Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Raker Sahabat MUI 'Gaspol', Judol & LGBT Prioritas Pengawalan di Kota Bekasi

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Bukan Ormas Biasa, Sahabat MUI Mitra Kritis Pemkot Bekasi: Dukung Program Pro Umat, Pengingat Jika Keluar Jalur


Rakernas Sahabat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Asrama Haji Kota Bekasi bukan sekadar forum menyusun agenda tahunan. Pertemuan itu menjadi deklarasi bahwa Sahabat MUI siap tampil lebih aktif mengawal persoalan umat, mulai dari maraknya judi online hingga pembinaan sosial kemasyarakatan, sembari memperkuat perannya sebagai mitra kritis Pemerintah Kota Bekasi dalam memperjuangkan kepentingan dakwah Islamiah.

 — KOTA BEKASIRapat Kerja Nasional (Rakernas) Sahabat Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di Asrama Haji Kota Bekasi Rabu, 15/Juli/2026 ini dinilai bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis untuk mempertegas posisi Sahabat MUI sebagai mitra kritis sekaligus mitra kolaboratif Majelis Ulama Indonesia.

Mitra MUI dalam mengawal kepentingan umat, memperkuat dakwah Islamiah, serta mendampingi Pemerintah Kota Bekasi mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman.


Dari perspektif Sahabat MUI, Rakernas kali ini memiliki arti penting karena menjadi forum konsolidasi nasional dalam menyusun arah gerak organisasi agar semakin efektif menjalankan fungsi pendampingan terhadap MUI, baik dalam aspek sosial-keagamaan, pendidikan umat, pemberdayaan masyarakat, hingga memberikan masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan pemerintah daerah.


Sebagai organisasi yang lahir untuk menjadi sahabat sekaligus penguat peran MUI, Sahabat MUI menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penggerak dakwah, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara ulama, umara, dan umat.

Peran tersebut dinilai semakin relevan di tengah munculnya berbagai tantangan sosial yang memerlukan pendekatan keagamaan, edukatif, dan humanis.


Dalam Rakernas tersebut, Walikota Bekasi Tri Adhianto mengajak seluruh jajaran Sahabat MUI untuk memperkuat sinergi bersama pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, di antaranya maraknya praktik perjudian daring maupun konvensional, serta fenomena LGBT yang menurut pemerintah memerlukan perhatian dan pembinaan secara berkelanjutan.

Ajakan tersebut dipandang sejalan dengan semangat Sahabat MUI yang menempatkan dakwah sebagai solusi dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak, serta memiliki ketahanan moral.

Namun demikian, Sahabat MUI juga berpandangan bahwa penyelesaian persoalan-persoalan sosial tidak cukup hanya melalui pendekatan penegakan hukum semata, melainkan harus dibarengi dengan pembinaan keagamaan, penguatan keluarga, pendidikan karakter, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Rakernas juga menjadi ruang evaluasi bagi Sahabat MUI untuk memperkuat fungsi kontrol sosial yang santun dan konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.

Organisasi ini menegaskan dukungannya terhadap setiap program Pemerintah Kota Bekasi yang berpihak kepada kepentingan umat, namun pada saat yang sama tetap berkewajiban memberikan kritik, masukan, maupun koreksi apabila terdapat kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya umat Islam.

Bagi Sahabat MUI Kota Bekasi, kemitraan dengan pemerintah tidak boleh dimaknai sebagai hubungan yang menghilangkan independensi organisasi.

Sebaliknya, kemitraan harus dibangun atas dasar saling mengingatkan, saling menguatkan, serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam sektor pendidikan, perhatian Walikota terhadap keterbatasan ruang belajar, kebutuhan tenaga pendidik, hingga pentingnya membangun keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta juga mendapat perhatian peserta Rakernas.

Sahabat MUI menilai pemerataan akses pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa yang harus terus dikawal bersama.

Demikian pula terhadap gagasan pembangunan sekolah khusus disabilitas serta pengembangan program Sekolah Lansia, Sahabat MUI melihat kebijakan tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.


Organisasi berharap seluruh program tersebut benar-benar diwujudkan secara konsisten dengan pengawasan yang transparan dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Ke depan, hasil Rakernas diharapkan melahirkan program-program nyata yang mampu memperkuat dakwah Islamiah, meningkatkan kualitas kehidupan umat, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun kota yang religius, harmonis, inklusif, dan berkeadilan.

Sahabat MUI menegaskan bahwa keberadaannya bukan sekadar menjadi pendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi sahabat umat yang siap mengawal aspirasi masyarakat, menjaga marwah Majelis Ulama Indonesia, serta memastikan setiap kebijakan publik tetap berpihak kepada kemaslahatan bersama sesuai dengan nilai-nilai Islam dan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. [■]

Reporter: NDOET/NMR- REDAKSI - Editor: DikRiz/Bekasi-OL

bannerIBOSExpo2026 iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post