Ketua FKRW Jakasetia Andriansyah Dukung Usulan Ketua KADIN Kota Bekasi Pembentukan BUMRW Karena Alasan Ini
bekasi-online.com | Senin, 1 Juni 2026, 23:37 WIB | TimRed/DR
— KOTA BEKASI | Ketua Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Kelurahan Jakasetia, Andriansyah, menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar (QRS), yang mendorong pembentukan Badan Usaha Milik RW (BUMRW) sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah perkotaan.
"Kalau desa memiliki BUMDes, mengapa kawasan perkotaan tidak bisa memiliki BUMRW? Kota Bekasi justru memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan warga yang terorganisir dan produktif," ujar Andriansyah.
Menurut Andriansyah, konsep BUMRW merupakan gagasan brilian yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan saat ini.
Selain mampu mendorong kemandirian ekonomi warga, BUMRW juga dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tengah digalakkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Andriansyah menilai selama ini pembangunan di Kota Bekasi telah menunjukkan kemajuan pesat dari sisi infrastruktur.
Namun ke depan, pembangunan ekonomi masyarakat di tingkat lingkungan harus menjadi perhatian serius agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
"Saya melihat Bang QRS memiliki gagasan yang sangat realistis dan aplikatif. BUMRW bukan sekadar konsep di atas kertas, tetapi dapat menjadi instrumen nyata untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat RW," ujarnya.
Dana Hibah RW Bisa Menjadi Modal Produktif
Menurut Andriansyah, kebijakan Pemerintah Kota Bekasi yang mengalokasikan dana hibah sebesar seratus juta rupiah kepada setiap RW dapat menjadi titik awal lahirnya unit-unit usaha produktif masyarakat.
Ia mencontohkan, apabila sebagian dana tersebut dikembangkan secara profesional melalui wadah BUMRW, maka akan terbentuk kekuatan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan usaha mikro, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Di Kelurahan Jakasetia sendiri terdapat sekitar 20 RW. Jika seluruh RW bersinergi melalui FKRW dalam membangun badan usaha bersama, potensi modal awal yang dapat dihimpun mencapai miliaran rupiah.
"Kalau dikelola secara profesional, transparan dan berorientasi bisnis sosial, modal yang terkumpul bisa menjadi mesin ekonomi masyarakat yang sangat kuat," katanya.
Menjadi Mitra Strategis Program MBG
Andriansyah melihat peluang terbesar BUMRW berada pada dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi program unggulan pemerintah pusat.
Menurutnya, BUMRW dapat berperan sebagai pemasok berbagai kebutuhan dapur MBG, mulai dari telur, beras, minyak goreng, sayuran, bahan pangan hingga kebutuhan logistik lainnya.
Dengan demikian, perputaran ekonomi yang tercipta tidak hanya berhenti pada program pemerintah, tetapi juga menghidupkan pelaku usaha lokal dan masyarakat di tingkat lingkungan.
"Kalau kebutuhan MBG dipasok dari lingkungan sendiri melalui BUMRW, maka manfaat ekonominya akan kembali kepada warga. Ini yang saya maksud ekonomi kerakyatan yang produktif dan berkelanjutan," jelasnya.
Menjadi Mitra Koperasi Merah Putih
Selain mendukung MBG, Andriansyah juga melihat BUMRW dapat menjadi mitra strategis bagi pengembangan Koperasi Merah Putih yang saat ini tengah dibangun pemerintah.
Melalui jaringan RW yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bekasi, BUMRW dapat berfungsi sebagai pusat distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat, sekaligus menjadi penghubung antara produsen lokal dengan pasar di tingkat lingkungan.
Menurutnya, model ini akan memperkuat ekosistem ekonomi rakyat karena melibatkan UMKM, pedagang kecil, toko kelontong, hingga jaringan usaha keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
"BUMRW dan Koperasi Merah Putih bisa berjalan berdampingan. Satu menjadi penggerak usaha masyarakat, satu lagi memperkuat distribusi dan pelayanan ekonomi warga," ungkapnya.
Konsep Perkotaan yang Setara dengan BUMDes
Andriansyah menilai keberhasilan berbagai BUMDes di daerah menjadi bukti bahwa badan usaha berbasis komunitas mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan apabila dikelola secara baik.
Karena Kota Bekasi tidak memiliki wilayah desa, ia menilai sudah saatnya pemerintah daerah menghadirkan model serupa yang disesuaikan dengan karakteristik perkotaan melalui pembentukan BUMRW.
Baginya, konsep tersebut justru lebih relevan diterapkan di Kota Bekasi yang memiliki jumlah RW besar, kepadatan penduduk tinggi, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang sangat dinamis.
"BUMDes telah terbukti berhasil di banyak daerah. Maka kawasan perkotaan juga harus memiliki instrumen yang sama untuk menggerakkan ekonomi warga. Di sinilah BUMRW menjadi jawabannya," tegasnya.
Perlu Diperkuat Melalui Perwal atau Perda
Sebagai bentuk keseriusan implementasi, Andriansyah berharap Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD dapat mengkaji penyusunan regulasi yang memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan BUMRW.
Menurutnya, dukungan regulasi berupa Peraturan Walikota (Perwal) maupun Peraturan Daerah (Perda) akan menjadi fondasi penting agar program tersebut dapat diterapkan secara merata di seluruh kelurahan di Kota Bekasi.
Ia menilai regulasi tersebut akan memberikan arah, standar pengelolaan, sistem pengawasan, hingga pola kemitraan yang jelas sehingga BUMRW dapat berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
"Saya berharap gagasan Bang QRS ini mendapatkan dukungan semua pihak. Jika diperkuat melalui Perwal atau regulasi daerah, maka BUMRW dapat hadir di setiap kelurahan dan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Kota Bekasi," ujarnya.
Membangun Bekasi dari Tingkat RW
Di akhir wawancara, Andriansyah menegaskan bahwa masa depan pembangunan Kota Bekasi tidak hanya ditentukan oleh proyek-proyek besar, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mengelola potensi ekonomi di lingkungan masing-masing.


Karena itu, ia optimistis konsep BUMRW yang diperjuangkan Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar dapat menjadi terobosan penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, menciptakan lapangan kerja, mendukung Program Makan Bergizi Gratis, memperkuat Koperasi Merah Putih, serta menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.
"Kalau ada kemauan politik, dukungan regulasi dan kolaborasi semua pihak, saya yakin BUMRW bisa menjadi model pembangunan ekonomi kerakyatan yang membanggakan Kota Bekasi," pungkas Andriansyah. [■]
Tags
BUMD
BUMDES
BUMN
BUMRW
FKRW
KADIN
Ketahanan Pangan
Ketua
Ketua FKRW
MBG
Pemkot Bekasi
Perikanan
Peternakan
SPPG


