Idul Adha di GCP Kota Bekasi, Saat Hunian Vertikal Jadi Ruang Tumbuh Toleransi & Potret “Miniatur Indonesia”
bekasi-online.com | Kamis, 28 Mei 2026, 13:05 WIB | Why/DR
— KOTA BEKASI | Perayaan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriyah kali ini di lingkungan Apartemen Grand Center Point (GCP), Kota Bekasi, berlangsung hangat dan penuh nuansa persaudaraan.
Melalui kegiatan yang digagas Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Grand Center Point, semangat kebersamaan dan toleransi antar warga lintas agama dan budaya kembali diperkuat di tengah kehidupan hunian vertikal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Idul Adha berjamaah, penyembelihan hewan qurban (kurban), pembagian daging kepada warga dan masyarakat sekitar, hingga makan bersama yang dihadiri penghuni apartemen dari beragam latar belakang.
Pada tahun ini, panitia pelaksana menghimpun sebanyak dua ekor sapi dan sepuluh ekor kambing untuk qurban.
Daging qurban kemudian disalurkan kepada sekitar 320 penerima manfaat, mencakup penghuni apartemen maupun warga di sekitar kawasan Grand Center Point.
Pembina DKM Masjid Grand Center Point, Aji Ali Sabana, mengatakan Idul Adha menjadi momentum penting membangun rasa kekeluargaan di tengah kehidupan masyarakat urban yang cenderung individualistis.
“Idul Adha ini bukan hanya soal ibadah kurban, tetapi bagaimana mempererat keguyuban, memperkuat toleransi, dan membangun rasa saling memiliki antar warga yang berasal dari berbagai suku, ras, dan agama,” ujar Aji Ali Sabana.
Sementara itu, Ketua DKM Apartemen Grand Center Point, Agus Supriyono, menegaskan kegiatan tahun ini mengusung tema “Jalan Perbedaan Kita Dipersatukan di Jalan Kebersamaan.”
“Idul Adha ini bukan hanya soal ibadah qurban saja, tetapi bagaimana mempererat keguyuban, memperkuat toleransi, dan membangun rasa saling memiliki antar warga yang berasal dari berbagai suku, ras, dan agama,” ujar Aji Ali Sabana.
— KOTA BEKASI | Perayaan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriyah kali ini di lingkungan Apartemen Grand Center Point (GCP), Kota Bekasi, berlangsung hangat dan penuh nuansa persaudaraan.Melalui kegiatan yang digagas Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Grand Center Point, semangat kebersamaan dan toleransi antar warga lintas agama dan budaya kembali diperkuat di tengah kehidupan hunian vertikal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Idul Adha berjamaah, penyembelihan hewan qurban (kurban), pembagian daging kepada warga dan masyarakat sekitar, hingga makan bersama yang dihadiri penghuni apartemen dari beragam latar belakang.
Pada tahun ini, panitia pelaksana menghimpun sebanyak dua ekor sapi dan sepuluh ekor kambing untuk qurban.
Daging qurban kemudian disalurkan kepada sekitar 320 penerima manfaat, mencakup penghuni apartemen maupun warga di sekitar kawasan Grand Center Point.
Pembina DKM Masjid Grand Center Point, Aji Ali Sabana, mengatakan Idul Adha menjadi momentum penting membangun rasa kekeluargaan di tengah kehidupan masyarakat urban yang cenderung individualistis.
“Idul Adha ini bukan hanya soal ibadah kurban, tetapi bagaimana mempererat keguyuban, memperkuat toleransi, dan membangun rasa saling memiliki antar warga yang berasal dari berbagai suku, ras, dan agama,” ujar Aji Ali Sabana.
Sementara itu, Ketua DKM Apartemen Grand Center Point, Agus Supriyono, menegaskan kegiatan tahun ini mengusung tema “Jalan Perbedaan Kita Dipersatukan di Jalan Kebersamaan.”
Menurut dia, semangat tersebut menjadi landasan untuk memperkuat hubungan sosial seluruh penghuni apartemen tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.
“Kami ingin seluruh warga merasa menjadi bagian dari keluarga besar Grand Center Point. Tidak ada yang diasingkan. Semua dirangkul dalam suasana toleransi dan kebersamaan,” kata Agus.
Ia menjelaskan, satu ekor sapi kurban merupakan hasil gotong royong tujuh jamaah, sedangkan sepuluh kambing berasal dari kontribusi personal warga.
Menurut Agus, semangat kolektif tersebut menunjukkan tumbuhnya kepedulian sosial di lingkungan apartemen.
Tidak hanya warga Muslim, kegiatan tersebut juga melibatkan penghuni non-Muslim yang ikut hadir dalam suasana makan bersama dan kebersamaan warga.
Kehadiran lintas komunitas itu menjadi cerminan harmonisasi sosial yang terus dijaga di lingkungan Grand Center Point.
Dewan Pengawas P3SRS Grand Center Point, Tonny Silvaraj, mengatakan kegiatan kebersamaan seperti ini menjadi contoh nyata implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan hunian vertikal.
Menurut Tonny, Grand Center Point saat ini dihuni warga dari berbagai latar belakang budaya dan etnis, mulai dari Indonesia, Chinese, Arab, Turki, hingga Pakistan.
Keragaman tersebut, kata dia, justru menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Grand Center Point ini seperti miniatur Indonesia. Ada banyak perbedaan latar belakang, tetapi semuanya bisa dipersatukan dalam semangat kebersamaan dan kekeluargaan,” ujar Tonny.
Ia menegaskan kegiatan serupa bukan pertama kali dilaksanakan.
Tradisi kebersamaan lintas warga tersebut telah berlangsung sejak tahun lalu dan diharapkan terus menjadi agenda rutin yang mempererat hubungan antar warga.
Tonny juga menyampaikan komitmen pengawas dan pengurus apartemen untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan sosial di lingkungan Grand Center Point.
“Kami ingin merawat rasa persaudaraan ini dengan meninggalkan perbedaan-perbedaan masa lalu dan fokus membangun hubungan yang saling menghargai serta saling mengasihi antar warga,” katanya.
Selain pelaksanaan qurban, DKM Grand Center Point juga tengah menyiapkan program tabungan qurban kolektif guna meningkatkan partisipasi warga pada tahun mendatang.
Program tersebut dirancang melalui sistem cicilan bulanan agar warga lebih mudah berpartisipasi dalam kepemilikan hewan kurban secara bersama-sama.
Melalui momentum Idul Adha, pengurus dan warga Grand Center Point berharap kehidupan hunian vertikal tidak hanya menjadi tempat tinggal semata, tetapi juga ruang tumbuhnya solidaritas sosial, toleransi, dan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat perkotaan yang majemuk. [■]
Reporter: Wahyu/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
“Kami ingin seluruh warga merasa menjadi bagian dari keluarga besar Grand Center Point. Tidak ada yang diasingkan. Semua dirangkul dalam suasana toleransi dan kebersamaan,” kata Agus.
Ia menjelaskan, satu ekor sapi kurban merupakan hasil gotong royong tujuh jamaah, sedangkan sepuluh kambing berasal dari kontribusi personal warga.
Menurut Agus, semangat kolektif tersebut menunjukkan tumbuhnya kepedulian sosial di lingkungan apartemen.
Tidak hanya warga Muslim, kegiatan tersebut juga melibatkan penghuni non-Muslim yang ikut hadir dalam suasana makan bersama dan kebersamaan warga.
Kehadiran lintas komunitas itu menjadi cerminan harmonisasi sosial yang terus dijaga di lingkungan Grand Center Point.
Dewan Pengawas P3SRS Grand Center Point, Tonny Silvaraj, mengatakan kegiatan kebersamaan seperti ini menjadi contoh nyata implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan hunian vertikal.
Menurut Tonny, Grand Center Point saat ini dihuni warga dari berbagai latar belakang budaya dan etnis, mulai dari Indonesia, Chinese, Arab, Turki, hingga Pakistan.
Keragaman tersebut, kata dia, justru menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Grand Center Point ini seperti miniatur Indonesia. Ada banyak perbedaan latar belakang, tetapi semuanya bisa dipersatukan dalam semangat kebersamaan dan kekeluargaan,” ujar Tonny.
Ia menegaskan kegiatan serupa bukan pertama kali dilaksanakan.
Tradisi kebersamaan lintas warga tersebut telah berlangsung sejak tahun lalu dan diharapkan terus menjadi agenda rutin yang mempererat hubungan antar warga.
Tonny juga menyampaikan komitmen pengawas dan pengurus apartemen untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan sosial di lingkungan Grand Center Point.
“Kami ingin merawat rasa persaudaraan ini dengan meninggalkan perbedaan-perbedaan masa lalu dan fokus membangun hubungan yang saling menghargai serta saling mengasihi antar warga,” katanya.
Selain pelaksanaan qurban, DKM Grand Center Point juga tengah menyiapkan program tabungan qurban kolektif guna meningkatkan partisipasi warga pada tahun mendatang.
Program tersebut dirancang melalui sistem cicilan bulanan agar warga lebih mudah berpartisipasi dalam kepemilikan hewan kurban secara bersama-sama.
Melalui momentum Idul Adha, pengurus dan warga Grand Center Point berharap kehidupan hunian vertikal tidak hanya menjadi tempat tinggal semata, tetapi juga ruang tumbuhnya solidaritas sosial, toleransi, dan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat perkotaan yang majemuk. [■]
Reporter: Wahyu/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
