Surati Danantara, KADIN Tawarkan 6 Konsep Kolaborasi Agar Investasi PSEL Buka Lapangan Kerja, Vendor Lokal, dan Ekonomi Hijau
Masuknya investor asing pembangun PSEL Bantargebang disambut positif. Namun Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar (QRS), mengingatkan bahwa keberhasilan proyek bukan hanya soal mesin canggih dan investasi jumbo. Yang tak kalah penting adalah memastikan pengusaha lokal ikut bermain, bukan sekadar menyaksikan proyek triliunan rupiah berdiri di halaman rumahnya sendiri.
— KOTA BEKASI | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar (QRS), mengajak seluruh pengusaha lokal agar tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang yang diperkirakan bernilai investasi sekitar Rp2,6 triliun.Ajakan tersebut bukan sekadar wacana. Bahkan, jauh sebelum Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD melakukan pembahasan teknis dengan Wangneng Environment di Zhejiang, Tiongkok, KADIN Kota Bekasi telah menyampaikan surat resmi kepada PT Danantara Investment Management dan Pemerintah Kota Bekasi mengenai kesiapan dunia usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok proyek tersebut.
"Kami mendukung penuh investasi dan teknologi yang dibawa Wangneng. Namun kami juga berharap proyek sebesar ini mampu melahirkan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha Kota Bekasi. Jangan sampai pengusaha di daerah sendiri hanya menjadi penonton," tegas QRS.
Menurutnya, sebagai organisasi dunia usaha yang diakui melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri, KADIN memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan proyek strategis nasional juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
QRS menjelaskan, jaringan anggota KADIN tidak hanya berada di Kota Bekasi, tetapi juga terhubung dengan KADIN Jawa Barat hingga KADIN Indonesia yang memiliki banyak perusahaan berpengalaman di bidang konstruksi, mekanikal-elektrikal, pengolahan limbah, logistik, alat berat, manufaktur, hingga teknologi lingkungan.
"Yang kami perjuangkan bukan meminta proyek diberikan begitu saja kepada pengusaha lokal. Yang kami usulkan adalah kesempatan yang proporsional agar perusahaan yang memiliki kompetensi dapat menjadi bagian dari rantai pasok pembangunan PSEL," ujarnya.
Masuknya investor asing pembangun PSEL Bantargebang disambut positif. Namun Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar (QRS), mengingatkan bahwa keberhasilan proyek bukan hanya soal mesin canggih dan investasi jumbo. Yang tak kalah penting adalah memastikan pengusaha lokal ikut bermain, bukan sekadar menyaksikan proyek triliunan rupiah berdiri di halaman rumahnya sendiri.
Ajakan tersebut bukan sekadar wacana. Bahkan, jauh sebelum Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD melakukan pembahasan teknis dengan Wangneng Environment di Zhejiang, Tiongkok, KADIN Kota Bekasi telah menyampaikan surat resmi kepada PT Danantara Investment Management dan Pemerintah Kota Bekasi mengenai kesiapan dunia usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok proyek tersebut.
"Kami mendukung penuh investasi dan teknologi yang dibawa Wangneng. Namun kami juga berharap proyek sebesar ini mampu melahirkan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha Kota Bekasi. Jangan sampai pengusaha di daerah sendiri hanya menjadi penonton," tegas QRS.
Menurutnya, sebagai organisasi dunia usaha yang diakui melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri, KADIN memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan proyek strategis nasional juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
QRS menjelaskan, jaringan anggota KADIN tidak hanya berada di Kota Bekasi, tetapi juga terhubung dengan KADIN Jawa Barat hingga KADIN Indonesia yang memiliki banyak perusahaan berpengalaman di bidang konstruksi, mekanikal-elektrikal, pengolahan limbah, logistik, alat berat, manufaktur, hingga teknologi lingkungan.
"Yang kami perjuangkan bukan meminta proyek diberikan begitu saja kepada pengusaha lokal. Yang kami usulkan adalah kesempatan yang proporsional agar perusahaan yang memiliki kompetensi dapat menjadi bagian dari rantai pasok pembangunan PSEL," ujarnya.
Enam Usulan Strategis KADIN
Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Danantara dan Pemerintah Kota Bekasi, KADIN Kota Bekasi mengajukan enam langkah strategis agar investasi PSEL mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Usulan tersebut meliputi:- pembentukan Forum Kemitraan PSEL Bantargebang yang melibatkan Pemkot Bekasi, Danantara, badan usaha pelaksana, KADIN, akademisi, asosiasi profesi, dan masyarakat;
- pelaksanaan business matching antara kontraktor utama dengan perusahaan anggota KADIN Kota Bekasi;
- penyusunan database vendor lokal sebagai referensi resmi dalam pengadaan barang dan jasa proyek;
- pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada perusahaan lokal yang memenuhi kompetensi untuk masuk dalam rantai pasok;
- prioritas penggunaan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan proyek;
- serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri sebagai implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Danantara dan Pemerintah Kota Bekasi, KADIN Kota Bekasi mengajukan enam langkah strategis agar investasi PSEL mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Usulan tersebut meliputi:
- pembentukan Forum Kemitraan PSEL Bantargebang yang melibatkan Pemkot Bekasi, Danantara, badan usaha pelaksana, KADIN, akademisi, asosiasi profesi, dan masyarakat;
- pelaksanaan business matching antara kontraktor utama dengan perusahaan anggota KADIN Kota Bekasi;
- penyusunan database vendor lokal sebagai referensi resmi dalam pengadaan barang dan jasa proyek;
- pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada perusahaan lokal yang memenuhi kompetensi untuk masuk dalam rantai pasok;
- prioritas penggunaan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan proyek;
- serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri sebagai implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Konsorsium PSEL KADIN Kota Bekasi
Sebagai bentuk keseriusan, KADIN Kota Bekasi juga menyatakan komitmennya membentuk Konsorsium PSEL KADIN Kota Bekasi, menyusun database perusahaan anggota yang siap mendukung proyek, serta menjadi mitra pemerintah dalam menjaga iklim investasi yang sehat, transparan, dan berlandaskan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Menurut QRS, langkah tersebut dilakukan agar manfaat investasi tidak hanya dirasakan investor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kapasitas perusahaan lokal.
Sebagai bentuk keseriusan, KADIN Kota Bekasi juga menyatakan komitmennya membentuk Konsorsium PSEL KADIN Kota Bekasi, menyusun database perusahaan anggota yang siap mendukung proyek, serta menjadi mitra pemerintah dalam menjaga iklim investasi yang sehat, transparan, dan berlandaskan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Menurut QRS, langkah tersebut dilakukan agar manfaat investasi tidak hanya dirasakan investor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kapasitas perusahaan lokal.
Sejalan dengan Visi Pemkot Bekasi
Inisiatif KADIN tersebut dinilai selaras dengan visi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang ingin menjadikan Bantargebang sebagai pusat ekonomi sirkular dan kawasan industri hijau.
Dalam kunjungan kerja ke Huzhou, Zhejiang, Walikota Bekasi Tri Adhianto bersama Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi melakukan pembahasan teknis dengan Wangneng Environment, perusahaan pengolah sampah menjadi energi asal Tiongkok yang akan membangun PSEL di Bantargebang.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan lahan, akses jalan, utilitas, percepatan perizinan, hingga koordinasi lintas instansi sebelum proyek memasuki tahap konstruksi.
Bagi QRS, keberhasilan proyek PSEL tidak hanya diukur dari berdirinya fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik, tetapi juga dari seberapa besar proyek tersebut mampu menggerakkan roda ekonomi daerah.
"Kalau pengusaha Bekasi ikut terlibat, tenaga kerja lokal terserap, produk dalam negeri digunakan, dan industri pendukung ikut tumbuh, maka PSEL bukan hanya menyelesaikan persoalan sampah. Proyek ini akan menjadi motor lahirnya kawasan ekonomi hijau baru di Kota Bekasi," pungkas QRS. [■]
Inisiatif KADIN tersebut dinilai selaras dengan visi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang ingin menjadikan Bantargebang sebagai pusat ekonomi sirkular dan kawasan industri hijau.
Dalam kunjungan kerja ke Huzhou, Zhejiang, Walikota Bekasi Tri Adhianto bersama Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi melakukan pembahasan teknis dengan Wangneng Environment, perusahaan pengolah sampah menjadi energi asal Tiongkok yang akan membangun PSEL di Bantargebang.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan lahan, akses jalan, utilitas, percepatan perizinan, hingga koordinasi lintas instansi sebelum proyek memasuki tahap konstruksi.
Bagi QRS, keberhasilan proyek PSEL tidak hanya diukur dari berdirinya fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik, tetapi juga dari seberapa besar proyek tersebut mampu menggerakkan roda ekonomi daerah.
Tags
Bantargebang
Festival Bantargebang
KADIN
KADIN Bekasi
KADIN Kota Bekasi
Ketua KADIN Kota Bekasi
PSEL
Qadar Ruslan Siregar
QRS
