Masakan Untuk Masyarakat Bukan Uji Coba: Standar Kompetensi Jadi Kunci
BOGOR — Panggrafi yang bertugas sebagai head chef di dapur SPPG Bogor Pondok Babek Cibinong 3, Kabupaten Bogor, menegaskan pentingnya penerapan standar keamanan pangan secara menyeluruh dalam operasional dapur pelayanan publik. Hal tersebut disampaikan menyusul berbagai kejadian luar biasa di wilayah Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari kasus keracunan makanan hingga temuan bahan pangan seperti buah yang dinilai kurang memenuhi standar mutu konsumsi.
Menurutnya, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan makanan dalam skala layanan masyarakat tidak boleh dilakukan secara konvensional tanpa standar kompetensi yang jelas. Setiap tahapan produksi, mulai dari pengadaan bahan baku, penyimpanan, proses pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat harus berada dalam pengawasan ketat serta mengikuti prosedur higienitas dan sanitasi pangan yang terukur.
Berlokasi di kawasan Cibinong, dapur yang dipimpinnya berupaya menerapkan sistem kerja berbasis kompetensi dengan mendorong tenaga penjamah makanan mengikuti sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ia menilai sertifikasi bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan instrumen penting untuk memastikan setiap pekerja memiliki pengetahuan tentang keamanan pangan, manajemen risiko, pengendalian kontaminasi, serta prosedur kerja sesuai standar nasional.
Lebih jauh, Panggrafi menekankan bahwa peran helper dapur memiliki kontribusi besar terhadap kualitas akhir makanan. Posisi tersebut terlibat langsung dalam proses persiapan bahan, penanganan alat, hingga kebersihan area kerja. Oleh karena itu, ia berharap ke depan program sertifikasi BNSP benar-benar menjadi kebutuhan wajib bagi para helper SPPG, bukan hanya untuk chef atau posisi manajerial dapur. Dengan kompetensi yang terstandar, kualitas pelayanan diharapkan lebih profesional, aman, serta mampu meminimalkan potensi kesalahan prosedur yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.
Ia juga berharap pemerintah dan pemangku kepentingan memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor penyediaan makanan layanan publik. Dukungan pelatihan berkelanjutan, pengawasan bahan baku, serta penerapan standar operasional yang konsisten dinilai menjadi kunci pencegahan kejadian luar biasa di masa mendatang.
Menurutnya, keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab individu pekerja dapur, tetapi merupakan sistem terpadu yang melibatkan manajemen, pemasok bahan pangan, lembaga sertifikasi, hingga regulator. Dengan kolaborasi yang kuat dan penerapan sertifikasi kompetensi secara merata, ia optimistis kualitas layanan makanan SPPG dapat meningkat sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat sebagai penerima manfaat.
[■]
Tags
Daerah kota bekasi
