Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Ngopi Dulu, Senayan Kemudian? Gus Shol Mulai Merajut Gagasan Politik Menuju 2029

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Belum Ada Deklarasi, Belum Ada Tiket, Tapi Wacana 2029 Mulai Mengemuka—Gus Shol Memilih Merajut Gagasan Sambil Membaca Arah Politik

bekasi-online.com | Rabu, 7 Okt 2026, 20:50 WIB | NMR/TIMRED

Kalau kopi bisa membaca masa depan, mungkin cangkir di depan Gus Shol sore itu sudah perlu diterawang. Sebab, obrolan santai yang awalnya soal gagasan dan dinamika masyarakat perlahan menyentuh satu kata yang cukup sensitif dalam politik: Senayan. Pemilu 2029 memang masih jauh, tetapi dalam kalender politik, jauh bukan berarti belum dihitung. Gus Shol belum menyatakan keputusan final, namun percakapan politik sudah mulai membuka halaman baru.

— KOTA BEKASI | Secangkir kopi kadang memang lebih jujur daripada secangkir janji politik.

Di tengah suasana sore yang santai, obrolan bersama H. Sholihin alias Gus Shol mengalir dari persoalan masyarakat, dinamika Kota Bekasi, perjalanan politik, hingga satu horizon yang mulai menarik perhatian: Pemilu 2029 dan kemungkinan langkah menuju Senayan.

Pertemuan itu dikemas dalam suasana ngopi sore. Tidak ada panggung besar, tidak ada baliho raksasa, apalagi suara pengeras kampanye.

Hanya percakapan.

Namun, dalam politik, percakapan santai sering kali justru menarik. Sebab dari obrolan semacam itulah arah pemikiran, kalkulasi politik dan kemungkinan langkah seseorang bisa mulai terbaca.

Gus Shol sendiri bukan nama baru dalam politik Kota Bekasi. Ia tercatat sebagai politisi yang telah tiga kali terpilih menjadi anggota DPRD Kota Bekasi. Pada Pilkada Kota Bekasi 2024, ia juga maju sebagai calon wakil walikota.

Maka ketika pembicaraan mulai menyentuh Pemilu 2029, wajar jika publik kemudian bertanya:

Apakah perjalanan politik Gus Shol akan berhenti di Kota Bekasi, atau justru bergerak naik menuju Senayan?

Dari Bekasi, Menatap Jakarta

Secara politik, Pemilu 2029 memang masih berada beberapa tahun di depan. Tetapi dalam dunia politik, waktu dua-tiga tahun bukanlah waktu yang terlalu panjang.

Terlebih bagi seorang politisi yang harus mempersiapkan kendaraan, jaringan, komunikasi politik dan basis dukungan jauh sebelum hari pencoblosan.

Dalam konteks itulah nama Gus Shol kembali menjadi perhatian.

Pemberitaan sebelumnya menyebut sejumlah partai politik disebut mulai mendekati dirinya. Namun, Gus Shol sendiri pernah menegaskan bahwa dirinya masih berstatus sebagai kader PPP dan belum menyatakan pindah partai. Pernyataan itu disampaikan setelah muncul rumor mengenai pertemuannya dengan elite PKB Jawa Barat.

Artinya, sampai titik tersebut, belum ada kepastian mengenai kendaraan politik Gus Shol untuk Pemilu 2029.

Dan justru di situlah menariknya.

Politik bukan hanya soal siapa yang ingin maju, tetapi juga siapa yang bersedia menyediakan kendaraan, di dapil mana kendaraan itu bergerak, serta bagaimana konfigurasi persaingannya.
 

PPP, PKB dan Persimpangan Politik

Gus Shol memiliki sejarah panjang bersama PPP.

Namun dinamika internal partai di Kota Bekasi membuat posisi politiknya mengalami perubahan. Pada April 2026, keputusan DPP PPP mencopot Gus Shol dari posisi Ketua DPC PPP Kota Bekasi bahkan memicu penolakan dari sejumlah PAC.

Di sisi lain, rumor mengenai kemungkinan komunikasi politik dengan PKB juga muncul.

Pertemuan Gus Shol dengan Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda dan anggota DPR RI Fraksi PKB Sudjatmiko kemudian menjadi bahan pembicaraan publik.

Tetapi lagi-lagi, Gus Shol memberikan penjelasan bahwa pertemuan tersebut merupakan silaturahmi dan diskusi mengenai dinamika politik, bukan pengumuman perpindahan partai.

Jadi, kalau ada yang buru-buru memasang jersey partai untuk Gus Shol, sepertinya harus menunggu dulu.

Kopi politiknya belum tentu sudah diseduh.

Senayan Bukan Sekadar Naik Kelas

Keinginan seorang politisi untuk maju ke DPR RI tentu tidak cukup hanya dengan modal popularitas lokal.

Ada sejumlah persoalan yang harus dihitung.

Pertama, daerah pemilihan.

Untuk politikus Kota Bekasi, arena menuju DPR RI berkaitan erat dengan konfigurasi dapil yang mencakup Kota Bekasi dan Kota Depok.

Kedua, kendaraan politik.

Seorang kandidat harus memperoleh tiket pencalonan dari partai politik.

Ketiga, kompetisi internal.

Di dalam satu partai saja, calon tidak otomatis menjadi satu-satunya pemain. Ada kader lama, petahana, tokoh organisasi, figur baru, hingga kandidat yang mempunyai basis sosial masing-masing.

Keempat, basis elektoral.

Pengalaman memenangkan pemilu legislatif di tingkat kota tentu merupakan bagian dari rekam jejak politik. Tetapi pertarungan DPR RI memiliki cakupan pemilih yang berbeda dan lebih luas.

Dengan demikian, pengalaman tiga kali menjadi anggota DPRD Kota Bekasi merupakan bagian dari perjalanan politik Gus Shol, tetapi tidak dengan sendirinya menentukan hasil kontestasi pada 2029.

Itu tetap menjadi arena yang harus dibuktikan melalui proses politik dan suara pemilih.
 

Politik 2029 Sudah Mulai Terasa

Menariknya, pembicaraan mengenai Pemilu 2029 memang mulai muncul jauh sebelum masa kampanye resmi.

Sejumlah partai politik telah mulai memperhitungkan strategi menghadapi Pemilu berikutnya, termasuk persoalan ambang batas parlemen dan konfigurasi pencalonan.

Bagi partai politik, figur yang mempunyai pengalaman elektoral tentu menjadi salah satu bagian dari kalkulasi.

Namun bagi seorang politisi, bergabung dengan partai tertentu juga bukan perkara sederhana.

Ada sejarah.

Ada jaringan.

Ada loyalitas.

Ada kepentingan politik.

Dan yang paling penting: ada konstituen yang harus dijelaskan.

Sebab pemilih sekarang bukan cuma bertanya, “Masuk partai mana?”

Mereka juga bisa bertanya:

“Kalau sudah pindah kendaraan, mau dibawa ke mana?”

Nah, ini yang lebih penting.
Ngopi Sore dan Politik yang Tidak Terburu-buru

Dari perspektif komunikasi politik, suasana ngopi seperti yang dilakukan Gus Shol memberikan pesan tersendiri.

Politik tidak selalu harus dibicarakan melalui konferensi pers.

Kadang gagasan justru tumbuh dari meja kecil, kopi panas, percakapan panjang dan pertanyaan sederhana tentang masa depan.

Tetapi publik tentu tetap membutuhkan kejelasan.

Jika Senayan 2029 benar-benar menjadi salah satu arah politik Gus Shol, maka publik pada akhirnya akan menunggu beberapa hal:

Partai apa?

Dapil mana?

Apa gagasan yang dibawa?

Apa yang ditawarkan kepada masyarakat?

Dan yang tidak kalah penting:

Apa rekam jejak yang hendak dipertanggungjawabkan kepada pemilih?

Sebab menuju Senayan bukan hanya persoalan memindahkan alamat kantor dari Jalan Ahmad Yani ke Jakarta.

Ini soal membawa aspirasi masyarakat dalam skala yang jauh lebih besar.
Dari Kopi ke Konstituen

Pada akhirnya, secangkir kopi sore bersama Gus Shol mungkin baru merupakan satu episode kecil dari perjalanan politik menuju 2029.

Belum ada tiket.

Belum ada kepastian kendaraan.

Belum ada keputusan final mengenai arah politik.

Yang ada baru percakapan, silaturahmi, gagasan dan dinamika.

Dan dalam politik, semuanya memang bisa berubah.

Hari ini ngopi dengan satu kelompok, besok berdiskusi dengan kelompok lain. Hari ini masih kader partai A, besok bisa saja tetap di sana—atau memilih jalan berbeda.

Yang menentukan bukan sekadar rumor.

Yang menentukan adalah keputusan politik yang diumumkan secara resmi dan, pada akhirnya, suara rakyat.

Karena itu, publik Bekasi tampaknya tidak perlu buru-buru menebak Gus Shol akan berlabuh di mana.

Biarkan kopi sore tetap panas.

Sebab perjalanan menuju Senayan 2029 masih panjang.

Dan seperti kata orang Bekasi: “Yang penting jangan cuma ngopi. Omongannya harus ada isinya.”

BekasiOL — Faktual, Mendidik, tapi Juga Kocak Menghibur. [■]

Reporter: NMR- REDAKSI - Editor: DikRiz/Bekasi-OL
banner kontak BekasiOL bannerIBOSExpo2026 iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post