Reses di Arenjaya, Dariyanto DPRD Kota Bekasi Serap Aspirasi Warga: Lapangan Olahraga, Posyandu hingga Ambulans
Suasana reses Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Golkar, Dariyanto, S.Kom., M.Pd., di RW 20 Kelurahan Arenjaya, Jumat (10/7) malam, berlangsung jauh dari kesan formal. Di tengah pembahasan usulan pembangunan, politisi yang juga Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi itu sukses mengundang tawa warga saat melontarkan candaan, "Kalau minta ambulans saya perjuangkan, tapi kalau cuma minta bakso atau siomay, malam ini juga saya belikan."
— KOTA BEKASI | Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, Dariyanto, S.Kom., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bekasi, menggelar Reses II Tahun 2026 di lingkungan RT 02 RW 20, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (10/7) malam.
Kegiatan yang berlangsung di lapangan milik RT 02 tersebut dihadiri Ketua LPM Arenjaya Budi Santoso, turut hadir pula Ketua LPM Kecamatan Bekasi Timur, Cepi.
Ketua RW 20 Riadhus Solihin, para Ketua RT, tokoh masyarakat serta ratusan warga. Menurut Ketua RW 20, wilayahnya dihuni sekitar 1.000 kepala keluarga yang tersebar di empat RT.
Dalam kesempatan itu, Dariyanto hadir bersama sang istri dan memanfaatkan agenda reses sebagai wadah menyerap berbagai aspirasi masyarakat sekaligus memaparkan sejumlah program legislasi yang tengah menjadi perhatian Bapemperda DPRD Kota Bekasi.
Salah satu regulasi yang disampaikan ialah rencana penyusunan Peraturan Daerah mengenai persiapan sertifikasi dan pelabelan produk halal.
Ia juga menyinggung pentingnya memperkuat ketahanan nasional sesuai arah kebijakan pemerintah pusat, termasuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap berbagai tantangan sosial yang dinilai dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
Selain menjelaskan fungsi legislasi, Dariyanto menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga yang menjadi kewenangan anggota DPRD.
Pada sektor pendidikan, ia mengaku akan membantu memfasilitasi warga terkait persoalan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya dalam mengupayakan akses masuk ke sekolah negeri.
"Kalo cuma bisa masuk sekolah, bisa saya perjuangkan masuk ke sekolah yang diinginkan. Namun ya cuma masuk sekolahnya saja, untuk bisa lolos seleksi ya itu lain hal dong!" jelasnya berseloroh.
Suasana reses berlangsung hangat penuh senyum ketika Dariyanto beberapa kali melontarkan candaan kepada warga.
Menanggapi usulan pengadaan mobil ambulans untuk lingkungan RW 20, ia menyatakan akan memperjuangkannya pada pembahasan anggaran 2026–2027.
Sementara saat diselingi gurauan mengenai permintaan ditraktir makanan, ia berseloroh siap membelikan siomay bagi warganya.
Berbagai aspirasi kemudian disampaikan masyarakat. Ketua RT 001 RW 20 mengusulkan pembangunan lapangan olahraga karena lahan yang ada saat ini lebih banyak digunakan sebagai tempat parkir kendaraan, sehingga anak-anak terpaksa bermain di jalan lingkungan.
Usulan serupa juga datang dari RT 004 yang menginginkan pembangunan ruang terbuka berupa lapangan yang dapat difungsikan sebagai jogging track sekaligus sarana olahraga warga.
Dari sektor kesehatan, kader Posyandu RW 20 menyampaikan kebutuhan perangkat laptop yang lebih memadai guna menunjang administrasi dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menanggapi seluruh usulan tersebut, Dariyanto meminta agar setiap kebutuhan dituangkan dalam bentuk proposal lengkap beserta perkiraan anggaran sehingga dapat dihitung dan diperjuangkan dalam pembahasan APBD.
Ia juga mengingatkan agar usulan yang sebelumnya telah diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) namun belum terealisasi, dapat diajukan kembali pada tahun anggaran berikutnya dengan melengkapi dokumen pendukung.
Dalam kesempatan itu, Dariyanto turut menyampaikan gagasan agar bantuan sosial maupun hibah ke depan dapat menjangkau hingga tingkat RT, RW maupun Posyandu.
Dengan asumsi sekitar 6.000 RT, 1.020 RW, dan 1.020 Posyandu di Kota Bekasi masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta, maka kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp160,8 miliar.
Menurutnya, gagasan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dalam proses penyusunan kebijakan dan kemampuan keuangan daerah sebelum dapat direalisasikan.
Melalui kegiatan reses tersebut, berbagai aspirasi warga Arenjaya diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan program pembangunan maupun kebijakan Pemerintah Kota Bekasi pada tahun anggaran mendatang. [■]
Suasana reses Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Golkar, Dariyanto, S.Kom., M.Pd., di RW 20 Kelurahan Arenjaya, Jumat (10/7) malam, berlangsung jauh dari kesan formal. Di tengah pembahasan usulan pembangunan, politisi yang juga Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi itu sukses mengundang tawa warga saat melontarkan candaan, "Kalau minta ambulans saya perjuangkan, tapi kalau cuma minta bakso atau siomay, malam ini juga saya belikan."
Kegiatan yang berlangsung di lapangan milik RT 02 tersebut dihadiri Ketua LPM Arenjaya Budi Santoso, turut hadir pula Ketua LPM Kecamatan Bekasi Timur, Cepi.
Salah satu regulasi yang disampaikan ialah rencana penyusunan Peraturan Daerah mengenai persiapan sertifikasi dan pelabelan produk halal.
Selain menjelaskan fungsi legislasi, Dariyanto menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga yang menjadi kewenangan anggota DPRD.
Pada sektor pendidikan, ia mengaku akan membantu memfasilitasi warga terkait persoalan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya dalam mengupayakan akses masuk ke sekolah negeri.
"Kalo cuma bisa masuk sekolah, bisa saya perjuangkan masuk ke sekolah yang diinginkan. Namun ya cuma masuk sekolahnya saja, untuk bisa lolos seleksi ya itu lain hal dong!" jelasnya berseloroh.
Suasana reses berlangsung hangat penuh senyum ketika Dariyanto beberapa kali melontarkan candaan kepada warga.
Berbagai aspirasi kemudian disampaikan masyarakat. Ketua RT 001 RW 20 mengusulkan pembangunan lapangan olahraga karena lahan yang ada saat ini lebih banyak digunakan sebagai tempat parkir kendaraan, sehingga anak-anak terpaksa bermain di jalan lingkungan.
Usulan serupa juga datang dari RT 004 yang menginginkan pembangunan ruang terbuka berupa lapangan yang dapat difungsikan sebagai jogging track sekaligus sarana olahraga warga.
Dari sektor kesehatan, kader Posyandu RW 20 menyampaikan kebutuhan perangkat laptop yang lebih memadai guna menunjang administrasi dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menanggapi seluruh usulan tersebut, Dariyanto meminta agar setiap kebutuhan dituangkan dalam bentuk proposal lengkap beserta perkiraan anggaran sehingga dapat dihitung dan diperjuangkan dalam pembahasan APBD.
Ia juga mengingatkan agar usulan yang sebelumnya telah diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) namun belum terealisasi, dapat diajukan kembali pada tahun anggaran berikutnya dengan melengkapi dokumen pendukung.
Dalam kesempatan itu, Dariyanto turut menyampaikan gagasan agar bantuan sosial maupun hibah ke depan dapat menjangkau hingga tingkat RT, RW maupun Posyandu.
Dengan asumsi sekitar 6.000 RT, 1.020 RW, dan 1.020 Posyandu di Kota Bekasi masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta, maka kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp160,8 miliar.
Menurutnya, gagasan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dalam proses penyusunan kebijakan dan kemampuan keuangan daerah sebelum dapat direalisasikan.

