorong inovasi rasa dan visual makanan.
Namun, ia mengingatkan bahwa menu yang menarik di atas piring harus ditopang oleh sistem yang kuat di belakang dapur.
Karena itu, standar kompetensi SDM menjadi elemen yang tidak bisa ditawar.
“Jangan sampai kita sibuk mempercantik plating di depan, tetapi lupa memastikan standar keamanan pangan, sanitasi, dan SOP produksi di belakang layar,” katanya.
Sentuhan eufemisme nya terasa halus namun mengena: menu boleh menggoda mata, tapi dapur harus lulus menggoda auditor.
Saran Mendalam untuk Walikota Bekasi
Dalam pandangannya, Coach Arsyam secara khusus menyarankan kepada Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk segera memberikan dukungan kebijakan agar seluruh dapur SPPG di wilayah Kota Bekasi mengikuti program yang saat ini sedang berlangsung di Pasatama Institute.
- uji kompetensi profesi
- sertifikasi BNSP
- pelatihan HACCP
- ISO 22000:2018
- ISO 45001:2018
- food safety management
- sertifikasi food handler dan kitchen supervisor
“Kami berharap Pak Walikota dapat mendorong seluruh pemilik dapur SPPG untuk mewajibkan pekerja dan relawannya mengikuti program sertifikasi. Ini penting agar kualitas layanan MBG di Kota Bekasi benar-benar terjaga dari hulu ke hilir,” ujar Arsyam kepada BekasiOL.
Relawan Juga Harus Kompeten
Salah satu poin yang ditekankan Coach Arsyam adalah pentingnya melibatkan relawan dapur MBG dalam proses sertifikasi.
Selama ini, fokus sering hanya tertuju pada chef atau pemilik usaha boga.
Padahal dalam praktiknya, relawan memegang peran vital dalam:
- penyiapan bahan
- packing makanan
- distribusi
- sanitasi alat
- pengendalian suhu
“Satu box makanan yang aman bukan hanya hasil kerja koki, tapi hasil kerja tim. Semua yang menyentuh proses harus paham standar,” tegas Coach Arsyam lagi.
Menyambung Visi Tri Adhianto: Lezat, Menarik, dan Aman
Pernyataan Walikota Tri Adhianto bahwa makanan tidak cukup hanya membuat kenyang, tetapi juga harus enak dan menarik, menurut Coach Arsyam sangat relevan dengan pendekatan sertifikasi profesi.
Karena rasa, tekstur, tampilan, hingga keamanan makanan semuanya memiliki standar kompetensi tersendiri.
Artinya, visi Tri Adhianto untuk menghadirkan MBG yang disukai anak-anak dapat diperkuat dengan sistem sertifikasi yang memastikan setiap dapur memiliki SDM yang profesional.
Dengan begitu, lomba menu sehat di CFD bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi jembatan menuju ekosistem dapur MBG yang tersertifikasi dan berkelanjutan.
Catatan Redaksi
Program MBG yang baik memang lahir dari menu yang sehat dan lezat.
Namun program MBG yang berkelanjutan lahir dari SDM yang kompeten dan dapur yang tersertifikasi.
Di titik inilah saran Coach Arsyam menjadi relevan bagi Pemkot Bekasi:
- jadikan sertifikasi sebagai fondasi, bukan pelengkap.
- Sebab bagi ribuan anak sekolah, kualitas makanan bukan sekadar soal rasa, tetapi soal masa depan kesehatan generasi. [■]






