Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Wanda Dukung Tri Adhianto Tertibkan PKL Demi Lahirnya "Malioboro Bekasi"

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

"Kalau Solo Punya Klewer, Masa Bekasi Cuma Punya Macet?" Ketua RWP Dukung Tri Adhianto Tata Jalan Raya Ir. H. Juanda

bekasi-online.com | Senin, 22 Juni 2026, 16:07 WIBMac/Bul/DR

"Kadis Perdagangan dan Industri Pemkot Bekasi, Ibu Ika Indah Yarti menyampaikan kepada kami bahwa ke depan akan dibuat konsep pasar tradisional yang bisa menjadi ikon daerah. Seperti Pasar Klewer di Solo, Malioboro di Yogyakarta, atau Pasar Batu di Malang. Ini tentu cita-cita yang sangat baik dan perlu kita dukung bersama," ungkap Ustadz Wanda.

 — KOTA BEKASI | Ketua Rukun Warga Pasar (RWP) Pasar Baru Durenjaya, Bekasi Timur, Ustadz H. Muhammad Wanda, berikan apresiasi tinggi terhadap langkah Walikota Bekasi Dr. H. Tri Adhianto yang memimpin langsung penataan & penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda, khususnya sekitar area Pasar Baru Durenjaya, Bekasi Timur pada pagi hari Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah paling berani dan paling layak diapresiasi karena tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh persoalan ketertiban lingkungan, kesehatan masyarakat, dan wajah Kota Bekasi ke depan.



"Ini memang keputusan yang tidak mudah. Ada konsekuensi yang harus diterima dan tentu dirasakan pahit oleh sebagian saudara-saudara kita para pedagang yang selama ini membuka lapak di bahu jalan dan badan jalan. Tetapi kalau kita melihat kepentingan yang lebih besar, ini adalah langkah yang sangat baik dan patut dipuji," ujar Ustadz H. Muhammad Wanda kepada Bekasi-OL usai proses penertiban selesai dilakukan.

Sejak bertahun-tahun, kata dia, aktivitas perdagangan di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda berlangsung hampir tanpa jeda. Para pedagang mulai membuka lapak sejak malam hingga pagi hari, sehingga menyisakan persoalan yang harus ditangani setiap hari oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, dan instansi terkait lainnya.

Menurutnya, tidak jarang proses pembersihan limbah pasar yang seharusnya sudah tuntas sebelum pukul 07.00 WIB, justru molor hingga sekitar pukul 10.00 pagi karena banyaknya sampah dan sisa aktivitas perdagangan yang memenuhi badan jalan.

Akibatnya, warga sekitar, pemilik bangunan resmi, pelaku usaha, perkantoran, sekolah, perbankan hingga pertokoan di kawasan Kompleks Ramayana Bekasi harus menerima dampak berupa kemacetan, bau tidak sedap, serta gangguan lingkungan pada jam-jam sibuk masyarakat urban yang hendak berangkat maupun pulang bekerja.

"Kalau kita bicara kepentingan kota secara keseluruhan, tentu kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Kota harus ditata. Lingkungan harus bersih. Lalu lintas harus lancar. Kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian bersama," katanya.

Ustadz Wanda demikian lelaki ini biasa dipanggil menilai kebijakan Tri Adhianto tersebut kali ini selaras dengan semangat penataan kawasan yang selama ini juga digaungkan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), yakni membangun kota dan kabupaten yang berwawasan lingkungan, tertib, bersih, sehat dan nyaman bagi seluruh warga.

"Kota Bekasi pantas menyandang predikat Bekasi Keren. Dan untuk menuju ke sana memang harus ada keberanian mengambil keputusan. Penataan kawasan bukan untuk mematikan ekonomi rakyat, tetapi justru menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi dan sehat," ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan penjelasan Kadisdagperin (Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian) Kota Bekasi, Dra. Hj. Ika Indah Yarti, MSi. Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan konsep besar pembangunan pasar tradisional yang lebih representatif dan memiliki nilai wisata budaya.

"Kadis Perdagangan dan Industri Pemkot Bekasi, Ibu Ika Indah Yarti menyampaikan kepada kami bahwa ke depan akan dibuat konsep pasar tradisional yang bisa menjadi ikon daerah. Seperti Pasar Klewer di Solo, Malioboro di Yogyakarta, atau Pasar Batu di Malang. Ini tentu cita-cita yang sangat baik dan perlu kita dukung bersama," ungkap Ustadz Wanda.

Menurut Ustadz Wanda, mewujudkan pasar tradisional bernuansa etnik khas Kota Bekasi tentu membutuhkan keberanian melakukan penataan, termasuk merelokasi aktivitas perdagangan yang selama ini memanfaatkan bahu dan badan Jalan Ir. H. Juanda.

"Kalau ingin memiliki pasar yang tertata, nyaman, bersih dan menjadi tujuan wisata daerah, maka konsekuensi logisnya memang kawasan jalan harus steril dari lapak-lapak yang mengganggu fungsi jalan. Ini bukan menggusur rakyat kecil, tetapi menggeser mereka ke tempat yang lebih layak dan lebih manusiawi," tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi sejak pagi telah menerjunkan ratusan personel gabungan yang terdiri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, BMSDA, Dinas Pemadam Kebakaran, unsur TNI-Polri serta berbagai elemen lainnya untuk melakukan penataan kawasan Jalan Ir. H. Juanda.

Walikota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Faisal, SE, bahkan turun langsung memantau proses penertiban sekitar 200 pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan menuju Terminal Induk Bekasi.

Para pedagang selanjutnya diarahkan untuk menempati lokasi sementara yang telah disiapkan di Pasar Baru Kota Bekasi, khususnya Blok 2, sembari menunggu proses pembangunan infrastruktur yang meliputi perbaikan jalan, pembangunan trotoar, serta pembenahan sistem drainase yang dijadwalkan berlangsung hingga September 2026.

Bagi Ustadz M. Wanda, keberhasilan penataan kawasan Ir. H. Juanda nantinya tidak hanya akan menghadirkan jalan yang lebih tertib dan nyaman, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya pasar tradisional khas Kota Bekasi yang memiliki identitas budaya dan mampu menjadi destinasi wisata ekonomi kerakyatan.

"Kalau Solo punya Pasar Klewer, Jogja punya Malioboro, Malang punya Pasar Batu, saya optimistis suatu saat Kota Bekasi juga punya pasar tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat. Dan langkah menuju ke sana dimulai dari keberanian Pak Walikota menata Jalan Ir. H. Juanda hari ini," pungkasnya.

Reporter: Mac/Bul - Redaksi - Editor: DikRizal/DREWcorp
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post