Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Menjaga Toleransi di Era Digital, Bekasi Perkuat Dialog Lintas Agama Untuk 2045

iklan banner AlQuran 30 Juz

Dialog Kebangsaan Lintas Agama, Ketua FKUB: Jaga Kerukunan, Manfaatkan AI, Songsong Indonesia Emas 2045


Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bekasi menggelar dialog kebangsaan yang bukan cuma serius, tapi juga penuh pesan menohok soal kehidupan digital masa kini. Di hadapan tokoh lintas agama dan generasi muda, FKUB mengingatkan bahwa kerukunan warga jangan kalah cepat dibanding penyebaran hoaks di media sosial.

 — KOTA BEKASI | FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Bekasi menggelar Dialog Kebangsaan Tokoh dan Pemuda Lintas Agama dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045 sebagai upaya memperkuat persatuan, toleransi, dan kolaborasi antar elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan masa depan bangsa.

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan ini dihadiri H. Abdul Manan, Ketua FKUB Kota Bekasi; KH Syaifudin Siroj Ketua MUI Kota Bekasi; Hj. Marwah Zaitun, S.Pd., M.Pd. Kabid KESBAOK (Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi; tokoh-tokoh umat beragama Katholik, Kristen, Hindu, Buddha, Konghuchu, perwakilan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bekasi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi, BAZNAS, organisasi pemuda dan kepemudaan lintas agama Kota Bekasi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang juga mewakili beberapa agama.

Dalam forum tersebut, para peserta membahas pentingnya menjaga kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045


Selain itu, dialog juga soroti perkembangan Artificial Intelligence (AI), digital marketing, serta pemanfaatan teknologi untuk memperkuat literasi, pemberdayaan ekonomi umat, dan kampanye pelestarian lingkungan hidup yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.

Ketua FKUB Kota Bekasi, H. Abdul Manan, menegaskan bahwa kerukunan tidak boleh hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui komunikasi yang baik, koordinasi yang cepat, dan kesadaran bersama untuk menyelesaikan persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Menurut Abdul Manan, Kota Bekasi sebagai kota dengan 2.595.927 jiwa penduduk yang sangat heterogen memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga harmoni sosial.

"Kalau malam Kota Bekasi berpenduduk 2,5 juta jiwa, kalau siang warganya berjumlah 2,1 juta jiwa, karena yang 400.000 jiwa bekerja sebagai urban commuter di Jakarta." seloroh H. Abdul Manan tentang betapa heterogen warga Bekasi dengan jumlah yang berbeda antara siang dan malam.

Ia mengingatkan bahwa sejumlah peristiwa yang sebenarnya berskala kecil pernah berkembang menjadi isu nasional bahkan internasional karena viral di media sosial.

Bekasi pada dasarnya adalah kota yang damai, rukun, dan toleran. Namun kita harus belajar dari berbagai kejadian yang pernah terjadi. Persoalan kecil jangan sampai berkembang menjadi masalah besar hanya karena kurangnya komunikasi dan koordinasi.” papar Abdul Manan.

Lanjut dia lagi, “Jika ada persoalan di masyarakat, segera laporkan kepada RT, RW, lurah, camat, atau tokoh masyarakat agar bisa diselesaikan dengan baik,” ajak Abdul Manan.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga citra Kota Bekasi sebagai kota yang ramah terhadap keberagaman.

Menurutnya, penurunan indeks toleransi beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan untuk lebih responsif dalam mengelola isu-isu sosial dan keagamaan.

Peringkat tentu penting sebagai indikator, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat tetap hidup aman, damai, dan saling menghormati.” katanya lagi.

Jika kerukunan terjaga, pembangunan akan berjalan lancar dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga,” katanya.

H. Abdul Manan yang akrab dipanggil Eyang oleh mitra juniornya di kantor FKUB ini, mengajak generasi muda lintas agama untuk menjadi garda terdepan dalam merawat persatuan di era digital.

Ia menilai pemuda memiliki peran strategis dalam menangkal hoax, disinformasi, memperkuat moderasi beragama, serta teknologi secara produktif untuk kemajuan bangsa.

Sebagai simbol komitmen bersama terhadap masa depan Indonesia yang harmonis dan berkelanjutan, kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada para peserta dari pengurus FKUB Kota Bekasi kepada para tokoh lintas agama.

Penanaman pohon tersebut mengandung pesan filosofis bahwa menjaga kerukunan, merawat lingkungan, dan menanam nilai-nilai kebangsaan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dinikmati oleh generasi mendatang menuju Indonesia Emas 2045. [■]

Reporter: Wahyu/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post