Tutup 2025 dengan Gemilang, Kejari Kota Bekasi Borong 6 Award: Prestasi Jalan, Pihak Lain Mulai Rapikan Arsip
Saat sebagian instansi menutup tahun dengan doa agar tak dipanggil klarifikasi, Kejari Kota Bekasi justru menutup 2025 dengan senyum lebar. Enam penghargaan diborong dari tingkat kota hingga nasional, membuat prestasi naik—dan beberapa pihak lain refleks membuka kembali map dokumen yang sempat dilupakan.
Capaian ini bukan hanya soal kuantitas, tapi juga kualitas kerja yang menyentuh penegakan hukum, tata kelola, hingga penyelamatan aset daerah.
Capaian tersebut sekaligus menjadi penutup tahun yang manis bagi lembaga penegak hukum yang bermarkas di Bekasi Selatan itu, di tengah dinamika hukum yang sepanjang 2025 terbilang padat dan penuh sorotan publik.
Sidik Warkop (wartawan komedian ompong tapi ngetop) berikan komentar halus, "Kalau akhir tahun instansi lain sibuk tutup buku dan hitung sisa anggaran, Kejari ini justru lagi buka map penghargaan. Yang belum beres urusannya biasanya mulai cek: “Dokumen kita aman nggak ya?”
Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bekasi, Ryan Anugrah, SH dalam siaran pers Selasa (31/12/2025), menyebutkan bahwa deretan penghargaan tersebut merupakan refleksi dari komitmen institusinya dalam menghadirkan penegakan hukum yang profesional dan berorientasi pelayanan publik.
"Penghargaan itu mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari penanganan perkara pertanahan, penerapan keadilan restoratif, kepatuhan tata kelola keuangan, hingga bantuan hukum kepada pemerintah daerah." katanya dalam pernyataan tertulis.
Kembali Sidik Warkop berkomentar santai, Kalau kata orang hukum, ini kerja “on the track”. Tapi bagi instansi yang suka belok sedikit pas laporan, kata “on the track” itu biasanya bikin dada agak sesak.
Pin Emas untuk Pemberantasan Mafia Tanah
Salah satu capaian tertinggi Kejari Kota Bekasi adalah diraihnya Penghargaan Nasional dan Pin Emas dari Menteri ATR/BPN, yang diterima langsung oleh Kepala Kejari Kota Bekasi, Dr. Sulvia Triana Hapsari.
Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan tim Kejari dalam menyelesaikan target operasi tindak pidana pertanahan, termasuk pemberantasan mafia tanah.
Kinerja tersebut dinilai cepat, tepat, dan efektif, terutama dalam mengamankan kepastian hukum atas aset dan hak atas tanah yang kerap menjadi sumber konflik berkepanjangan.
Sidik Warkop menimpali, "Mafia tanah itu biasanya kuat di cerita, tapi lemah di dokumen. Begitu jaksa datang bawa data, yang kuat tinggal stempelnya saja."
Tiga Prestasi Sekaligus di Jawa Barat
Di tingkat Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kejari Kota Bekasi kembali menorehkan prestasi dengan meraih tiga penghargaan sekaligus.
Pertama, Peringkat Terbaik III Kinerja Restorative Justice bidang Pidana Umum, yang menegaskan pendekatan hukum humanis dan berkeadilan.
Kedua, Peringkat Terbaik III Kepatuhan Penyelesaian Temuan BPK RI, yang mencerminkan ketertiban dan akuntabilitas dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan keuangan negara.
Sidik Warkop menambahkan, "Kalau BPK sudah lewat dan beres, biasanya instansi lain bukan lega—tapi curiga: “Kok bisa cepat ya?”"
Ketiga, Juara III Lomba Cerdas Cermat KUHP Nasional, sebagai bukti kesiapan sumber daya jaksa menghadapi pemberlakuan KUHP baru pada 2026.
Kembali Sidik Warkop menyirot tajam, "Cerdas cermat KUHP itu penting. Soalnya yang sering salah bukan pasal, tapi tafsir demi kepentingan."
JPN Selamatkan Aset, Gugatan Pulang Tanpa Oleh-Oleh
Sinergi antara Kejari Kota Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi juga menghasilkan capaian konkret.Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, memberikan dua piagam penghargaan atas peran Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam bantuan hukum litigasi dan non-litigasi.
Salah satu kasus krusial adalah keberhasilan JPN mempertahankan aset daerah berupa lahan parkir Sentra Niaga Kalimalang, setelah Majelis Hakim menolak seluruh gugatan perdata dari pihak penggugat.
Komentar Sidik Warkop: Gugatan ditolak itu bukan cuma kalah di pengadilan, tapi juga kalah di meja arsip. Biasanya yang pulang bukan bawa putusan, tapi bawa pertanyaan.
Enam Penghargaan, Satu Pesan Sunyi
Enam penghargaan sepanjang 2025 ini menempatkan Kejari Kota Bekasi sebagai institusi yang konsisten menjaga keseimbangan antara ketegasan hukum dan akuntabilitas publik.
Di saat yang sama, capaian ini menjadi pesan sunyi bagi siapa pun yang masih menganggap administrasi, aset, dan laporan hanyalah formalitas.
Dan komentar Sidik Warkop sebagai penutup, "Prestasi Kejari ini sebenarnya bukan kabar baik buat semua orang. Tapi buat yang kerjanya lurus, ini kabar menenangkan. Sisanya? Biasanya mulai rajin benerin map...!". [■]



Post a Comment
Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL