Dari Masjid untuk Sesama: Merawat Kepedulian Sosial Sekaligus Memperkuat Toleransi di Hunian Vertikal
Kalau biasanya penghuni apartemen sibuk mengejar lift, parkiran, dan urusan masing-masing, suasana berbeda terlihat di Grand Center Point, Sabtu (5/9/2026). Lewat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, DKM Masjid Grand Center Point justru mengajak warga “turun lantai” dalam urusan kepedulian: sebanyak 200 anak yatim dan warga dhuafa menerima santunan.
— BEKASI | Peringatan Maulid Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassallam di lingkungan Apartemen Grand Center Point, Bekasi, berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kepedulian sosial.
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Grand Center Point tidak hanya menggelar kegiatan keagamaan, tetapi juga menyalurkan santunan kepada anak yatim dan warga dhuafa di sekitar kawasan apartemen.
Baca juga: Rawat Toleransi di Hunian Vertikal, DKM Grand Center Point Santuni 200 Yatim Saat Maulid Nabi
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) tersebut menjadi momentum bagi jajaran DKM dan penghuni apartemen untuk menghidupkan kembali semangat keteladanan Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassallam melalui kepedulian kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.
Kalau biasanya penghuni apartemen sibuk mengejar lift, parkiran, dan urusan masing-masing, suasana berbeda terlihat di Grand Center Point, Sabtu (5/9/2026). Lewat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, DKM Masjid Grand Center Point justru mengajak warga “turun lantai” dalam urusan kepedulian: sebanyak 200 anak yatim dan warga dhuafa menerima santunan.
Baca juga: Rawat Toleransi di Hunian Vertikal, DKM Grand Center Point Santuni 200 Yatim Saat Maulid Nabi
Ketua DKM Masjid Grand Center Point, Agus Supriyono, MM, mengatakan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, Maulid merupakan kesempatan untuk menerjemahkan keteladanan Rasulullah shalallahu alayhi wassallaam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kepedulian sosial dan upaya membangun kedamaian di tengah masyarakat.
“Melalui momentum Maulid ini, kami ingin menegaskan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat syiar yang menebarkan pesan damai, kepedulian sosial, dan semangat menjaga harmoni di tengah keberagaman,” ujar Agus.
Menurutnya, kehidupan di hunian vertikal memiliki karakter tersendiri karena mempertemukan penghuni dengan latar belakang sosial, budaya dan keyakinan yang beragam. Karena itu, keberadaan masjid diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun lingkungan yang nyaman, peduli dan saling menghormati.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, DKM Masjid Grand Center Point menyalurkan paket bantuan dan dana santunan rutin kepada 200 penerima manfaat, yang terdiri atas anak yatim dan warga prasejahtera, termasuk masyarakat di sekitar kawasan apartemen.
Santunan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena kepedulian sosial diharapkan tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di dalam kawasan apartemen, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat yang berada di lingkungan sekitarnya.
Ketua Pembina DKM Grand Center Point, Aji Ali Sabana, menegaskan bahwa kepedulian dan tenggang rasa merupakan modal penting untuk menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah lingkungan hunian bersama.
“Kerukunan antar umat beragama di hunian vertikal adalah fondasi utama kenyamanan. Kegiatan hari ini membuktikan bahwa semangat berbagi dan toleransi mampu menyatukan perbedaan yang ada,” tegas Aji.
Apresiasi Pemerintah
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya, yang hadir mewakili Walikota Bekasi. Ia menilai kegiatan Maulid Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassallam dirangkai dengan santunan anak yatim dan warga dhuafa merupakan bentuk kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Tentunya kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DKM Masjid Apartemen Grand Center Point,” kata Karya.
Menurutnya, kepedulian sosial yang dibangun dari lingkungan apartemen dapat menjadi contoh bagi kawasan hunian lainnya di Kota Bekasi. Ia berharap kegiatan serupa dapat berkembang dan dilakukan secara berkesinambungan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Kalau ini diikuti oleh apartemen-apartemen lain, menjadi sebuah contoh yang baik. Mudah-mudahan kegiatan ini berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya lagi.
Karya juga menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan sosial agar hubungan antara lingkungan hunian dengan masyarakat sekitar tidak berhenti pada momentum tertentu saja, melainkan terus terbangun melalui berbagai bentuk kepedulian bersama.
Peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri Camat Bekasi Selatan mewakili Walikota Bekasi, Karya Sukmajaya, S.A.P., M.Si; Lurah Margajaya, Achyar Adrian, S.Sos, M.Si; Ketua MUI, Drs KH. Saifuddin Siroj; Ketua DMI, Dr. KH. Jaja Jaelani, MM; Ketua FKUB, H. Abdul Manan; Wakil Ketua BAZNAS, Moh. Nurcholiq, S.Pd.I.; perwakilan Kementerian Agama, H. Asnawi, S.Ag., M.Si.; perwakilan pengelola apartemen, tokoh masyarakat, penghuni dan pemilik unit apartemen, serta sejumlah unsur masyarakat lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa keberagaman bukan penghalang untuk membangun kebersamaan.
Sebaliknya, kepedulian terhadap anak yatim, warga dhuafa, serta komitmen menjaga toleransi dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan harmonis.
Dari lingkungan Masjid Grand Center Point, pesan Maulid Nabi pun menemukan makna yang lebih luas: syiar tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui kepedulian yang dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan. [■]
Tags
Acara Syiar Islam
Aji Ali Sabana
Aksi Sosial
Bantuan Sosial
Grand Center Point
Maulid Nabi
Santunan
Santunan Anak Yatim
Syiar Islam

