NasDem Kota Bekasi Berganti Nahkoda, H. Supratman: Target 1 Dapil 1 Kursi dan Ujian Relevansi Politik bagi Warga
bekasi-online.com | Kamis, 23 Juli 2026, 18:33 WIB | NMR/DikRizNasDem Kota Bekasi membidik minimal satu kursi di setiap dapil, dengan tiga wilayah disebut memiliki potensi berdasarkan hasil Pemilu 2024. Namun, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, pergantian kepemimpinan partai ini membawa pertanyaan yang lebih besar: apakah politik di Kota Bekasi akan kembali berputar pada kalkulasi kursi, atau mulai menjadikan kepentingan warga sebagai pusat perjuangan?
— KOTA BEKASI | Pergantian kepemimpinan di tubuh DPD Partai NasDem Kota Bekasi memasuki babak baru.H. Supratman resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dan dipercaya memimpin partai tersebut, menggantikan Nurul Sumarheni yang kini mendapat amanah sebagai pengurus di tingkat DPW Partai NasDem Jawa Barat.
“Alhamdulillah, SK kepengurusan sudah kami terima,” ujar Supratman kepada Bekasi-OL, Kamis (23/7/2026) malam.
Pergantian kepemimpinan itu bukan sekadar rotasi internal partai. Bagi publik Kota Bekasi, perubahan struktur di tubuh partai politik selalu memiliki konsekuensi lebih luas—terutama ketika partai tersebut mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
Sebab, di tengah berbagai persoalan warga, mulai dari pelayanan publik, kualitas infrastruktur, lapangan kerja, pengelolaan lingkungan, hingga tata kelola anggaran daerah, konsolidasi partai politik pada akhirnya akan diuji bukan hanya melalui jumlah kursi yang berhasil diraih, tetapi juga sejauh mana agenda politiknya mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam struktur baru tersebut, posisi Sekretaris dipercayakan kepada Dasmei Ziliwu, mantan calon legislatif PSI pada Pemilu 2024. Sementara jabatan Bendahara diisi Irvianty Sudirman, kader lama Partai NasDem Kota Bekasi.
Komposisi ini menunjukkan adanya kombinasi antara wajah baru dan kader lama. Supratman menyebut sekitar 30 persen pengurus periode sebelumnya tetap dipertahankan dalam struktur kepengurusan yang baru.
“Untuk struktur kepengurusan, masih ada 30 persen personel kepengurusan lama yang masuk dalam kepengurusan saya,” jelasnya.
Namun, komposisi pengurus pada akhirnya baru akan memiliki arti politik apabila mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Bagi warga, pertanyaan terpenting bukan semata siapa yang duduk dalam struktur partai, melainkan isu apa yang akan diperjuangkan dan bagaimana partai politik menjalankan fungsi representasinya.
Terlebih, Kota Bekasi memiliki persoalan yang tidak sedikit. Mulai dari problem pelayanan dasar, kemacetan, pengelolaan sampah, kebutuhan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, hingga tuntutan transparansi dalam pengelolaan anggaran publik.
Kantor Baru dan Konsolidasi Menuju 2029
Sebagai bagian dari konsolidasi awal, DPD Partai NasDem Kota Bekasi kini memiliki kantor baru di Ruko Sentra Niaga Kalimas Blok A Nomor 17, Bekasi Timur.
Meski SK kepengurusan telah diterima, pelantikan resmi pengurus masih menunggu arahan dari DPW Partai NasDem Jawa Barat.
Dalam waktu dekat, pengurus baru juga berencana menggelar acara syukuran kantor sebagai penanda dimulainya aktivitas kepengurusan baru.
“Untuk pelantikan pengurus masih menunggu arahan dari DPW NasDem Jabar. Kami baru merencanakan membuat acara syukuran kantor,” kata Supratman.
Di balik agenda syukuran dan konsolidasi organisasi tersebut, terdapat pekerjaan politik yang jauh lebih berat: membangun kembali daya tawar partai di tengah masyarakat.
Pemilu 2029 memang masih beberapa tahun lagi. Namun, pengalaman politik menunjukkan bahwa partai yang terlambat melakukan konsolidasi biasanya akan berhadapan dengan persoalan klasik—kaderisasi yang tidak tuntas, mesin politik yang tidak solid, serta jarak yang terlalu lebar dengan pemilih.
Target Satu Dapil Satu Kursi
Supratman menyatakan, Partai NasDem Kota Bekasi menargetkan minimal meraih satu kursi legislatif di setiap daerah pemilihan pada Pemilu 2029.
“Target kita satu dapil satu kursi atau minimal mengisi satu kursi,” tegasnya.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri. Sebab, target politik tidak cukup hanya dibangun melalui struktur organisasi dan kalkulasi elektoral. Partai juga harus mampu menawarkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan warga.
Supratman menyebut tiga wilayah yang dinilai memiliki potensi berdasarkan hasil Pemilu 2024, yakni Dapil Bekasi Timur–Bekasi Selatan, Dapil Bekasi Utara–Medan Satria, serta Dapil Rawalumbu–Mustika Jaya–Bantargebang.
“Dapil potensial mengacu pada Pemilu 2024 lalu, yaitu Bekasi Timur–Bekasi Selatan, Bekasi Utara–Medan Satria, dan Rawalumbu–Mustika Jaya–Bantargebang,” ujarnya.
Ia juga menyatakan mendukung apabila skema lima daerah pemilihan di Kota Bekasi tetap dipertahankan pada Pemilu 2029.
Akan tetapi, bagi warga Kota Bekasi, angka perolehan kursi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan partai politik. Kursi legislatif seharusnya menjadi instrumen untuk memperjuangkan kepentingan publik, mengawasi jalannya pemerintahan, serta memastikan kebijakan dan anggaran daerah tidak berjalan tanpa kontrol.
Dengan kepengurusan baru, kantor baru, serta target politik satu dapil satu kursi, Partai NasDem Kota Bekasi kini memasuki fase konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Pertaruhan sebenarnya bukan hanya apakah NasDem mampu merebut kursi di setiap dapil. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah konsolidasi politik tersebut mampu menjadikan suara warga Kota Bekasi sebagai agenda utama?
Sebab, bagi pemilih, kursi politik bukan sekadar angka dalam peta kekuasaan. Kursi itu adalah mandat—dan mandat publik selalu menuntut pembuktian. [■]
Reporter: NMR- REDAKSI - Editor: DikRiz/DREW-Corp
Tags
DPW Nasdem
DPW Nasdem Jabar
H. Supratman
Ketua DPD NasDem
Nasdem
NasDem Kota Bekasi
Nurul Sumarheni
