Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Densus 88 Datang ke Bekasi!? FKDM Dapat "Senjata" Baru Lawan Radikalisme

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Puluhan Pengurus FKDM Dibekali Cara Membaca Gejala Intoleransi hingga Rekrutmen Radikal Lewat Media Sosial


Banyak yang mengira kedatangan Tim Pencegahan Densus 88 Anti Teror POLRI identik dengan operasi penindakan. Namun kali ini berbeda. Mereka hadir di Kota Bekasi untuk membekali pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dengan strategi mendeteksi sejak dini penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme sebelum berkembang di tengah masyarakat.

 — BEKASI | Upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme terus diperkuat melalui sinergi lintas elemen masyarakat.

Tim Pencegahan Satgaswil DKI Jakarta Densus 88 Anti Teror POLRI hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi bagi pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bekasi, Rabu (8/4).

Kegiatan yang digelar di wilayah Jakasampurna, Bekasi Barat ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari pengurus FKDM tingkat kota dan kecamatan serta stakeholder terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Kota Bekasi Drs. Hudi Wijayanto, M.Si. serta Ketua FKDM Kota Bekasi Sugono, S.H., M.H.


Dalam sambutannya, Ketua FKDM Kota Bekasi, Sugono, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran FKDM dan narasumber. Ke depan, kami berencana memperluas keanggotaan FKDM agar seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bekasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi Kota Bekasi sebagai wilayah yang majemuk, termasuk potensi ancaman dari penyebaran paham radikal melalui media sosial.

Perkembangan media sosial saat ini perlu diantisipasi bersama karena menjadi salah satu sarana penyebaran paham yang dapat mengganggu stabilitas keamanan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bekasi, Drs. Hudi Wijayanto, M.Si., menekankan pentingnya peran FKDM dalam menjaga kondusivitas wilayah di tengah keberagaman masyarakat.

Dengan keterbatasan jumlah personel, FKDM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat yang beragam,” katanya.

Dalam sesi materi, Tim Pencegahan Satgaswil DKI Jakarta memaparkan definisi serta dinamika perkembangan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, termasuk pola penyebaran dan kelompok yang terlarang di Indonesia.

Fenomena baru yang perlu diwaspadai adalah adanya upaya perekrutan yang menyasar perempuan dan anak. Ini menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan,” ujar narasumber.


Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait ciri-ciri individu yang terpapar paham radikal serta langkah-langkah pencegahan melalui deteksi dini, partisipasi aktif masyarakat, dan sinergi antar instansi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung dinamis. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menggali informasi dan strategi pencegahan yang efektif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengurus FKDM dapat semakin optimal dalam menjalankan fungsi kewaspadaan dini di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini juga sekaligus jadi garda terdepan dalam upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme & terorisme di Kota Bekasi. [■]

Reporter: NMR- REDAKSI - Editor: DikRiz/DREW-Corp
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post