KADIN Kota Bekasi Keren Songsong Era Baru, Struktur “Gemuk” Disiapkan Demi Rangkul Yang Lama & Pendatang Baru
Ketua KADIN Kota Bekasi terpilih, Qadar Ruslan Siregar (QRS), mulai menyiapkan struktur kepengurusan yang disebut-sebut bakal “gemuk maksimal”. Tapi jangan salah paham dulu. Menurut QRS, langkah itu bukan buat bagi-bagi jabatan semata, melainkan strategi merangkul seluruh kekuatan dunia usaha — dari pengusaha senior, bos pabrik, pemilik UMKM, sampai generasi entrepreneur digital yang kerjanya lebih sering online sambil buka laptop di coffee shop.
— KOTA BEKASI | Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi mulai mematangkan formasi kepengurusan periode 2026–2031 dengan semangat inklusivitas yang lebih kuat. Struktur organisasi yang disiapkan diproyeksikan lebih besar dibanding periode sebelumnya sebagai upaya mengakomodasi beragam kepentingan dunia usaha, mulai dari pengusaha senior yang telah lama berkontribusi bagi perekonomian daerah hingga generasi entrepreneur baru yang tumbuh di tengah transformasi digital.
Langkah tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi pasca berbagai dinamika yang mewarnai dunia usaha nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui komposisi kepengurusan yang lebih representatif, KADIN diharapkan mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha lintas sektor, sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar menegaskan bahwa pembentukan struktur kepengurusan yang lebih luas bukan sekadar memperbesar organisasi, melainkan membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi seluruh elemen pengusaha.
“Kepengurusan periode 2026–2031 dirancang untuk mengakomodasi seluruh potensi dunia usaha.” kata QRS.
Kami ingin pengusaha lama, lanjut QRS lebih jauh, Yang telah memiliki pengalaman panjang dapat berkolaborasi dengan pengusaha muda yang membawa inovasi dan semangat baru.
“KADIN harus menjadi rumah besar yang menyatukan, bukan membatasi,” ujar Qadar Ruslan Siregar yang akrab disapa Bang QRS ini kepada BekasiOL, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, tantangan ekonomi yang semakin kompleks membutuhkan organisasi yang adaptif dan mampu menjembatani kepentingan berbagai sektor usaha.
Karena itu, KADIN Kota Bekasi berupaya membangun struktur yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan program yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini.
Dalam diskusi yang berkembang, peserta juga menyoroti posisi KADIN sebagai organisasi pengusaha yang memiliki landasan hukum khusus.
Status tersebut dinilai membedakan KADIN dari berbagai organisasi profesi maupun kemasyarakatan lainnya.
Dinamika dualisme yang kerap muncul di sejumlah organisasi nasional dipandang sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi yang umumnya bersifat sementara dan akan kembali menemukan titik konsolidasi.
QRS menilai bahwa penguatan kelembagaan menjadi kunci untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap KADIN.
“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam organisasi besar." ungkap QRS lagi kepada BekasiOL di ruang kantor kerjanya di bilangan jalan raya Narogong depan Markas Yonif 202, Tajimalela.
"Namun yang membedakan organisasi KADIN dengan organisasi yang lain adalah amanat UU No.1 Tahun 1987 tentang KADIN." imbuh QRS.
"Karena amanah Undang-Undang, mau terbelah seperti apapun organisasi KADIN sebagai organisasi induk berkumpulnya para pengusaha, maka gak akan ada istilah seperti KADIN versi kubu anu atau versi kubu itu." jelas QRS menegaskan perbedaan dengan banyak fenomena dualisme yang berujung pada perpecahan organisasi menjadi organisasi lama dan organisasi versi baru.
"Karena amanah Undang-Undang, mau terbelah seperti apapun organisasi KADIN sebagai organisasi induk berkumpulnya para pengusaha, maka gak akan ada istilah seperti KADIN versi kubu anu atau versi kubu itu." jelas QRS menegaskan perbedaan dengan banyak fenomena dualisme yang berujung pada perpecahan organisasi menjadi organisasi lama dan organisasi versi baru.
Selanjutnya QRS menambahkan, bahwa yang terpenting adalah bagaimana seluruh energi itu dikonsolidasikan menjadi kekuatan bersama untuk memperjuangkan kepentingan dunia usaha dan pembangunan daerah.
Selain membahas konsolidasi internal, forum juga menyoroti perkembangan regulasi yang berpotensi memperkuat peran KADIN Kota Bekasi dalam ekosistem investasi dan perizinan usaha nasional.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah integrasi peran KADIN dalam mekanisme rekomendasi usaha melalui sistem Online Single Submission atau One Stop Service (OSS) sebagai bagian dari konsep pelayanan satu pintu.
Gagasan tersebut dinilai dapat memberikan kepastian regulasi sekaligus memperkuat fungsi KADIN sebagai mitra pemerintah dalam memastikan kelayakan dan kredibilitas pelaku usaha.
Jika terealisasi, KADIN berpotensi kembali memainkan peran strategis sebagaimana pada masa sebelumnya, ketika organisasi ini menjadi salah satu rujukan utama dalam berbagai aspek kegiatan usaha.
Diskusi turut menyinggung perubahan lanskap perdagangan global yang semakin dinamis.
Kemajuan sistem logistik internasional memungkinkan distribusi barang impor berlangsung lebih cepat, baik melalui jalur udara maupun laut.
Namun para pengusaha di tubuh KADIN Kota Bekasi sepakat bahwa daya saing usaha tidak hanya ditentukan oleh akses produk, melainkan oleh kualitas, inovasi, dan kemampuan pelaku usaha memahami kebutuhan pasar.
Bagi KADIN Kota Bekasi, tantangan tersebut justru menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha.
Melalui kepengurusan baru yang lebih inklusif dan akomodatif, sehingga wajar oleh banyak pihak, struktur organisasi KADIN Kota Bekasi tampak gemuk, karena berusaha untuk mengakomodir semua pengusaha baik yang anggota KADIN lama maupun anggota baru.
"Ya nantinya menjelang pelantikan saya akan membentuk struktur organisasi yang jelas kelihatan sangat gemuk, demi akomodasi banyak pihak pengusaha agar kita bisa jalan bersama lebih kompak dan sinergis." tutup QRS dalam perbincangan dengan tim investigasi BekasiOL yang rencananya akan digelar setiap Jumat Berkah.
"Bisa aja nih ide Ketua KADIN kota Bekasi." kata satu wartawan yang ingin secara rutin mengikuti kegiatan pertemuan "Jumat Berkah" di kantor KADIN Kota Bekasi ini ke depannya.
Dengan ini diharapkan organisasi pengusaha ini bisa berjalan lancar dan juga mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah baik melalui ekonomi kerakyatan maupun investasi di bidang industrialisasi berskala besar ~ sekaligus wadah yang mempertemukan pengalaman, jejaring, dan inovasi dalam satu gerak bersama. [■]
Tags
Industri
KADIN Kota Bekasi
Ketua KADIN
Ketua KADIN Kota Bekasi
Kota Bekasi
Pengusaha
Perdagangan

