Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Tak Cuma Konpers: Polres Bekasi Giat Operasi Senyap, Tangkap 4 Pengedar

iklan banner AlQuran 30 Juz

Kapolres Bekasi Pimpin Operasi Senyap, Kavling Tiba-tiba Sepi Transaksi: 4 Orang Diamankan, Bekasi Diajak “Tobat Massal”


Saat sebagian warga masih terlelap dan yang lain sibuk ronda kopi, Polres Metro Bekasi justru bergerak senyap. Dipimpin langsung Kombes Pol Sumarni, operasi dini hari menyasar peredaran obat keras di Kampung Kavling. Hasilnya: empat orang diamankan, Tramadol dan Hexymer disita—membuktikan bahwa yang “keras” tak selalu minuman, tapi juga masalah sosial yang lama dibiarkan.

 — CIKARANG | Sehari berselang usai konferensi pers pemberantasan narkoba—yang biasanya penuh slide, data, dan janji perang total—Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni tampaknya memilih tidak berhenti di podium saja.

Jumat malam (31/1/2026) hingga Sabtu dini hari (1/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, ia turun langsung memimpin operasi senyap menyasar peredaran obat keras di Kampung Kavling, Cikarang Utara.

Operasi yang digelar tertutup namun terukur itu—bahasa halusnya: tidak banyak gaya tapi tepat sasaran—turut melibatkan Kasat Narkoba AKBP Hanry bersama jajaran pejabat utama Polres Metro Bekasi.

Sasaran utamanya jelas: titik-titik yang selama ini lebih dulu dikenal warga ketimbang aparat, karena aktivitasnya yang “ramai tapi meresahkan”.


Hasilnya, empat orang berhasil diamankan berikut puluhan barang bukti. Di antaranya obat keras jenis Tramadol dan Hexymer, serta uang tunai yang diduga kuat hasil transaksi ilegal.

Keempatnya langsung dibawa untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut oleh Satresnarkoba.

Langkah cepat ini seperti ingin menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan sekadar bahan konferensi pers atau spanduk imbauan di pinggir jalan.


KBP Sumarni menegaskan pihaknya tak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba dan obat keras di wilayah hukumnya.

Kami akan bersihkan wilayah lain di Kabupaten Bekasi. Target kami jelas, Bekasi harus bebas dari narkoba dan penyalahgunaan obat keras,” tegasnya.

Pernyataan itu terdengar tegas—dan publik tentu berharap bukan hanya tegas di mikrofon, tapi juga konsisten di lapangan.

Sebab masyarakat paham, peredaran obat keras tak mungkin hidup tanpa ekosistem yang membiarkannya bernapas.


Kapolres juga menegaskan operasi serupa akan terus dilakukan, baik terbuka maupun senyap.

Negara, kata dia, harus hadir melindungi generasi muda dari bahaya narkoba—kalimat yang idealnya tak hanya jadi jargon, tapi gerakan kolektif lintas sektor di semua jajaran aparat penegak hukum.

Polres Metro Bekasi pun mengimbau masyarakat ikut berperan aktif. Informasi sekecil apa pun diminta dilaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkoba dan obat keras di lingkungannya.

Tak hanya itu, Kapolresyang akrab disapa “Bunda” oleh jajarannya—juga mengajak tokoh agama, tokoh pemuda, hingga warga Kampung Kavling untuk bersama-sama menghentikan penyalahgunaan dan peredaran barang terlarang.

Sebuah ajakan yang, kalau boleh disindir halus, terdengar seperti seruan “tobat massal” satu kampung: aparat bergerak, warga pun jangan sekadar jadi penonton.


Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui:

Karena pada akhirnya, Bekasi bersih narkoba bukan hanya proyek polisi—tapi proyek bersama. Polisi menyapu, masyarakat jangan diam saja memelihara debunya. [■] 

Reporter: NMR Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Chief Editor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post