Wawali Harris Bobihoe Sampaikan Selamat kepada QRS: Saatnya KADIN Makin Mapan dan Jadi Rumah Dunia Usaha Bekasi
Ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia datang dari Wakil Walikota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe, kepada Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar (QRS) beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota.
— KOTA BEKASI | Momentum ulang tahun KADIN Indonesia tahun 2026 ini terasa penting bagi dunia usaha Kota Bekasi. Sebab, organisasi yang lahir pada 24 September 1968 tersebut kini memasuki usia 58 tahun dan secara historis memiliki posisi sebagai wadah dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah.
Melalui ucapan yang disampaikan dalam momentum HUT tersebut, Harris Bobihoe menyampaikan harapan agar KADIN Kota Bekasi di bawah kepemimpinan QRS semakin memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi.
Pesannya sederhana, tetapi cakupannya cukup lebar: dunia usaha jangan berjalan sendiri, pemerintah juga jangan bekerja sendirian.
Dari Ucapan Selamat, Menuju Kolaborasi Ekonomi
Harris menempatkan KADIN sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi Kota Bekasi.
Harapan itu sejalan dengan pesan yang pernah disampaikannya saat menghadiri Mukota KADIN Kota Bekasi pada Mei 2026.
Saat itu, Harris menyatakan Pemerintah Kota Bekasi akan terus berkoordinasi dengan KADIN dan berharap organisasi dunia usaha tersebut semakin guyub serta mampu menghasilkan program kerja nyata yang berdampak kepada masyarakat.
Dalam konteks HUT ke-58 ini, pesan tersebut kembali menemukan relevansinya.
KADIN bukan sekadar tempat berkumpulnya pengusaha. Tantangannya adalah bagaimana organisasi tersebut menjadi ruang bertemunya kepentingan dunia usaha, pemerintah, UMKM, perdagangan, industri, investasi, hingga peluang ekonomi baru.
Apalagi kepengurusan KADIN Kota Bekasi periode 2026–2031 dipimpin Qadar Ruslan Siregar setelah Mukota VI pada Mei 2026. Forum tersebut mengusung semangat “Satu Kadin untuk Bekasi Keren” dan menempatkan konsolidasi organisasi sebagai salah satu agenda penting.
Pesan Tri Adhianto: KADIN Harus Jadi Penggerak Ekonomi
Ucapan selamat juga datang dari Walikota Bekasi Dr. Tri Adhianto.
Dalam video ucapan yang disampaikan untuk HUT KADIN Kota Bekasi, Tri Adhianto mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kamar Dagang dan Industri KADIN Kota Bekasi.
Pesannya menekankan pentingnya sinergi dalam membangun program yang mampu meningkatkan daya saing dunia usaha.
Tri juga mengaitkan peran KADIN dengan upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam mendorong pertumbuhan investasi, memperkuat sektor perdagangan dan industri, mengembangkan UMKM, membuka peluang ekonomi, serta melahirkan inovasi.
Pesan tersebut kemudian bermuara pada satu gagasan: pemerintah dan dunia usaha perlu berjalan bersama agar Kota Bekasi semakin menjadi ruang yang mendukung pertumbuhan dunia usaha.
Dengan kata lain, kalau pemerintah menyediakan jalannya, dunia usaha harus ikut menghidupkan mesinnya.
Dan kalau mesinnya sudah hidup, jangan lupa bensinnya—yakni investasi, inovasi, pasar dan kepastian usaha.
QRS dan Tantangan KADIN Kota Bekasi
Bagi QRS dan jajaran pengurus KADIN Kota Bekasi, usia 58 tahun KADIN Indonesia bukan hanya momentum seremonial.
Ada pekerjaan rumah yang lebih konkret: bagaimana semangat “Satu Kadin” diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang terasa manfaatnya oleh pelaku usaha.
Dalam pemberitaan mengenai Mukota VI, QRS menyebut tiga fokus utama kepemimpinannya, yakni memperkuat ekosistem bisnis, memperluas jaringan pasar, serta menjadi jembatan antara pelaku usaha dan pemerintah.
Harapan tersebut juga bertemu dengan agenda KADIN Indonesia pada HUT ke-58. Pada momentum yang sama, KADIN Indonesia menekankan penguatan UMKM agar mampu naik kelas dan meningkatkan daya saing, termasuk membuka peluang masuk pasar yang lebih luas.
Maka, bagi KADIN Kota Bekasi, tantangannya bukan sekadar bagaimana organisasi semakin besar.
Lebih jauh dari itu, bagaimana anggota merasa hadirnya KADIN membawa akses, jaringan, informasi, advokasi, peluang pasar dan kolaborasi yang nyata.
“KADIN Mapan”, Bukan Sekadar Mapan di Usia
HUT ke-58 membawa satu kata yang menarik: mapan.
Mapan bukan berarti berhenti bergerak.
Justru organisasi yang mapan dituntut semakin mampu membaca perubahan: digitalisasi usaha, investasi, industri kreatif, UMKM, ekspor, perkembangan teknologi, hingga perubahan pola perdagangan.
KADIN Indonesia sendiri secara resmi menempatkan dirinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan perekonomian yang berdaya saing.
Karena itu, ucapan selamat dari Wakil Walikota Bekasi Abdul Harris Bobihoe dan Walikota Bekasi Tri Adhianto dapat dibaca sebagai pesan bersama kepada keluarga besar KADIN Kota Bekasi: terus bersinergi, berinovasi, membuka peluang ekonomi dan memperkuat kontribusi dunia usaha bagi masyarakat.
Selamat HUT ke-58 KADIN Indonesia.
Selamat kepada Qadar Ruslan Siregar, QRS seluruh pengurus dan anggota KADIN Kota Bekasi.
Semoga KADIN semakin mapan organisasinya, kuat jejaring usahanya, luas manfaatnya, dan semakin nyata menjadi rumah bagi pertumbuhan dunia usaha Kota Bekasi.
Satu KADIN, satu semangat, ekonomi Bekasi makin keren. [■]
Ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia datang dari Wakil Walikota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe, kepada Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar (QRS) beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota.
Melalui ucapan yang disampaikan dalam momentum HUT tersebut, Harris Bobihoe menyampaikan harapan agar KADIN Kota Bekasi di bawah kepemimpinan QRS semakin memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi.
Pesannya sederhana, tetapi cakupannya cukup lebar: dunia usaha jangan berjalan sendiri, pemerintah juga jangan bekerja sendirian.
Dari Ucapan Selamat, Menuju Kolaborasi Ekonomi
Harris menempatkan KADIN sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi Kota Bekasi.
Harapan itu sejalan dengan pesan yang pernah disampaikannya saat menghadiri Mukota KADIN Kota Bekasi pada Mei 2026.
Saat itu, Harris menyatakan Pemerintah Kota Bekasi akan terus berkoordinasi dengan KADIN dan berharap organisasi dunia usaha tersebut semakin guyub serta mampu menghasilkan program kerja nyata yang berdampak kepada masyarakat.
Dalam konteks HUT ke-58 ini, pesan tersebut kembali menemukan relevansinya.
KADIN bukan sekadar tempat berkumpulnya pengusaha. Tantangannya adalah bagaimana organisasi tersebut menjadi ruang bertemunya kepentingan dunia usaha, pemerintah, UMKM, perdagangan, industri, investasi, hingga peluang ekonomi baru.
Apalagi kepengurusan KADIN Kota Bekasi periode 2026–2031 dipimpin Qadar Ruslan Siregar setelah Mukota VI pada Mei 2026. Forum tersebut mengusung semangat “Satu Kadin untuk Bekasi Keren” dan menempatkan konsolidasi organisasi sebagai salah satu agenda penting.
Pesan Tri Adhianto: KADIN Harus Jadi Penggerak Ekonomi
Ucapan selamat juga datang dari Walikota Bekasi Dr. Tri Adhianto.
Dalam video ucapan yang disampaikan untuk HUT KADIN Kota Bekasi, Tri Adhianto mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kamar Dagang dan Industri KADIN Kota Bekasi.
Pesannya menekankan pentingnya sinergi dalam membangun program yang mampu meningkatkan daya saing dunia usaha.
Tri juga mengaitkan peran KADIN dengan upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam mendorong pertumbuhan investasi, memperkuat sektor perdagangan dan industri, mengembangkan UMKM, membuka peluang ekonomi, serta melahirkan inovasi.
Pesan tersebut kemudian bermuara pada satu gagasan: pemerintah dan dunia usaha perlu berjalan bersama agar Kota Bekasi semakin menjadi ruang yang mendukung pertumbuhan dunia usaha.
Dengan kata lain, kalau pemerintah menyediakan jalannya, dunia usaha harus ikut menghidupkan mesinnya.
Dan kalau mesinnya sudah hidup, jangan lupa bensinnya—yakni investasi, inovasi, pasar dan kepastian usaha.
QRS dan Tantangan KADIN Kota Bekasi
Bagi QRS dan jajaran pengurus KADIN Kota Bekasi, usia 58 tahun KADIN Indonesia bukan hanya momentum seremonial.
Ada pekerjaan rumah yang lebih konkret: bagaimana semangat “Satu Kadin” diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang terasa manfaatnya oleh pelaku usaha.
Dalam pemberitaan mengenai Mukota VI, QRS menyebut tiga fokus utama kepemimpinannya, yakni memperkuat ekosistem bisnis, memperluas jaringan pasar, serta menjadi jembatan antara pelaku usaha dan pemerintah.
Harapan tersebut juga bertemu dengan agenda KADIN Indonesia pada HUT ke-58. Pada momentum yang sama, KADIN Indonesia menekankan penguatan UMKM agar mampu naik kelas dan meningkatkan daya saing, termasuk membuka peluang masuk pasar yang lebih luas.
Maka, bagi KADIN Kota Bekasi, tantangannya bukan sekadar bagaimana organisasi semakin besar.
Lebih jauh dari itu, bagaimana anggota merasa hadirnya KADIN membawa akses, jaringan, informasi, advokasi, peluang pasar dan kolaborasi yang nyata.
“KADIN Mapan”, Bukan Sekadar Mapan di Usia
HUT ke-58 membawa satu kata yang menarik: mapan.
Mapan bukan berarti berhenti bergerak.
Justru organisasi yang mapan dituntut semakin mampu membaca perubahan: digitalisasi usaha, investasi, industri kreatif, UMKM, ekspor, perkembangan teknologi, hingga perubahan pola perdagangan.
KADIN Indonesia sendiri secara resmi menempatkan dirinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan perekonomian yang berdaya saing.
Karena itu, ucapan selamat dari Wakil Walikota Bekasi Abdul Harris Bobihoe dan Walikota Bekasi Tri Adhianto dapat dibaca sebagai pesan bersama kepada keluarga besar KADIN Kota Bekasi: terus bersinergi, berinovasi, membuka peluang ekonomi dan memperkuat kontribusi dunia usaha bagi masyarakat.
Selamat HUT ke-58 KADIN Indonesia.
Selamat kepada Qadar Ruslan Siregar, QRS seluruh pengurus dan anggota KADIN Kota Bekasi.
Semoga KADIN semakin mapan organisasinya, kuat jejaring usahanya, luas manfaatnya, dan semakin nyata menjadi rumah bagi pertumbuhan dunia usaha Kota Bekasi.
Satu KADIN, satu semangat, ekonomi Bekasi makin keren. [■]

