iklan banner
iklan header banner
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Saat MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan, Pasatama Inst. Perkuat Tata Kelola SPPG

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Pasatama Institute Perkuat Standar SPPG, Dorong Program MBG Berbasis Mutu dan Keamanan Pangan

bekasi-online.com | Kamis, 18 Juni 2026, 16:55 WIB | Why/DikRiz

JAKARTA | Pasatama Institute mendorong penguatan kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai elemen penting dalam keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), modernisasi sarana pendukung, serta penerapan standar keamanan pangan yang terukur guna memastikan layanan gizi berjalan efektif, aman, dan berkelanjutan.

Langkah ini dipandang penting mengingat SPPG merupakan garda terdepan dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran dan distribusi makanan, tetapi juga oleh kualitas tata kelola, keamanan pangan, serta kemampuan pengelola dalam menjaga konsistensi mutu layanan di setiap daerah.

Melalui program penguatan kapasitas, Pasatama Institute memberikan pendampingan kepada pengelola SPPG dalam berbagai aspek, mulai dari manajemen logistik pangan, penerapan standar keamanan makanan (food safety), tata boga higienis, hingga penyusunan menu berdasarkan kebutuhan gizi yang terukur.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan standar pelayanan yang seragam sehingga kualitas makanan yang diterima masyarakat tetap terjaga, baik dari sisi kandungan nutrisi maupun keamanan konsumsi.

Selain peningkatan kompetensi SDM, Pasatama Institute juga menaruh perhatian pada aspek infrastruktur.

Pendampingan dilakukan melalui cara penyusunan peta jalan cetak biru (blueprint) pengembangan fasilitas dapur, sistem rantai dingin (cold chain management), serta mekanisme distribusi yang memenuhi prinsip higienitas.

Penguatan fasilitas tersebut diarahkan agar unit-unit SPPG memiliki kesiapan memenuhi berbagai persyaratan sertifikasi nasional maupun internasional.

Target yang ingin dicapai mencakup pemenuhan standar sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal, sekaligus mengadopsi standar global seperti Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), ISO 22000, serta ISO 45001.

Penerapan standar tersebut dinilai dapat meningkatkan akuntabilitas dan kualitas pengelolaan pangan publik secara menyeluruh.

Direktur Eksekutif Pasatama Institute, Coach Arsyam, menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis harus ditopang oleh kesiapan SDM dan fasilitas yang memadai.

Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh berhenti pada aspek distribusi makanan semata. Yang dibangun adalah sistem pemenuhan gizi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.” ujarnya.

Karena itu, lanjut Coach Arsyam lagi, peningkatan kompetensi pengelola serta penguatan infrastruktur menjadi kebutuhan mendasar agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Menurutnya, investasi pada kualitas pengelolaan SPPG merupakan bagian dari pembangunan fondasi ketahanan pangan nasional.

Dengan sistem yang terstandar dan profesional, program MBG berpotensi menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola pangan berbasis komunitas.

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan pendampingan teknis dari berbagai pemangku kepentingan, Pasatama Institute berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga menghadirkan standar baru dalam pengelolaan layanan pangan publik yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada mutu. [■]

Reporter: WHY/NMR- REDAKSI - Editor: DikRiz/Bekasi-OL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post