Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Bekasi Lebih Relijius! Istighotsah SeAbad NU: Doa Warga “Ngebul” Bareng Polusi

iklan banner AlQuran 30 Juz

Satu Abad NU di Bekasi: Dari Istighotsah Sampai Award, Doa Warga Naik ke Langit, Harapan Turun ke Bumi


Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Bekasi bukan sekadar seremoni organisasi. Ratusan jamaah larut dalam istighotsah akbar yang syahdu—mendoakan NU, Indonesia, dan… tentu saja kehidupan pribadi yang tak kalah butuh pertolongan langit.

 — BEKASI | Di usia satu abad, Nahdlatul Ulama kembali menegaskan jati dirinya sebagai penjaga harmoni antara agama dan kebangsaan.

Dari Kota Bekasi, doa-doa dipanjatkan, apresiasi disematkan, dan tekad diperbarui—agar NU tetap menjadi rumah besar umat, sekaligus pilar kokoh bagi Indonesia.

Dan seperti tradisi warga Bekasi kalau ada hajatan besar: selain doa, selalu ada pesan penutup yang menohok tapi meneduhkan.

Ketua FKUB Kota Bekasi, Kolonel TNI AD (Purn) H. Abdul Manan, turut sampaikan ucapan sekaligus refleksi yang sederhana namun dalam maknanya.

“Ya selamat Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama. Dari Harlah ini mari kita introspeksi terhadap kekurangan untuk menuju kemajuan dan kesuksesan NU ke depan.”

Sebuah pesan yang kalau diterjemahkan gaya warga: NU sudah 100 tahun, bukan waktunya berpuas diri—tapi waktunya makin rukun, makin manfaat, dan makin jadi penyejuk… terutama di kota yang kadang lebih panas meskipun musim hujan.

Karena bagi masyarakat Bekasi, selama NU tetap istiqomah menjaga umat dan bangsa—insyaAllah, bukan cuma organisasinya yang panjang umur… tapi juga keberkahannya yang terus mengalir ke warga. 

Kalau biasanya langit Kota Bekasi lebih akrab dengan asap knalpot dan kabel semrawut, Jumat malam (6/2/2026) suasananya beda.

Yang naik ke atas bukan lagi polusi, tapi lantunan doa. Yang menggema bukan klakson, tapi istighotsah. Pendek kata, langit Bekasi lagi full quota spiritual.

Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar PCNU Kota Bekasi di Asrama Haji Embarkasi Bekasi berlangsung khidmat, tapi juga hangat—khas NU: serius iya, tapi tetap bikin hati adem, bukan tegang.

Ratusan jamaah dari para kiai, pengurus, kader, banom, sampai warga biasa tumplek blek. Ada yang datang bawa tasbih, ada yang bawa harapan, ada juga yang sekalian “nitip doa”—mulai dari urusan bangsa sampai cicilan yang semoga ikut dilunakkan hatinya.

Istighotsah: Ketika Bekasi Lebih Hening dari Deadline Proyek

Acara diawali dengan Istighotsah Akbar. Lantunan dzikir dan doa menggema, bikin suasana yang biasanya riuh jadi syahdu. 

Bahkan, warga yang datang mengaku suasananya lebih menenangkan daripada nunggu lampu hijau di perempatan bawah flyover Summarecon.


Bagi kaum muslimin Kota Bekasi, momen ini bukan sekadar ritual. Ini ruang recharge batin. Di tengah kerasnya hidup perkotaan—macet, harga kebutuhan naik, dan grup WA keluarga yang tak pernah sepi—istighotsah jadi oase spiritual.

Doa dipanjatkan bukan cuma untuk NU, tapi juga untuk Kota Bekasi, Jawa Barat, dan Indonesia. Warga berharap keberkahan itu “nular”—dari majelis ke rumah, dari mimbar ke kebijakan.

NU Award: Pejuang Senyap yang Akhirnya Disorot Lampu

Setelah langit “digedor” doa, acara dilanjutkan dengan NU Award. Ini bukan ajang cari panggung, tapi justru memberi panggung bagi yang selama ini kerja tanpa panggung.

Tokoh dan elemen NU yang dinilai konsisten berkontribusi di bidang keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan mendapat apresiasi.

Mereka yang biasanya bergerak senyap—ngurus majelis, bantu warga, jaga tradisi—akhirnya dipanggil naik, bukan untuk ceramah, tapi untuk dihormati.

Bagi warga, penghargaan ini penting, karena di tengah zaman yang sering memviralkan sensasi, NU justru mengapresiasi dedikasi.

Refleksi Satu Abad: NU Lebih Tua dari Banyak Gedung di Bekasi

Panglima Jupri, Ketua Panitia Harlah seabad NU di Asrama Haji Kota Bekasi, Jumat (6/2/2026)

Ketua Panitia Harlah, Panglima Jupri, menegaskan bahwa 100 tahun NU bukan sekadar angka, tapi perjalanan panjang—bahkan lebih tua dari sebagian wilayah “Bekasi yang katanya masih Jakarta itu.”

NU lahir sebelum Indonesia merdeka, ikut menggerakkan perjuangan, hingga hari ini tetap menjaga NKRI.

Dari resolusi jihad sampai resolusi konflik sosial, NU konsisten di barisan penjaga harmoni.

“Seratus tahun ini perjalanan besar. NU bukan hanya organisasi keagamaan, tapi kekuatan sosial yang melahirkan keteladanan dan pengabdian,” ujarnya.

Islam Moderat + Nasionalisme = Paket Komplit

Jupri juga menegaskan bahwa cinta tanah air sudah jadi napas perjuangan NU. Prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat berpadu dengan komitmen kebangsaan.

Buat warga Bekasi, ini relevan. Di tengah derasnya arus informasi—yang kadang lebih cepat dari klarifikasiNU hadir sebagai penyejuk. Dakwahnya tidak marah-marah, tapi merangkul. Tidak memecah, tapi menambal.


Dari Bekasi untuk Masa Depan Umat

PCNU Kota Bekasi memaknai Harlah ke-100 ini bukan sekadar nostalgia. Ini pijakan masa depan—terutama menyiapkan generasi muda NU agar tetap berakar pada tradisi, tapi melek kemajuan.

Ibarat kata, santri tetap bisa ngaji kitab kuning, tapi juga paham startup, digital, dan tantangan zaman.

Doa Naik, Tekad Diperbarui

Di usia satu abad, NU menegaskan diri sebagai penjaga harmoni agama dan kebangsaan. Dari Kota Bekasi, doa dipanjatkan, apresiasi disematkan, dan tekad diperbarui.

Bagi warga—terutama kaum muslimin—acara ini bukan cuma seremoni organisasi. Tapi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk kota industri, masih ada ruang untuk teduh, untuk dzikir, untuk merasa jadi bagian dari umat yang besar.

Karena pada akhirnya, Bekasi boleh panas cuacanya… tapi kalau majelis sudah digelar, hatinya tetap bisa sejuk bersama NU. [■] 

Reporter: Wahyu / Hery / NMR Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Chief Editor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post