“Ini Bukan MasterChef!” Kepala Dapur SPPG Chef Panggrafi Tegas: Makanan Anak Sekolah Bukan Ajang Coba-Coba
bekasi-online.com | Sabtu, 21 Feb 2026, 18:03 WIB | Wahyu / / DR
— DEPOK | Komitmen peningkatan kualitas layanan dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ditegaskan dari level operasional.
Di tengah sorotan kualitas makanan layanan publik di Jawa Barat, Head Chef SPPG Bogor Pondok Babek Cibinong 3 angkat suara. Panggrafi menegaskan dapur MBG bukan arena eksperimen rasa, melainkan ruang profesional yang wajib berbasis standar kompetensi. “Yang makan ini anak-anak sekolah, bukan juri lomba masak,” tegasnya.
Setelah sebelumnya pemberitaan menyoroti pentingnya sertifikasi bagi para penjamah makanan, kini suara itu datang langsung dari kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Panggrafi, Head Chef di dapur SPPG Bogor Pondok Babek Cibinong 3, Kabupaten Bogor, menegaskan bahwa pengelolaan makanan untuk layanan publik tidak boleh diperlakukan sebagai ruang eksperimen.


“Masakan untuk masyarakat bukan uji coba. Standar kompetensi itu kunci,” ujarnya saat ditemui di venue Pelatihan dan Sertifikasi Cook Helper dan Chef de Partie SPPG Kota Depok yang digelar oleh Pasatama Institute di lantai 2, Jasmine Room, Hotel Savero Depok, Sabtu (21/2/2026).
Pernyataan tersebut relevan dengan sejumlah kejadian luar biasa di wilayah Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari kasus keracunan makanan hingga temuan bahan pangan yang dinilai kurang memenuhi standar mutu konsumsi.
Bagi Chef Panggrafi, insiden-insiden itu menjadi alarm bahwa sistem dapur pelayanan publik harus berdiri di atas standar yang terukur, bukan sekadar pengalaman atau kebiasaan kerja konvensional.
Sebagai kepala dapur, ia memandang tanggung jawabnya bukan hanya memastikan makanan tersaji tepat waktu, tetapi juga menjamin setiap proses berjalan sesuai prinsip keamanan pangan.
Tahapan pengadaan bahan baku, penyimpanan, pencucian, pemotongan, pengolahan, hingga distribusi harus berada dalam pengawasan ketat serta mengikuti prosedur higienitas dan sanitasi yang baku.
Menurutnya, dapur SPPG bukan sekadar tempat memasak, melainkan sistem kerja profesional yang harus berbasis kompetensi.
Karena itu, ia mendorong seluruh tenaga penjamah makanan di unitnya mengikuti sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sertifikasi, kata dia, bukan formalitas administratif, melainkan instrumen untuk memastikan setiap pekerja memahami keamanan pangan, manajemen risiko, pengendalian kontaminasi, serta standar operasional nasional.
Yang menarik, Chef Panggrafi menekankan pentingnya peran helper dapur. Dalam praktiknya, posisi ini terlibat langsung dalam persiapan bahan, kebersihan alat, hingga sanitasi area kerja—titik-titik krusial yang sangat menentukan kualitas akhir makanan.
Karena itu, ia berharap program sertifikasi tidak hanya menyasar chef atau manajerial dapur, tetapi juga para helper sebagai garda terdepan proses produksi.
“Anak-anak sekolah yang menerima MBG itu juga anak-anak kami sendiri. Kami tidak ingin ada kompromi soal mutu dan keamanan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan perspektif personal sekaligus profesional: dapur SPPG bekerja bukan sekadar memenuhi target distribusi, melainkan menjaga kepercayaan publik dan keselamatan generasi muda sebagai penerima manfaat.
Ia juga mendorong pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan untuk memperkuat dukungan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor layanan makanan publik.
Pelatihan berkelanjutan, pengawasan bahan baku yang lebih ketat, serta penerapan standar operasional yang konsisten dinilai sebagai langkah preventif untuk meminimalkan risiko kejadian luar biasa di masa mendatang.
Bagi Chef Panggrafi, keamanan pangan bukan tanggung jawab individu semata, melainkan sistem terpadu yang melibatkan manajemen dapur, pemasok bahan pangan, lembaga sertifikasi, hingga regulator.
Dengan kolaborasi yang kuat dan sertifikasi kompetensi yang merata, ia optimistis kualitas layanan SPPG dapat terus meningkat—memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang menjadi penerima manfaat utama program MBG. [■]
Tags
Badan Gizi Nasional
Chef
Ilmu Pengetahuan
Kota Depok
Kuliner
MBG
Pendidikan
SPPG
Supian Suri
Walikota Depok

