contoh iklan header
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Kader atau Keder?

banner

Disampaikan oleh Muholadun - Direktur Poros Analisa Politik Jabodetabek (PAPJ)

bekasi-online.com, Sabtu 8 Juni 2024, 13:00 WIB, Muholadun

BEKASI KOTA, BksOL — Ada ketua PDIP di Kota Bekasi, pernah menjadi wakil  walikota dan Plt. walikota Bekasi. Jadi pejabat tidak memberi maslahat, jadi kader partai oportunis dan kutu loncat.

Jangan sampai PDIP trauma Jokowi terulang kembali.

Giliran untuk sopir pribadi pakai TKK Dishub, anggarannya juga ngga jelas. Kalau pakai anggaran pribadi jangan libatkan TKK, jadi rancu pekerjaannya.

Baca juga: Opini Yusuf Blegur: Siapa Sih M2 itu? (Bagian Pertama: dari Tulisan Tentang Mochtar Mohamad)

TKK itu harus jelas pilihannya, mau kerja di pemkot Bekasi atau ikut balon walikota jadi supir pribadi. Sepertinya mantan PJ walikota ngga ngerti aturan birokrasi ya. 

Terlebih pernah juga semasa menjabat Plt. walikota berani memutuskan kebijakan penghentian 11 ribuan  TKK (honorer) di Pemkot Bekasi.

Ini menunjukkan tidak ada empati dan kepedulian terhadap nasib anak istri dan keluarga TKK yang tulang punggung keluarganya hilang pekerjaannya. Pemimpin model begini mana mau ngurusin rakyat kecil.

Bagaimana mau memperjuangkan wong cilik?.
Katanya sih ketua PDI Perjuangan Kota Bekasi?.

Kok ngga peduli sama nasib rakyat kecil. Ah susah juga ya, kalau jadi kader keder, kader abal-abal. Kader yang suka pindah-pindah parpol, kaya kutu loncat. [■]

Reporter: Muholadun, Editor: DikRizal

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post
banner