FKUB Ajak Pemuda Kota Bekasi Lawan Hoaks, Rawat Toleransi & Hentikan Adat “Share Dulu, Baca Belakangan”
bekasi-online.com | Jumat, 22 Mei 2026, 18:13 WIB | Why/DR
— KOTA BEKASI | FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Bekasi menggelar Dialog Kebangsaan Tokoh dan Pemuda Lintas Agama dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045 sebagai upaya memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan kebangsaan di tengah masyarakat yang semakin beragam.
Di tengah era media sosial yang bisa bikin orang marah cuma gara-gara salah baca caption, pemuda lintas agama di Kota Bekasi justru menunjukkan pemandangan langka: duduk bareng, ngobrol santai, dan sepakat menjaga kerukunan demi Indonesia Emas 2045. Bagi mereka, debat paling sehat seharusnya soal bakso enak, bukan soal perbedaan keyakinan.
— KOTA BEKASI | FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Bekasi menggelar Dialog Kebangsaan Tokoh dan Pemuda Lintas Agama dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045 sebagai upaya memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan kebangsaan di tengah masyarakat yang semakin beragam.Kegiatan ini menghadirkan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemuda lintas agama untuk membahas tantangan dan peluang menjaga kerukunan di era digital.
Dialog tersebut menyoroti pentingnya membangun budaya toleransi yang tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.
Perkembangan media sosial yang kerap memunculkan polarisasi dan perbedaan pandangan menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi melalui dialog, edukasi, dan penguatan nilai kebangsaan.
Sekretaris Umum Pemuda Muhammadiyah Kota Bekasi, Herdi, menegaskan bahwa toleransi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi slogan atau narasi di ruang publik.
Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah selama ini telah terbiasa menghadapi isu-isu kerukunan dengan pendekatan yang aplikatif dan solutif.
“Bagi kami, toleransi bukan sekadar dibicarakan atau diteriakkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.” ujarnya.
“Beragama adalah hak asasi setiap warga negara yang harus dihormati, sehingga tugas kita adalah memastikan ruang kebersamaan tetap terjaga,” imbuhnya.
Herdi jelaskan, Pemuda Muhammadiyah memilih pendekatan moderat dengan menempatkan diri sebagai jembatan dialog di tengah berbagai perbedaan pandangan yang ada di masyarakat.
Ia menilai keberagaman merupakan realitas bangsa yang harus dikelola menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Sebagai contoh praktik toleransi yang telah berjalan, Herdi menyinggung kisah seorang wisudawan beragama Kristen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang sempat viral karena menyampaikan pesan kerukunan dalam pidato wisudanya.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa nilai inklusivitas dan penghormatan terhadap perbedaan telah tumbuh dalam lingkungan Muhammadiyah.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan tetap ada, termasuk perbedaan cara pandang di tingkat individu.
Namun, perbedaan tersebut dapat dikelola melalui dialog yang sehat dan pemahaman bersama mengenai makna toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan ini, Herdi berharap dialog lintas agama tidak hanya menjadi forum seremonial, melainkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan membangun kolaborasi antar komunitas.
Tags
BEM Muhammadiyah
FKUB
Forum Kerukunan Umat Beragama
Kota Bekasi
Pemuda Muhammadyah
teknologi
Teknologi AI
Teknologi Artificial Intelligence
Teknologi Modern
