Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Puja Wali ke-62 Banjar Bekasi: Dari Ritual Suci Menuju Harmoni Kota Multikultur

iklan banner AlQuran 30 Juz

Puja Wali ke-62 Banjar Bekasi: Spiritualitas, Kebersamaan Diaspora, dan Penguatan Harmoni Antarumat

bekasi-online.com | Sabtu,18 April 2026, 13:05 WIB | Why/DR
Ni Luh Putu Laura Sarasita di Pura Agung Tirta Buana Kota Bekasi-Gelar Pujawali ke-62

 — KOTA BEKASI | Perayaan Puja Wali ke-62 Banjar Kota Bekasi tidak sekadar menjadi agenda ritual keagamaan umat Hindu, tetapi juga berkembang sebagai ruang penguatan identitas budaya, konsolidasi komunitas perantauan, sekaligus penguatan relasi harmonis dengan pemerintah daerah dan masyarakat lintas agama di Kota Bekasi.

Kegiatan yang dipersiapkan secara kolaboratif oleh komunitas Hindu Kota Bekasi ini menghadirkan pendekatan baru dalam penyelenggaraan.

Untuk pertama kalinya, kepanitiaan dipercayakan kepada Organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Bekasi, sebuah langkah yang menandai meningkatnya peran perempuan dalam pengelolaan kegiatan keagamaan sekaligus pemberdayaan organisasi umat di tingkat lokal.

Wakil Ketua II panitia, Niluh Putu Laura Sarasita—yang akrab disapa Ola—menjelaskan bahwa Puja Wali tahun 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur organisasi Banjar Bekasi.

Selain berperan dalam kepanitiaan, ia juga aktif dalam struktur Banjar sebagai bagian dari kepengurusan komunitas Hindu setempat.

Konsolidasi Komunitas Perantauan
Banjar Bekasi saat ini menaungi sekitar 10 unit atau tempe aktif sebagai basis komunitas.

Data internal mencatat sekitar 3.296 warga Hindu terdaftar, dengan estimasi hampir 900 hingga 1.000 anggota dewasa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial maupun keagamaan.

Dalam konteks masyarakat urban seperti Kota Bekasi, keberadaan Banjar tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai simpul sosial bagi warga Hindu perantauan yang berasal dari berbagai daerah—mulai dari Bali, Jawa, hingga Lampung.

Semangat kebersamaan atau yang disebut “kuyuk” menjadi nilai utama yang terus dirawat melalui kegiatan internal komunitas.

Upaya penguatan kebersamaan ini juga diwujudkan melalui rencana kegiatan lanjutan yang berorientasi pada pelestarian budaya Hindu di perantauan, termasuk pengembangan aktivitas sosial dan pendidikan berbasis komunitas.

Kolaborasi Antar Organisasi dan Pemerintah
Penyelenggaraan Puja Wali melibatkan sinergi berbagai organisasi Hindu di Bekasi.

Selain WHDI, terdapat pula organisasi Meranjaniti Hindu yang bergerak di bidang sosial, politik, dan ekonomi umat, serta Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang menjalankan fungsi pembinaan keagamaan.

Relasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dinilai berjalan konstruktif. Komunitas Hindu secara aktif mengikuti undangan kegiatan pemerintah serta berpartisipasi dalam forum dialog antar umat beragama.

Pendekatan partisipatif ini menjadi bagian dari upaya menjaga toleransi dan memperkuat harmoni sosial di kota yang semakin majemuk.

Koordinasi lanjutan dengan pemerintah juga terus dilakukan, terutama terkait dukungan kegiatan lintas komunitas dan forum kerukunan umat beragama.

Spiritualitas dan Harmoni Sosial
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Puja Wali dipandang sebagai refleksi spiritual sekaligus ruang penguatan solidaritas sosial umat Hindu di perantauan.

Tradisi ini mempertemukan dimensi religius, budaya, dan sosial dalam satu momentum kebersamaan.

Harapan panitia sederhana namun mendalam: komunitas Hindu Kota Bekasi semakin solid, tetap menjaga akar tradisi, sekaligus terbuka dalam kehidupan masyarakat multikultural.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Puja Wali ke-62 Banjar Bekasi diharapkan tidak hanya memperkuat iman umat, tetapi juga mempertegas kontribusi komunitas Hindu dalam merawat toleransi dan keberagaman sebagai fondasi kehidupan kota. [■]

Reporter: Wahyu/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post