Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Walimatussafar ASN Bekasi, Ketum UI Kota Bekasi Hadir Beri Tausiyah & Doa

iklan banner AlQuran 30 Juz

Walimatussafar ASN Bekasi, KH Saifudin Siroj: Haji Adalah Panggilan Allah dan Amanah Pengabdian

bekasi-online.comRabu, 6 Mei 2026, 21:54 WIB | Why/DR

KOTA BEKASI | Kota Bekasi, 7 Mei 2026 — Pelaksanaan walimatussafar Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi yang akan menunaikan ibadah haji 2026 menjadi momentum spiritual yang sarat makna keagamaan dan penguatan nilai pengabdian.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bekasi, KH Saifudin Siroj, menilai kegiatan doa bersama tersebut sebagai pengingat bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan Ilahi bagi hamba-hamba pilihan Allah SWT.

Menurut KH Saifudin Siroj, setiap jamaah haji dan umrah sejatinya adalah dhuyufurrahman atau tamu Allah.

Kesempatan berangkat ke Tanah Suci merupakan anugerah besar yang tidak semua orang peroleh, sehingga harus disyukuri dengan menjaga niat, adab, serta kesungguhan dalam beribadah.

Haji itu panggilan Allah. Maka yang berangkat adalah orang-orang yang dipilih. Di Tanah Suci, doa-doa sangat mustajab, karena jamaah hadir sebagai tamu Allah,” tutur KH Saifudin Siroj dalam tausiyahnya.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya mendoakan diri dan keluarga, tetapi juga membawa amanah masyarakat Kota Bekasi.

Para jamaah diminta memanjatkan doa agar kota ini senantiasa aman, damai, serta diberikan keberkahan dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.

Selain itu, ia juga berpesan agar jamaah turut mendoakan masyarakat yang belum memperoleh kesempatan berhaji maupun berumrah agar dipermudah jalannya oleh Allah SWT.

Dalam penjelasannya, KH Saifudin Siroj turut memberikan pemahaman budaya ibadah di Arab Saudi.

Ia menyampaikan bahwa jamaah biasanya dipanggil dengan sebutan “Hajj” atau “Hajjah” sebagai identitas kemuliaan ibadah, bukan sekadar nama pribadi.

Menurutnya, panggilan tersebut harus dijawab dengan sikap hormat dan kesadaran spiritual sebagai tamu Allah.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan kedisiplinan dalam menjalankan rangkaian ibadah.

Jamaah diminta aktif mengikuti tata cara ibadah, tidak pasif di area suci, serta memahami dinamika pergerakan jamaah saat tawaf maupun aktivitas ibadah lainnya.

Ketika berada di Masjidil Haram atau tempat ibadah, jangan hanya diam. Ibadah itu gerak, mengikuti alur tawaf dan aturan yang ada. Jamaah harus sigap dan menyesuaikan diri,” ujarnya.

KH Saifudin Siroj menegaskan bahwa nilai utama haji terletak pada perubahan akhlak sepulang dari Tanah Suci.

Ia berharap ASN yang berhaji mampu kembali dengan semangat pelayanan yang lebih jujur, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Melalui walimatussafar yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi, ia melihat sinergi antara spiritualitas dan tata kelola pemerintahan semakin kuat.

Haji, menurutnya, harus menjadi titik transformasi moral bagi aparatur negara agar menghadirkan pelayanan publik yang religius, humanis, dan berintegritas.

Semoga seluruh jamaah kembali sebagai haji yang mabrur, membawa keberkahan bagi diri, keluarga, dan Kota Bekasi,” tutupnya. [■]

Reporter: Wahyu/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post