Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Bekasi Bukan Sekadar Kota Industri, Kini Jadi 'Arena Perburuan' Peluang Bisnis Ratusan Brand Nasional

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

IBOS Expo 2026 Pertemukan Pemkot, KADIN, Investor, Pemilik Merek, hingga Pelaku UMKM dalam Satu Panggung Kolaborasi


Selama tiga hari, Bekasi berubah menjadi "pasar ide" terbesar bagi para pemburu peluang usaha. Ribuan calon entrepreneur, investor, pemilik brand, hingga pelaku UMKM memadati Indonesia Brand and Business Opportunity Show (IBOS) Expo 2026. Di balik ramainya transaksi dan business matching, KADIN Kota Bekasi melihat momentum yang jauh lebih besar: membangun ekosistem bisnis yang mampu mengangkat UMKM lokal menjadi pemain nasional.

 — KOTA BEKASI | Sebulan sebelum pintu Bekasi Convention Center (BCC) resmi dibuka, gaung The 2nd Indonesia Brand and Business Opportunity Show (IBOS) Expo 2026 lebih dahulu bergema melalui berbagai kanal informasi dan media.

Pesannya sederhana, tetapi sarat makna: siapa pun yang sedang mencari peluang usaha, kemitraan, franchise, distributor, reseller, maklon, hingga affiliate, Bekasi akan menjadi titik temu yang layak disambangi pada 7–9 Agustus 2026.

Ajakan itu bukan sekadar promosi sebuah pameran. Di baliknya tersimpan ambisi yang lebih besar, yakni membangun ruang perjumpaan antara pemilik merek, investor, pelaku UMKM, komunitas bisnis, hingga pemerintah dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Bersama ibu Dewi Motik, tokoh wanita pengusaha senior yang berkenan hadir di IBOS #2 Expo tahun 2026, foto: Ferry/Sidik - Bekasi-OL (7/8/2026)

Dalam publikasi awal yang disebarluaskan sejak Juli 2026, panitia memperkenalkan IBOS Expo sebagai pameran peluang bisnis terbesar yang pernah digelar di Kota Bekasi.

Lebih dari 100 peluang usaha, puluhan pembicara nasional, forum bisnis, sesi edukasi, dan business matching disiapkan untuk mempertemukan ide, modal, dan jaringan dalam satu panggung.

Sebulan kemudian, pada Jumat, 7 Agustus 2026, janji itu mulai diwujudkan.

Ribuan pengunjung memadati area pameran. Stan-stan usaha dari berbagai sektor berjajar memenuhi ruang konvensi.

Ketua KADIN Kota Bekasi, QRS (Qadar Ruslan Siregar, ST) foto bersama Fransiska Simanjuntak, S.H., M.S.E. Direktur Bina Usaha Perdagangan

Aroma kopi lokal bercampur dengan hiruk-pikuk presentasi peluang bisnis, diskusi kewirausahaan, hingga negosiasi kemitraan yang berlangsung di berbagai sudut arena.

Namun, yang menarik bukan sekadar ramainya pengunjung.

Di balik penyelenggaraan IBOS Expo 2026, tersusun kolaborasi yang melibatkan berbagai elemen strategis. Asosiasi Brand Indonesia (ABI) bersama INFOBRAND Group menjadi motor penyelenggara.

Pemerintah memberikan dukungan melalui Kementerian Perdagangan RI, Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi.

Di sisi lain, dunia usaha diperkuat oleh kehadiran KADIN Kota Bekasi, berbagai asosiasi pengusaha, komunitas bisnis, hingga pelaku industri dari berbagai daerah.

Ibu Dewi Motik Pramono, bersama Ketua KADIN kota Bekasi, QRS saat opening IBOS #2 EXPO tahun 2026 di BCC, Jumat (7/8/26)

Konfigurasi tersebut menunjukkan bahwa IBOS Expo bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia dirancang sebagai ruang bertemunya kepentingan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan pemilik merek dalam membangun mata rantai ekonomi yang lebih kokoh.

Di tengah perubahan lanskap ekonomi nasional, tantangan pelaku usaha kini jauh lebih kompleks dibanding sekadar menjual produk.

Persaingan digital, perubahan perilaku konsumen, hingga tuntutan legalitas usaha membuat UMKM harus bergerak lebih cepat jika ingin bertahan.


Kesadaran itulah yang menjadi dasar keterlibatan aktif Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi.

Dipimpin Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar (QRS), organisasi dunia usaha tersebut tidak hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi mengambil posisi sebagai mitra strategis dalam mendorong lahirnya kolaborasi bisnis yang lebih luas.

"Kami ingin UMKM Kota Bekasi tidak berhenti sebagai pelaku usaha lokal. Mereka harus mampu menjadi bagian dari rantai pasok nasional, memiliki legalitas yang kuat, menguasai digitalisasi, membangun merek, dan membuka jejaring kemitraan yang berkelanjutan," ujar QRS.

Pandangan itu sejalan dengan arah baru yang tengah dibangun KADIN Kota Bekasi. Organisasi tersebut kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai forum komunikasi pelaku usaha, melainkan berupaya menjadi penghubung antara pemerintah, dunia industri, investor, lembaga pembiayaan, hingga pelaku UMKM.

Pendekatan itu terlihat dari berbagai agenda yang menyertai penyelenggaraan IBOS Expo. Selain menghadirkan lebih dari 100 brand nasional, panitia juga membuka ruang Business Matching, seminar kewirausahaan, Indonesia Entrepreneurship Summit, Brand Indonesia Summit, forum investasi, hingga konsultasi pengembangan usaha.

Model seperti ini menunjukkan pergeseran wajah pameran bisnis. Jika sebelumnya sebuah expo identik dengan transaksi jual beli produk, kini fungsinya berkembang menjadi laboratorium kolaborasi yang mempertemukan ide, inovasi, teknologi, dan jejaring bisnis.

Kadis Dagperin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti saat berikan keterangan kepada wartawan pasca opening IBOS #2 Expo 2026, Jum'at siang (7/8/2026).

Bagi Pemerintah Kota Bekasi, yang diwakili oleh Kepala Disdagperin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian) Kota Bekasi, Ika Indah Yarti yang datang sekaligus mewakili Walikota Bekasi yang sedang berada di luar kota.

Menurut Kadis Dagperin Ika Indah Yarti penyelenggaraan IBOS Expo memiliki makna strategis.

Kadis Dagperin Ika Indah Yarti mewakili Walikota Bekasi yang saat itu sedang berada di luar kota, IBOS #2 Expo 2026, BCC, Kota Bekasi, Jum'at (7/2026)

"Bekasi selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Namun, di balik dominasi sektor manufaktur, tumbuh ribuan UMKM yang bergerak di bidang kuliner, fesyen, jasa kreatif, teknologi, kesehatan, hingga industri rumahan," ujar Kadis Ika kepada awak media.

Potensi tersebut membutuhkan ruang promosi yang mampu menghubungkan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas.

Di sinilah sinergi antara pemerintah, KADIN, ABI, INFOBRAND Group, dan berbagai asosiasi bisnis menjadi penting.

Penguatan legalitas usaha, digitalisasi pemasaran, pengembangan merek, hingga perluasan akses distribusi menjadi agenda bersama yang terus didorong agar UMKM Kota Bekasi tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas.

IBOS Expo 2026 pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tiga hari.

Ia merupakan cermin perubahan cara pandang terhadap pembangunan ekonomi daerah.


Bahwa pertumbuhan tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi yang masuk, melainkan juga oleh kemampuan membangun ekosistem yang mempertemukan pemerintah sebagai regulator, dunia usaha sebagai penggerak, lembaga keuangan sebagai penyedia pembiayaan, dan UMKM sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kolaborasi semacam inilah yang menjadi modal penting bagi daerah.

Bekasi tampaknya sedang mencoba membuktikan bahwa kota industri juga dapat tumbuh sebagai kota kewirausahaan. Dan melalui IBOS Expo 2026, upaya itu mulai menemukan panggungnya.


Bagi Ketua KADIN Kota Bekasi, Bang QRS yang mengajak berbagai pihak khususnya para pelaku UMKM mengatakan bahwa perjalanan tersebut baru dimulai.

"Expo boleh berakhir setelah tiga hari, tetapi pekerjaan membangun jejaring usaha, memperkuat daya saing UMKM, serta menghubungkan pelaku bisnis dengan peluang-peluang baru justru dimulai setelah lampu pameran dipadamkan." pungkas QRS kepada awak media. [■]

Reporter: FerrYu - REDAKSI - Editor: DikRizal/Bekasi-OL

banner kontak BekasiOL bannerIBOSExpo2026 iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post