Longsor Bantaran Kali Bekasi Memang Ada, Hanya Tutup 1 dari 3 Pintu Masuk; Gazebo, Warkop & Panggung Masih Ada
Kabar penutupan total destinasi wisata Hutan Bambu Kota Bekasi dipastikan tak akurat. Iwan, Petugas Pokdarwis Hutan Bambu menegaskan longsor hanya memutus akses pintu masuk sisi timur, sementara dua jalur lain masih dibuka dan aktivitas wisata tetap berjalan. Klarifikasi ini juga diperkuat dokumentasi foto di lapangan yang memperlihatkan pengunjung dan fasilitas masih beroperasi.
Informasi tersebut langsung dibantah oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat yang menegaskan bahwa kawasan wisata masih beroperasi, meski dengan pembatasan akses di salah satu pintu masuk.
Klarifikasi ini disampaikan Pokdarwis Kota Bekasi, Iwan, kepada BekasiOL, Kamis (12/2/2026), sekaligus diperkuat dengan dokumentasi foto lapangan yang memperlihatkan aktivitas warga, pengunjung, hingga petugas yang masih berada di area wisata.
“Jelasnya yang ditutup hanya jalan masuk tempat yang berdekatan dengan area parkir motor dari arah timur, Bang!” tegas Iwan.
Menurutnya, longsor memang terjadi di bantaran Kali Bekasi dan berdampak pada jalur pedestrian serta akses masuk sisi timur. Namun kondisi tersebut tidak membuat seluruh kawasan wisata ditutup.
Ia menjelaskan, Hutan Bambu memiliki tiga pintu akses utama.
Dari hasil asesmen sementara, hanya satu jalur yang ditutup demi keselamatan pengunjung, sementara dua akses lain masih dapat digunakan.
“Yang terputus hanya jalur pintu masuk dari arah timur. Sedangkan dari arah selatan dan di bawah jalan flyover akses masih bisa dimasuki,” ujarnya.
Aktivitas Wisata Masih Berjalan
Berdasarkan foto lapangan yang dihimpun, terlihat sejumlah fasilitas wisata masih berdiri dan digunakan, seperti:
- Gazebo bambu di bantaran kali masih ditempati pengunjung dan petugas
- Panggung hiburan tetap berdiri,
- Warung makan dan warung kopi masih beroperasi,
- Perahu wisata masih bersandar di tepian
- Pengunjung dan warga masih lalu-lalang melalui jalur yang aman,
- Beberapa aparat dan pengelola juga tampak melakukan pemantauan di titik longsor guna memastikan keamanan kawasan.
Hal ini sekaligus membantah narasi yang menyebut kawasan wisata “lumpuh total” atau “ditutup sepenuhnya”.
Penutupan Bersifat Parsial Demi Alasan Keselamatan
Pokdarwis menegaskan, langkah penutupan satu akses dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko, bukan penghentian operasional total.
Area yang terdampak longsor berada di sisi bantaran yang memang rentan tergerus arus Kali Bekasi, terlebih pasca hujan deras beberapa waktu terakhir.
Pengelola bersama aparat setempat kini melakukan:
- Pemantauan kontur tanah
- Pengamanan jalur rawan
- Pembatasan area dekat titik longsor
- Koordinasi penanganan lanjutan
- Imbauan untuk Pengunjung
Meski kawasan belum ditutup total, pengunjung tetap diimbau berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan, khususnya tidak mendekati area bantaran yang mengalami longsor.
Pokdarwis juga memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi apabila terjadi perubahan status akses maupun operasional wisata.
Kesimpulan:


