Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Para Ulama Bekasi Barat dan FKUB Pertegas Arah Kerukunan Kota Bekasi

iklan banner AlQuran 30 Juz

Ulama Bekasi Barat Konsolidasikan Peran Keumatan, Bekasi Perkuat Kerukunan dan Bidik Kenaikan Indeks Toleransi 2025

bekasi-online.com | Sabtu, 25 April 2026, 13:05 WIB | Why/DR

KOTA BEKASI | Konsolidasi peran ulama dan penguatan kerukunan umat beragama kembali ditegaskan dalam kegiatan silaturahmi ulama se-Kota Bekasi yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bekasi Barat di Rumah Sehat Al-Hasany, Bintara IX, Bekasi Barat, Sabtu (25/4).

Forum ini menjadi ruang strategis mempertemukan ulama, tokoh lintas agama, serta unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) guna memperkuat harmoni sosial di Kota Bekasi.

Ketua MUI Bekasi Barat KH Hasan Basri menyampaikan bahwa memasuki periode kepemimpinan keduanya pada 2026, MUI Bekasi Barat menyiapkan sejumlah program strategis yang berorientasi pada pembangunan umat yang religius, berdaya, dan adaptif terhadap perubahan sosial di era digital.

Penguatan kelembagaan serta fasilitas organisasi menjadi salah satu prioritas utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan dan sosial kepada masyarakat.

Silaturahmi ulama tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peresmian gedung baru Rumah Sehat Al-Hasany yang telah beroperasi sejak 2021 sebagai fasilitas layanan kesehatan berbasis masyarakat.

Kehadiran fasilitas ini dipandang sebagai wujud konkret kontribusi lembaga keagamaan dalam pelayanan sosial dan peningkatan kesejahteraan warga Bekasi Barat.

Kegiatan turut dihadiri Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan bersama jajaran pengurus MUI, Dewan Masjid Indonesia (DMI), tokoh agama lintas iman, serta unsur organisasi kemasyarakatan.

Kehadiran FKUB menegaskan pentingnya kolaborasi antar umat beragama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika kota metropolitan dengan populasi besar.

Dalam sambutan Ketua FKUB, Abdul Manan menekankan pentingnya etika kebersamaan, komunikasi santun, serta budaya saling menghormati sebagai fondasi utama merawat persatuan masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, koordinasi lintas tokoh dan komunikasi yang terbuka menjadi faktor kunci agar setiap kegiatan keagamaan dan sosial berjalan tertib, inklusif, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Momentum silaturahmi ini juga memperkuat agenda besar peningkatan kualitas kerukunan di Kota Bekasi.

Melalui berbagai pertemuan lintas agama yang telah melibatkan sekitar 150 tokoh dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, para pemuka agama menyatukan komitmen membangun Bekasi yang harmonis sekaligus mendorong peningkatan Indeks Kota Toleran dari peringkat ke-7 menuju peringkat ke-5 pada 2026.

Sejumlah langkah strategis disiapkan, antara lain sosialisasi tata cara pendirian rumah ibadah, penguatan komunikasi publik, serta pelibatan unsur pemerintah wilayah untuk memberikan pemahaman administratif kepada masyarakat.

Hasil pertemuan lintas agama juga akan dirangkum dan disebarluaskan kepada warga sebagai bentuk transparansi sekaligus penguatan dukungan publik terhadap agenda kerukunan.

Silaturahmi ulama se-Kota Bekasi ini menjadi momentum konsolidasi keumatan yang menegaskan bahwa sinergi antara ulama, organisasi keagamaan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendorong pembangunan kota yang religius, inklusif, dan berkemajuan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta harapan agar kolaborasi pelayanan umat terus berlanjut secara berkesinambungan di masa mendatang. [■]

Reporter: Wahyu/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post