Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Setelah Dilantik PC IKA PMII Bekasi Siap ‘Ganggu’ Pemkot (Secara Elegan)

iklan banner AlQuran 30 Juz

Setelah Dilantik PC IKA PMII Bekasi Siap ‘Ganggu’ Pemkot (Secara Elegan)
Pelantikan Benny Surya Jadi Ketua PC IKA PMII Kota Bekasi 2026–2031: Konsolidasi Alumni dan Penguatan Peran Strategis

bekasi-online.com | Sabtu, 2 Mei 2026, 18:18 WIBWhy/Her/DR

Pelantikan Benny Surya sebagai Ketua PC IKA PMII Kota Bekasi bukan sekadar seremoni formal penuh senyum dan salam tempel. Di balik suasana khidmat, terselip pesan “agak nakal”: alumni mahasiswa Islam ini siap jadi pengawas kebijakan—bukan tim hore yang tepuk tangan tiap ada program baru.

 — KOTA BEKASI | Dinamika gerakan alumni mahasiswa Islam di Kota Bekasi memasuki fase baru yang lebih menuntut ketegasan arah, kematangan ideologi, serta keberanian menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat.

Pelantikan Benny Surya sebagai Ketua Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Kota Bekasi periode 2026–2031, digelar di Hotel Merapi Merbabu, Sabtu (2/5/2026), menjadi penanda penting konsolidasi lintas generasi alumni PMII di Kota Patriot.

Benny Surya—yang akrab disapa Cole—menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan titik awal untuk menggerakkan kembali ruh pergerakan alumni yang berpijak pada nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan yang selama ini menjadi fondasi PMII.

Sebagus apa pun visi, tanpa gerakan nyata akan kehilangan makna. Fokus kami adalah menjaga soliditas, memperkuat kebersamaan, dan memastikan seluruh langkah tetap berada dalam koridor ideologi PMII,” ujar Cole usai pelantikan.

Karena nama panggilannya yang unik, seorang tokoh senior PMII sempat meroasting namanya, "Ini namanya unik, Cole, tapi jangan pake huruf "i" ya!?" ujar sang senior mencoba melucu.

"Emang kalo pake huruf "i" namanya jadi apa? Jadi CILI atau CILE... Ya kan? Lucunya dimana?" ujar salah satu pengunjung yang dikenal sebagai wartawan kritis, mencoba menimpalinya.

Benny Surya Resmi Memimpin, Walikota Tri Adhianto Kasih Lampu Hijau: Kritik Boleh, Asal Jangan Pakai Toa Tengah Malam

Dalam perspektif mayoritas anggota yang merupakan alumni mahasiswa Islam, penguatan ideologi bukan sekadar romantisme gerakan, melainkan landasan etik untuk memastikan setiap program organisasi tetap berpihak pada kepentingan umat dan masyarakat luas.

Karena itu, kepengurusan baru didorong untuk mampu mentransformasikan IKA PMII menjadi wadah yang tidak hanya relevan secara intelektual, tetapi juga hadir sebagai solusi konkret di tengah persoalan sosial-ekonomi Kota Bekasi.

Sebagai langkah awal, Cole memastikan pihaknya akan segera menggelar rapat kerja guna merumuskan program strategis lima tahunan.

Pemetaan potensi alumni menjadi kunci, agar kekuatan intelektual, jaringan profesional, serta pengalaman kader PMII dapat disinergikan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Kami ingin memastikan IKA PMII tidak hanya besar secara nama, tetapi juga terasa manfaatnya. Baik bagi alumni, maupun masyarakat Kota Bekasi secara umum,” tegasnya.

Momentum pelantikan ini juga mendapat perhatian langsung dari Walikota Bekasi, Tri Adhianto, yang hadir dan menyampaikan apresiasi serta harapan besar terhadap peran strategis IKA PMII ke depan.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa organisasi alumni seperti IKA PMII memiliki posisi penting sebagai mitra kritis sekaligus kolaborator pemerintah.

Yang utama adalah hasil dan kontribusinya. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergitas dengan seluruh elemen, termasuk IKA PMII, menjadi kunci pembangunan,” ujar Tri.

Ia juga mengapresiasi konsep kegiatan yang menggabungkan pelantikan, halal bihalal, dan seminar nasional dalam satu rangkaian.

Menurutnya, hal tersebut mencerminkan efisiensi sekaligus keseriusan organisasi dalam membangun kultur kerja yang produktif dan berdampak.

Lebih jauh, Tri Adhianto mendorong agar alumni PMII tidak berhenti pada peran simbolik, tetapi aktif terlibat dalam agenda pembangunan yang lebih luas.

Dalam konteks kebijakan nasional, ia menyinggung pentingnya dukungan terhadap program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagi kalangan alumni mahasiswa Islam, seruan ini sejalan dengan semangat khidmah—pengabdian kepada umat—yang selama ini menjadi ruh gerakan PMII.

Oleh karena itu, keterlibatan aktif dalam program sosial-ekonomi dinilai sebagai bentuk konkret aktualisasi nilai-nilai pergerakan.

Tri juga menegaskan bahwa perubahan zaman yang begitu cepat menuntut organisasi untuk lebih adaptif, inovatif, dan berani keluar dari pola lama.

Ia bahkan menyebut IKA PMII harus mampu menjadi “lokomotif” yang menggerakkan potensi masyarakat, bukan sekadar menjadi penonton dinamika pembangunan.

Dalam visi pembangunan Kota Bekasi yang “keren, bahagia, dan sejahtera”, pemerintah tengah mendorong pengembangan sektor olahraga melalui pembangunan berbagai fasilitas modern, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengelolaannya.

Selain itu, optimalisasi aset daerah seperti kawasan Kalimalang juga menjadi fokus, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Jangan sampai aset menjadi beban. Harus kita dorong menjadi sumber pendapatan daerah,” tegasnya.

Tak hanya itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian, salah satunya melalui program “One Day English” di lingkungan pemerintahan.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing aparatur dalam menghadapi tantangan global—sebuah langkah yang juga relevan bagi alumni PMII yang banyak berkiprah di berbagai sektor strategis.

Menutup sambutannya, Tri Adhianto membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan, kritik, dan gagasan dari IKA PMII.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Bekasi harus menjadi kerja kolektif yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, mahasiswa, dan organisasi masyarakat.

Bagi PC IKA PMII Kota Bekasi, pelantikan ini bukan garis akhir, melainkan titik tolak untuk membuktikan bahwa alumni mahasiswa Islam mampu menjadi kekuatan moral sekaligus motor perubahan.

Tantangan ke depan bukan hanya menjaga marwah organisasi, tetapi juga memastikan nilai-nilai pergerakan benar-benar hadir dalam denyut kehidupan masyarakat.

Di tangan kepengurusan baru, harapan itu kini dititipkan: menjadikan IKA PMII sebagai rumah besar alumni yang solid, progresif, dan tetap setia pada panggilan utama—berkhidmat untuk umat dan bangsa. [■]

Reporter: Wahyu/Hery/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post