Baru Sehari Mengaspal, Trans Beken Sudah “Dihadang” Angkot Demo, Jalan A.Yani Ikut Panas Jadi Kemacetan Total
Operasional perdana Bus Trans Beken rute Harapan Indah–Terminal Bekasi tak hanya ramai penumpang, tapi juga protes. Setelah demo di depan Plaza GOR Bhagasasi, pengamanan di Kantor Dishub diperketat sebagai langkah antisipasi.
Belum genap sehari mengaspal, program transportasi publik kebanggaan baru Pemkot Bekasi itu sudah “disambut” aksi unjuk rasa ratusan sopir angkutan kota (angkot) di kawasan Plaza GOR Bhagasasi, tepatnya di jalur protokol Jalan Ahmad Yani, tak jauh dari Stadion Patriot Candrabhaga.
Aksi tersebut bahkan sempat diwarnai blokade jalan yang membuat arus lalu lintas tersendat.
Para sopir angkot menolak operasional Trans Beken karena dinilai berpotensi mematikan trayek dan penghasilan mereka yang selama ini menggantung di jalur serupa.
Para pengemudi angkot yang tergabung dalam komunitas dan organisasi transportasi lokal menilai, kehadiran bus berkonsep layanan massal itu terkesan diluncurkan tanpa sosialisasi dan komunikasi yang matang dengan para pelaku transportasi yang sudah lebih dulu ada.
Padahal, bagi mereka, persoalan transportasi bukan sekadar menghadirkan armada baru, melainkan juga menyangkut dapur ribuan keluarga yang hidup dari setoran harian.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi melalui Wali Kota Tri Adhianto menyebut dinamika tersebut sebagai hal yang wajar dalam proses transformasi layanan transportasi publik.
Kehadiran Trans Beken disebut sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendorong masyarakat beralih ke angkutan massal yang lebih tertib dan nyaman.
Meski demikian, peristiwa ini menjadi catatan penting bahwa modernisasi transportasi membutuhkan lebih dari sekadar seremoni peluncuran. Diperlukan ruang dialog, skema konversi, hingga solusi ekonomi bagi para sopir angkot yang terdampak.
Sebab tanpa komunikasi yang teduh, program yang digadang-gadang mengurai kemacetan justru berpotensi memantik kemacetan baru—setidaknya kemacetan pikiran di antara para pemangku kepentingan transportasi Kota Bekasi.
Ke depan, publik tentu berharap Trans Beken tidak hanya “beken” saat launching, tetapi juga matang dalam perencanaan, inklusif dalam kebijakan, dan adil bagi semua pelaku transportasi yang sama-sama mencari nafkah di jalanan kota.
Sementara kantor Dinas Perhubungan sudah disiagakan aparat gabungan berjaga-jaga setelah menerima informasi adanya aksi demo dan blokade para supir angkot di Jalan Jend. Ahmad Yani.
Kepala Dinas Perhubungan, Zeno Bachtiar saat ini sudah dihubungi BekasiOL, tapi belum bisa beri pernyataan karena UNRAS (unjuk rasa) masih tengah berlangsung. [■]
