Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Wiwiek Hargono: Perempuan Berdaya Kunci Harmoni Kemajuan Kota Bekasi

iklan banner AlQuran 30 Juz

Ketua PUSPAGA Kota Bekasi, Wiwiek Hargono alias Dwi Setyowati Jadi Narsum Mengenai Pemberdayaan Perempuan

bekasi-online.com | Jumat, 24 April 2026, 19:51 WIB |Wahyu/DikRiz

 — KOTA BEKASI | Penguatan peran perempuan dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam membangun keluarga yang tangguh sekaligus masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman. 

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan bertema “Perempuan Tangguh, Bekasi Makin Keren” yang diselenggarakan Majelis Umat Kristen Indonesia di Gedung Pertemuan Sekolah Mahanaim, Kota Bekasi. 

Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, yang memiliki nama asli Dwi Setyowati ini hadir sebagai narasumber dan memberikan paparan mengenai pentingnya pemberdayaan perempuan dalam menghadapi dinamika sosial modern.

Forum lintas keagamaan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam semangat kebersamaan dan toleransi.

Dalam pemaparannya, istri Walikota Bekasi ini menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Bekasi merupakan modal sosial yang harus terus dirawat melalui interaksi positif antar warga.

Ia menilai perempuan memiliki posisi strategis sebagai penggerak nilai-nilai moderasi, empati sosial, serta penguatan relasi antar komunitas.

Menurut Wiwiek, perempuan tidak lagi dapat dipandang semata dalam peran domestik, melainkan sebagai aktor pembangunan yang berkontribusi pada berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan keluarga, aktivitas sosial kemasyarakatan, hingga penguatan ekonomi rumah tangga.

Perempuan berdaya bukan hanya mampu mengelola keluarga, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang menghadirkan keseimbangan dan kedamaian di tengah masyarakat yang beragam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemberdayaan perempuan harus dibangun melalui kemandirian yang utuh, mencakup aspek ekonomi, psikologis, ideologis, dan spiritual.

Kemandirian tersebut memungkinkan perempuan memiliki daya tahan sosial sekaligus kemampuan mengambil keputusan yang berdampak positif bagi keluarga maupun lingkungan sosialnya.

Wiwiek juga menekankan bahwa keluarga merupakan ruang pendidikan pertama bagi generasi bangsa.

Di dalam keluarga, nilai toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta semangat kebersamaan mulai ditanamkan sejak dini.

Menurut dia, ketangguhan seorang ibu berbanding lurus dengan kualitas generasi yang lahir di masa depan.

Karena itu, penguatan kapasitas perempuan menjadi investasi sosial jangka panjang bagi pembangunan kota.

Dari ibu yang tangguh akan lahir keluarga yang kuat, dan dari keluarga yang kuat tumbuh masyarakat yang harmonis serta masa depan bangsa yang lebih baik,” katanya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang penguatan kapasitas perempuan, tetapi juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas agama dalam menjaga kohesi sosial di Kota Bekasi.

Dialog yang berlangsung hangat menunjukkan bahwa isu pemberdayaan perempuan dapat menjadi titik temu dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Melalui forum semacam ini, diharapkan perempuan semakin aktif mengambil peran publik, memperluas jejaring sosial, serta menjadi motor penggerak terciptanya masyarakat yang inklusif, toleran, dan berdaya saing.

Di tengah tantangan sosial yang terus berkembang, perempuan dinilai tetap menjadi pilar utama yang menjaga keseimbangan antara ketahanan keluarga dan kemajuan pembangunan daerah. [■]

Reporter: Wahyu - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post