Ulama Bekasi Barat Konsolidasi Peran Keumatan, Rumah Sehat Al-Hasany Resmi Menguatkan Layanan Sosial
bekasi-online.com | Sabtu, 25 April 2026, 13:05 WIB | Why/DR
Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Bekasi Barat KH Hasan Basri dalam kegiatan silaturahmi ulama se-Kota Bekasi yang digelar di Rumah Sehat Al-Hasany, Bintara, Bekasi Barat, Sabtu (25/4).
Kegiatan ini dihadiri para tokoh agama, pengurus MUI, Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi.
Silaturahmi tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peresmian gedung baru Rumah Sehat Al-Hasany yang telah berdiri sejak 2021.
Kehadiran fasilitas kesehatan berbasis masyarakat ini diharapkan memperluas layanan sosial sekaligus memperkuat peran lembaga keagamaan dalam pelayanan kemasyarakatan di wilayah Bekasi Barat.
Menurut KH Hasan Basri, peningkatan fasilitas organisasi menjadi salah satu prioritas pada periode kepemimpinan kedua MUI Bekasi Barat.
Langkah tersebut dinilai penting seiring pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatnya kebutuhan pelayanan keagamaan dan sosial masyarakat.
“Penguatan sarana dan fasilitas organisasi menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara lebih maksimal,” ujarnya.
Selain penguatan kelembagaan, MUI Bekasi Barat juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus menjawab tantangan sosial, khususnya di kalangan generasi muda pada era digital.
Penguatan Jaringan Tokoh dan Etika Kebersamaan.
Dalam kesempatan yang sama, tokoh masyarakat sekaligus Ketua FKUB Kota Bekasi Abdul Jalil Al-Mukarram turut menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya membangun komunikasi lintas tokoh dan organisasi sebagai fondasi harmoni sosial.
Ia memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan sapaan kepada berbagai tokoh agama, pimpinan organisasi, serta perwakilan masyarakat yang hadir dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.
Penyebutan nama dan jabatan para undangan dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol kuatnya jaringan kolaborasi antar elemen masyarakat.
Abdul Jalil menegaskan bahwa forum silaturahmi ulama tidak hanya menjadi ruang pertemuan seremonial, tetapi juga wadah koordinasi lapangan dalam memperkuat kebersamaan dan pelayanan umat.
Dalam sambutannya, ia juga menyinggung pentingnya etika komunikasi dan tata cara sapaan antar tokoh sebagai bagian dari menjaga kehormatan serta hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
Menurutnya, sikap saling menghargai dalam berkomunikasi merupakan modal utama menjaga persatuan di tengah keberagaman latar belakang sosial maupun keagamaan.
Selain itu, ia menyampaikan adanya koordinasi teknis terkait kehadiran tamu dan kunjungan lapangan sebagai bentuk kesiapan panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan inklusif.
Konsolidasi Menuju Bekasi Harmonis
Kegiatan silaturahmi ulama ini menjadi momentum konsolidasi strategis untuk mempererat ukhuwah sekaligus menyatukan langkah para tokoh agama dalam mendorong pembangunan masyarakat yang harmonis, religius, dan berkemajuan.
Melalui kolaborasi ulama, organisasi keagamaan, serta forum lintas agama, diharapkan nilai toleransi, pelayanan sosial, dan kepedulian kemasyarakatan terus tumbuh sebagai fondasi pembangunan Kota Bekasi yang inklusif.
Acara ditutup dengan doa bersama serta harapan agar sinergi yang terbangun dapat terus berlanjut dalam berbagai program pelayanan umat di masa mendatang.
Tags
Daerah kota bekasi
