Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

DKM Grand CenterPoint Bagi Santunan ke 200 Yatim Piatu & Dhuafa

iklan banner AlQuran 30 Juz

Apartemen Tinggi, Kepedulian Juga Ikut Naik: Masjid Grand Center Point Bagi Santunan untuk 200 Dhuafa


Di tengah stigma apartemen individualis, jamaah Masjid Grand Center Point justru berbagi rezeki dengan anak yatim, janda, dan warga dhuafa dari tiga kelurahan di Kota Bekasi.

 — KOTA BEKASI | Kalau ada yang bilang hidup di apartemen itu cuek-cuekan antar tetangga, jamaah Masjid Grand Center Point mungkin perlu dipanggil jadi saksi.

Menjelang Ramadhan 1447 H, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) apartemen tersebut justru membagikan santunan kepada 200 warga dhuafa, anak yatim, dan janda dari Kelurahan Margahayu, Margajaya, dan Medan Satria.
Di tengah stigma bahwa apartemen itu identik dengan kehidupan individualis—pintu tertutup, tetangga tak saling kenal, dan urusan sosial dianggap “di luar pagar”—jamaah Masjid Grand Center Point justru menunjukkan cerita yang berbeda.

Cerita yang lebih hangat, lebih manusiawi, dan tentu saja lebih terasa manfaatnya bagi warga sekitar.

Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Apartemen Grand Center Point, Kota Bekasi, menggelar kegiatan santunan untuk 200 warga kurang mampu dari tiga kelurahan sekitar: Margahayu, Margajaya, dan Medan Satria.

Yang datang bukan hanya anak yatim dan piatu, tapi juga para janda serta warga dhuafa yang selama ini hidup berdampingan dengan gemerlap gedung-gedung tinggi di kawasan tersebut.


Acara bertajuk “Semarak Ramadhan 1447 H” itu bukan sekadar seremonial menjelang bulan puasa. Bagi penghuni Grand Center Point dan jamaah masjidnya, kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan—semacam pengingat bahwa hidup di apartemen bukan berarti hidup sendirian.

Ketua DKM Masjid Grand Center Point, Agus Supriyono, mengatakan santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian jamaah kepada warga sekitar yang membutuhkan.

Total ada 200 penerima manfaat dari tiga kelurahan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi para penerima maupun para donatur,” ujar Agus di Masjid Grand Center Point, Jumat (6/3/2025).

Bagi para penghuni apartemen, kegiatan ini juga menjadi cara sederhana untuk memastikan bahwa masjid di tengah kompleks bukan hanya tempat shalat lima waktu, tetapi juga pusat aktivitas sosial.

Jadi kalau ada yang masih berpikir masjid di apartemen cuma ramai saat Jumat atau Tarawih, mungkin perlu mampir ke Grand Center Point. Di sini, masjidnya juga sibuk mengurus urusan kemanusiaan.

Pembina DKM Masjid Grand Center Point, Aji Ali Sabana, mengatakan kegiatan sosial seperti ini menjadi bukti bahwa hunian vertikal tetap bisa menumbuhkan solidaritas sosial.

Menurutnya, keberadaan masjid dengan program yang terstruktur membuat lingkungan apartemen tidak hanya nyaman untuk tinggal, tapi juga kondusif untuk beribadah.

Hunian vertikal bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman dan aman, apalagi jika aktivitas keagamaannya berjalan baik. Masjid menjadi pusat kebersamaan,” kata Aji.

Ia juga menilai kegiatan semacam ini perlu dukungan banyak pihak, mulai dari Kementerian Agama, pemerintah daerah, hingga organisasi keagamaan seperti MUI, DMI, dan FKUB.

Tujuannya sederhana: agar apartemen tidak hanya menjadi tempat tinggal bertingkat, tapi juga lingkungan yang layak huni secara sosial dan spiritual.

Di lokasi yang sama, Ketua BAZNAS Kota Bekasi Nurul Akmal turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat berbagi memang selalu meningkat ketika Ramadhan tiba.

Di bulan penuh berkah ini, semua orang ingin mendapat kebaikan. Baik yang menunaikan zakat maupun yang menerima,” ujar Akmal.

Ia juga mengungkapkan bahwa Masjid Grand Center Point kini telah resmi menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) binaan BAZNAS Kota Bekasi. Artinya, masjid tersebut memiliki kewenangan mengumpulkan dan menyalurkan zakat secara mandiri kepada para mustahik.

Bukan hanya untuk warga di dalam apartemen, tapi juga masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Akmal pun mengingatkan agar seluruh UPZ di Kota Bekasi menyalurkan zakat fitrah sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku, agar bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak.

Bagi para dhuafa dan anak yatim yang menerima santunan hari itu, mungkin ini bukan sekadar bantuan menjelang Ramadhan.

Ini juga pesan sederhana bahwa di balik tembok-tembok apartemen tinggi, masih ada hati yang terbuka untuk berbagi. Dan bagi warga Grand Center Point, mungkin inilah arti sebenarnya dari hidup bertetangga—meski lantainya berbeda-beda. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post