DKN (Dewan Koordinasi Nasional) Garda Prabowo Menggelar Acara Halal Bihalal dan Syukuran Hari Ulang Tahun ke-18
bekasi-online.com | Sabtu,11 April 2026, 09:32 WIB | Why/DR
“Negara hadir untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal hanya karena persoalan gizi. Ini bagian dari upaya besar mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Ketua Umum DKN Garda Prabowo, Fauka Noor Farid.
— KOTA BEKASI | DKN (Dewan Koordinasi Nasional) Garda Prabowo menggelar acara Halal Bihalal dan syukuran Hari Ulang Tahun ke-18 sebagai momentum konsolidasi nasional relawan dalam mendukung arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Kegiatan yang berlangsung di Kantor DKN Garda Prabowo ini dihadiri jajaran pengurus dan anggota dari berbagai daerah.
Ketua Umum Garda Prabowo, H. Fauka Noor Farid, menegaskan bahwa organisasi relawan memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal program-program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Ketua Umum Garda Prabowo, H. Fauka Noor Farid, menegaskan bahwa organisasi relawan memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal program-program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Menurut dia, fokus utama kebijakan saat ini adalah pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk asupan gizi bagi anak-anak usia sekolah.
Ia menyampaikan bahwa masih terdapat realitas sosial di mana sebagian pelajar berangkat ke sekolah tanpa sarapan akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kemampuan belajar dan kualitas generasi mendatang.
Oleh karena itu, program penyediaan makanan bergizi dipandang sebagai langkah strategis dan mendasar.
“Negara hadir untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal hanya karena persoalan gizi. Ini bagian dari upaya besar mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Fauka.
Dalam paparannya, ia juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan kewajiban negara dalam menyejahterakan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Garda Prabowo, lanjutnya, berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal implementasi kebijakan agar tepat sasaran.
Menanggapi dinamika publik, Fauka menilai kritik terhadap program pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.
Namun, ia mengingatkan adanya potensi disinformasi yang dapat mengganggu pelaksanaan program di lapangan.
Ia menegaskan bahwa kekurangan dalam implementasi harus dilihat sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan, bukan alasan untuk menolak substansi program.
Selain isu domestik, forum tersebut juga menyinggung perkembangan situasi internasional, khususnya terkait Palestina.
Presiden Prabowo disebut konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dalam berbagai forum global, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Fauka menjelaskan bahwa posisi Indonesia dalam percaturan global memiliki keterbatasan, terutama karena tidak memiliki hak veto dalam struktur Dewan Keamanan PBB. Oleh sebab itu, pemerintah memilih jalur diplomasi multilateral yang terukur dengan menjalin koordinasi bersama sejumlah negara, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam mendorong solusi konkret berbasis kemanusiaan, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam mekanisme internasional yang sah.
Ia menekankan bahwa sikap Indonesia tidak didasarkan pada kepentingan sempit, melainkan pada prinsip kemanusiaan universal dan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi toleransi.
Lebih lanjut, Garda Prabowo juga menegaskan pentingnya kesinambungan kebijakan nasional. Dukungan relawan yang telah terbangun selama hampir dua dekade diharapkan dapat terus berlanjut guna menjaga stabilitas program pembangunan dan memastikan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Melalui momentum peringatan HUT ke-18 ini, Garda Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garis depan dalam mendukung, mengawal, dan menyukseskan agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan dan keadilan sosial. [■]
Reporter: Wahyu - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
Ia menyampaikan bahwa masih terdapat realitas sosial di mana sebagian pelajar berangkat ke sekolah tanpa sarapan akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kemampuan belajar dan kualitas generasi mendatang.
Oleh karena itu, program penyediaan makanan bergizi dipandang sebagai langkah strategis dan mendasar.
“Negara hadir untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal hanya karena persoalan gizi. Ini bagian dari upaya besar mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Fauka.
Dalam paparannya, ia juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan kewajiban negara dalam menyejahterakan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Garda Prabowo, lanjutnya, berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal implementasi kebijakan agar tepat sasaran.
Menanggapi dinamika publik, Fauka menilai kritik terhadap program pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.
Namun, ia mengingatkan adanya potensi disinformasi yang dapat mengganggu pelaksanaan program di lapangan.
Ia menegaskan bahwa kekurangan dalam implementasi harus dilihat sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan, bukan alasan untuk menolak substansi program.
Selain isu domestik, forum tersebut juga menyinggung perkembangan situasi internasional, khususnya terkait Palestina.
Presiden Prabowo disebut konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dalam berbagai forum global, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Fauka menjelaskan bahwa posisi Indonesia dalam percaturan global memiliki keterbatasan, terutama karena tidak memiliki hak veto dalam struktur Dewan Keamanan PBB. Oleh sebab itu, pemerintah memilih jalur diplomasi multilateral yang terukur dengan menjalin koordinasi bersama sejumlah negara, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam mendorong solusi konkret berbasis kemanusiaan, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam mekanisme internasional yang sah.
Ia menekankan bahwa sikap Indonesia tidak didasarkan pada kepentingan sempit, melainkan pada prinsip kemanusiaan universal dan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi toleransi.
Lebih lanjut, Garda Prabowo juga menegaskan pentingnya kesinambungan kebijakan nasional. Dukungan relawan yang telah terbangun selama hampir dua dekade diharapkan dapat terus berlanjut guna menjaga stabilitas program pembangunan dan memastikan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Melalui momentum peringatan HUT ke-18 ini, Garda Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garis depan dalam mendukung, mengawal, dan menyukseskan agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan dan keadilan sosial. [■]
Reporter: Wahyu - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
