Wawali Sidak ke Mustikajaya, Warga: “Ini Baru Sidak yang Bikin Deg-Degan Pejabat, Bukan Warganya!”
bekasi-online.com | Senin, 2 Maret 2026, 13:05 WIB |DikRizal
— KOTA BEKASI | Senin (2/3) pagi di Kelurahan Mustikajaya terasa beda. Biasanya warga sibuk dengan rutinitas masing-masing, tapi kali ini ada tamu spesial: Wakil Walikota Bekasi, turun langsung meninju warga... (eh salah tulis) maksudnya meninjau warga penerima manfaat bantuan kesehatan.
Di Bekasi, kadang yang bikin warga tenang bukan cuma bantuan materinya, tapi kepastian bahwa pemerintah benar-benar melihat dan mendengar.
Bagi warga yang sedang berjuang dengan persoalan kesehatan, bantuan itu jelas berarti. Biaya berobat bukan perkara kecil, apalagi jika penghasilan sedang tak menentu.
Di tengah gang permukiman Mustikajaya, Wawali Abdul Harris Bobihoe, yang lebih akrab dipanggil Bang Harris ini memantau langsung kualitas pelayanan kesehatan yang diterima warga.
Bagi sebagian warga, kedatangan orang nomor dua di Kota Patriot ini bukan sekadar kunjungan formal.
Ini soal rasa diperhatikan. Soal memastikan bahwa bantuan kesehatan itu benar-benar sampai, bukan cuma jadi data di laporan.
Bukan Sekadar Sidak, Tapi Datang dan Mendengar
Di tengah gang permukiman Mustikajaya, Wawali Abdul Harris Bobihoe, yang lebih akrab dipanggil Bang Harris ini memantau langsung kualitas pelayanan kesehatan yang diterima warga.
Ia menegaskan bahwa pelayanan harus diberikan tanpa melihat status sosial atau kemampuan ekonomi.
“Jangan melayani orang dari status sosialnya. Ini hak warga yang sudah bayar pajak,” tegasnya.
Kalimat itu sederhana, tapi bagi warga penerima manfaat, maknanya dalam.
Mereka yang selama ini kadang merasa kecil hati saat mengurus administrasi atau mengakses layanan kesehatan, kini mendengar langsung bahwa mereka punya hak yang sama.
Dan itu penting.
Warga: Yang Kami Butuhkan Bukan Janji, Tapi Hadir
Kehadiran Wawali bersama jajaran pendamping seperti PPKH, TKSK, dan PSM membuat suasana terasa lebih hidup. Biasanya nama-nama itu hanya terdengar di rapat atau disebut di proposal. Kali ini mereka hadir langsung di tengah warga.
Beberapa warga mengaku senang karena bisa menyampaikan kondisi mereka tanpa perantara panjang. Tak perlu bikin surat audiensi, tak perlu menunggu “nanti kami kabari”.
“Minimal beliau tahu langsung kondisi di lapangan,” ujar salah satu warga penerima manfaat.
Bantuan Datang, Harapan Ikut Tumbuh
Selain memantau, Wawali Harris juga menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat.
Sentuhan kebijakan yang terasa langsung seperti ini yang diharapkan terus berlanjut. Warga tak butuh seremoni besar. Cukup pelayanan yang adil, respons yang cepat, dan pejabat yang mau turun dari balik meja.


