iklan banner
iklan header banner
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Wawali Bekasi: Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Kota Tetap Rukun

iklan banner AlQuran 30 Juz

Tokoh Lintas Agama Jadi Pilar Harmoni, Wawali Bekasi Ajak Perkuat Komunikasi dan Persaudaraan


 — KOTA BEKASI | Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sosial melalui penguatan dialog dan kolaborasi lintas agama

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal Tokoh Lintas Agama di Graha Hartika, Bekasi Selatan, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang mempertemukan para pemuka agama, tokoh masyarakat, unsur organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan pemerintah daerah itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan pasca-Idul Fitri.

Forum tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi bersama dalam menjaga kehidupan sosial yang rukun di tengah masyarakat Kota Bekasi yang plural.

Kerukunan Tidak Terbangun Secara Instan
Dalam sambutannya, Harris Bobihoe menekankan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama pembangunan daerah.

Ia menyebut stabilitas sosial menjadi prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan ekonomi, pelayanan publik, hingga kualitas kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kondisi Kota Bekasi yang relatif kondusif selama ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama yang berperan sebagai penjaga moral sekaligus penyejuk di tengah dinamika sosial.

Ia mengapresiasi para pemuka agama yang secara konsisten mengedepankan nilai toleransi, moderasi, serta semangat persaudaraan kebangsaan dalam setiap aktivitas sosial dan keagamaan.

Kerukunan tidak hadir dengan sendirinya. Ia dibangun melalui komunikasi, keteladanan, dan komitmen bersama yang terus dirawat,” ujar Harris.

Dialog Lintas Iman Perkuat Ketahanan Sosial

Harris menilai pertemuan lintas agama memiliki makna strategis karena menjadi ruang terbuka untuk memperkuat komunikasi antar kelompok masyarakat.

Dengan duduk bersama tanpa sekat, berbagai potensi kesalahpahaman dapat diminimalisasi sejak dini.

Ia menegaskan bahwa dialog lintas iman bukan hanya simbol persatuan, tetapi juga mekanisme sosial untuk menjaga ketahanan masyarakat dari potensi konflik maupun polarisasi.

Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pendekatan kultural dan spiritual, pesan persatuan lebih mudah diterima oleh masyarakat di tingkat akar rumput.

Ketika para tokoh agama bersatu, masyarakat akan melihat contoh nyata bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi,” katanya.

Energi Kerukunan Diharapkan Menjangkau Tingkat Wilayah

Dalam kesempatan itu, Harris berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam forum halal bihalal dapat ditularkan hingga ke lingkungan terkecil masyarakat.

 Ia menilai kerukunan sejati justru lahir dari interaksi sosial di tingkat RT, RW, kelurahan, hingga komunitas warga.

Ia mendorong agar komunikasi lintas agama terus diperkuat melalui kegiatan sosial bersama, dialog kebangsaan, hingga kolaborasi dalam menyelesaikan persoalan kemasyarakatan.

Menurutnya, keterbukaan komunikasi akan melahirkan rasa saling percaya yang pada akhirnya memperkuat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Jika komunikasi terbuka dan tidak ada sekat, maka akan tumbuh tekad kuat untuk bersama menjaga Kota Bekasi tetap damai dan harmonis,” ujarnya.

Pemerintah Dorong Kota Bekasi sebagai Rumah Bersama

Pemerintah Kota Bekasi, lanjut Harris, berkomitmen terus menghadirkan ruang dialog inklusif bagi seluruh kelompok masyarakat. 

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga Kota Bekasi sebagai kota yang aman, toleran, dan nyaman bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas hubungan sosial antar warga. 

Karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci menjaga keberlanjutan kehidupan kota.

Kegiatan halal bihalal lintas agama tersebut ditutup dengan silaturahmi bersama sebagai simbol persatuan.

Sekaligus penegasan bahwa Kota Bekasi berdiri di atas nilai kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam bingkai kebhinekaan. [■]

Reporter: Wahyu/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOl


iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post