Pemuda Babbul Jannah Ingin Kecintaan Kepada Rasulullah Tak Cuma Maulid, Tetapi “Bocor” ke Kehidupan Sehari-hari lewat Akhlak dan Kepedulian
bekasi-online.com | Sabtu, 29/Agt/2026, 20:58 WIB | AgusKSParAda yang menarik dari Maulid Nabi di Blok E Graha Prima, Tambun Selatan. Pemuda-Pemudi Mushola Babbul Jannah rupanya tidak ingin acara berhenti pada shalawat, tausiyah, lalu bubar dan pulang. Mereka membawa satu “misi”: bagaimana semangat mencintai Rasulullah bisa ikut terbawa sampai ke rumah, lingkungan pergaulan, dan kehidupan sehari-hari.
— TAMBUN | Peringatan Maulid Nabi Muhammad Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassallaam di Blok E Graha Prima, Tambun Selatan, Bekasi, tak sekadar menjadi agenda tahunan di Tambun Selatan pada Sabtu malam, (29/8/2026).Mengusung tema “Generasi Muda Cinta Rasulullah”, kegiatan tersebut membawa pesan sederhana namun kuat: kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu terlihat dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.
Baca juga: Dari Bekasi, Wayang Ajen Buktikan Tradisi Tak Harus Kaku: Wayang, Tari, Humor dan Kreativitas Berpadu di PNBK Jilid III
Dari mushola, semangat tersebut diarahkan untuk memperkuat silaturahmi, ukhuwah Islamiyah, sekaligus membangun kepedulian sosial.
Baca juga: PNBK III Dihadiri 7.089,5 Orang Massa dari Depan BCP, GOR sampai FO Summarecon
Hikmah Maulid disampaikan Ust. Yassin Al Balad, Lc. Ia mengajak jamaah kembali melihat kehidupan Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassallaam sebagai teladan yang relevan di tengah perubahan zaman.
Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassallaam bukan hanya menjadi teladan dalam ibadah, tetapi juga dalam kejujuran, kesabaran, kepemimpinan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk menjadi bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Pesan itu sejalan dengan firman Allah SubhanaHu Wa Ta'ala dalam QS. Al-Ahzab ayat 21, yang menegaskan bahwa pada diri Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassallaam terdapat suri teladan yang baik.
Baca juga: Estimasi Simulatif Berbasis Eagle Eye Drone Ada 7.089,5 Orang Sepanjang Koridor Pawai; Angka Setengah di Belakang Koma Itu Apa?
Di tengah derasnya perubahan sosial dan perkembangan teknologi, pesan tersebut menjadi semakin penting.
Generasi muda tidak hanya membutuhkan ruang untuk berkarya dan beraktivitas, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang dapat memperkuat karakter dan nilai moral.
Baca juga: Gelar Perhelatan PNBK episode III Terkumpul Donasi Sekitar Rp500juta buat Korban Bencana Gempa NTT dan Karhutla Kalimantan
Keterlibatan Pemuda-Pemudi dalam penyelenggaraan Maulid menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus ruang tumbuh bagi anak muda di lingkungan masyarakat.
Bagi warga Blok E Graha Prima, momentum Maulid juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan.
Tradisi berkumpul, bershalawat, mendengarkan tausiyah, dan bersilaturahmi menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antar warga tetap hangat di tengah kesibukan masing-masing.
Semangatnya tidak berhenti ketika acara selesai. Harapannya, pesan Maulid dapat terbawa ke rumah, lingkungan pergaulan, dan kehidupan bermasyarakat—menjadi kebiasaan kecil yang mencerminkan akhlak Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassallaam.
Sebab, esensi Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Nabi Muhammad Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassallaam.
Yang lebih penting adalah bagaimana umat mengenal keteladanan beliau, mencintainya, lalu berusaha menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan nyata.
Dari Blok E Graha Prima, pesan itu digaungkan oleh generasi muda: mencintai Rasulullah bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan akhlak, persaudaraan, dan perbuatan yang memberi manfaat bagi sesama. [■]
Reporter: Agus K - REDAKSI - Editor: DikRiz/Bekasi-OL
Bagi warga Blok E Graha Prima, momentum Maulid juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan.
Tradisi berkumpul, bershalawat, mendengarkan tausiyah, dan bersilaturahmi menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antar warga tetap hangat di tengah kesibukan masing-masing.
Semangatnya tidak berhenti ketika acara selesai. Harapannya, pesan Maulid dapat terbawa ke rumah, lingkungan pergaulan, dan kehidupan bermasyarakat—menjadi kebiasaan kecil yang mencerminkan akhlak Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassallaam.
Sebab, esensi Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Nabi Muhammad Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassallaam.
Yang lebih penting adalah bagaimana umat mengenal keteladanan beliau, mencintainya, lalu berusaha menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan nyata.
Dari Blok E Graha Prima, pesan itu digaungkan oleh generasi muda: mencintai Rasulullah bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan akhlak, persaudaraan, dan perbuatan yang memberi manfaat bagi sesama. [■]
Reporter: Agus K - REDAKSI - Editor: DikRiz/Bekasi-OL






