Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Ketupat Dimakan, Struktur Dirapikan: NU Kota Bekasi Perkuat Kaderisasi

iklan banner AlQuran 30 Juz
Ketupat Dimakan, Struktur Dirapikan: NU Kota Bekasi Perkuat Kaderisasi
Lebaran Ketupat Kader NU Bekasi, Silaturahmi Menguatkan Organisasi dan Konsolidasi Kader
bekasi-online.com | Sabtu, 18 April 2026, 13:05 WIB | Why/DR

 — KOTA BEKASI | Tradisi Lebaran Ketupat menjadi momentum penguatan silaturahmi sekaligus konsolidasi organisasi bagi kader Nahdlatul Ulama di Kota Bekasi. 

Kegiatan yang digelar kader PKP/PDPKPNU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi ini berlangsung di kediaman tuan rumah MCW, Arenjaya, Bekasi Timur, Sabtu (18/4/2026), dengan dihadiri unsur ulama, pengurus organisasi, hingga aparat kewilayahan.

Ketua PCNU Kota Bekasi H. Ayi Nurdin, S.HI., MH hadir bersama jajaran pengurus cabang, Ketua MWC NU Budi Santoso, para pengurus badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama, serta perwakilan Komando Distrik Militer (KODIM). 

Kehadiran Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla mlberi dimensi strategis dalam kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi organisasi.

Dalam sambutannya, Ayi Nurdin menekankan bahwa penguatan kaderisasi menjadi pekerjaan utama organisasi ke depan. 

Menurut dia, Nahdlatul Ulama tidak hanya bertumpu pada jumlah warga, tetapi pada kualitas kader yang mampu menjalankan nilai Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) secara nyata di tengah masyarakat.

Ia memaparkan bahwa pendataan warga dan kader NU di Kota Bekasi terus dilakukan sebagai bagian dari upaya konsolidasi struktural. 

Dengan jumlah penduduk Kota Bekasi yang mencapai sekitar 2,7 juta jiwa, proses identifikasi warga nahdliyin dinilai penting untuk memastikan gerakan organisasi berjalan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

Program kaderisasi PDPKPNU menjadi instrumen utama dalam penguatan tersebut. 

Hingga kini, PCNU Kota Bekasi telah melaksanakan 12 angkatan kaderisasi dengan sekitar 780 kader aktif, sementara total kader hasil berbagai proses kaderisasi diperkirakan mencapai 1.200 orang. 

Namun, tantangan organisasi masih terlihat pada belum optimalnya penyerapan kader ke dalam struktur kepengurusan hingga tingkat ranting dan anak ranting.

Kader bukan sekadar anggota, tetapi penjaga nilai dan arah organisasi,” ujar Ayi Nurdin, seraya menegaskan pentingnya implementasi Sembilan Perintah Kader sebagai pedoman gerakan di lingkungan masing-masing.

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla dalam tausiyah kebangsaannya menyoroti pentingnya organisasi sebagai alat menjaga kebenaran sosial dan keagamaan.

Ia mengingatkan bahwa nilai kebaikan tidak akan bertahan tanpa sistem organisasi yang tertata dan terkelola dengan baik.

Menurut Ulil, sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama menunjukkan bahwa dakwah keagamaan membutuhkan struktur yang rapi, kepemimpinan yang kuat, serta kader yang memahami peran strategis organisasi di tengah perubahan sosial masyarakat modern.

Kehadiran perwakilan KODIM dalam kegiatan tersebut mencerminkan hubungan sinergis antara organisasi kemasyarakatan keagamaan dan unsur pertahanan wilayah

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat moderasi beragama, serta memperluas kontribusi NU dalam pembangunan masyarakat.

Lebaran Ketupat yang identik dengan tradisi saling berkunjung dan mempererat persaudaraan dimaknai para kader sebagai simbol rekonsiliasi dan penguatan ukhuwah nahdliyah.

Di tengah dinamika sosial perkotaan, tradisi kultural ini menjadi ruang dialog informal yang mempertemukan ulama, kader muda, pengurus struktural, dan elemen masyarakat dalam suasana cair namun substansial.

Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Obrolan kaderisasi, diskusi organisasi, hingga refleksi peran NU di tingkat lokal mengalir berdampingan dengan suasana kekeluargaan khas pasca-Idul Fitri.

Bagi PCNU Kota Bekasi, Lebaran Ketupat tidak sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum merawat kesinambungan gerakan organisasi—menguatkan kader, merapikan struktur, dan memastikan Nahdlatul Ulama tetap hadir sebagai kekuatan sosial-keagamaan yang moderat, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan. [■]

Reporter: Wahyu - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post